alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tuding Ada Cacat Prosedur, Cakades Mojomulyo Surati Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon Kepala Desa (Cakades) Mojomulyo Kecamatan Puger Nidhomudin, mengajukan surat keberatan ke Bupati Jember Hendy Siswanto. Dia melayangkan surat tersebut ke Kantor Pemkab Jember, yang saat itu diterima oleh bagian kesekretariatan Pemkab Jember, Rabu siang (115/12).

Surat keberatan yang dilayangkan itu memuat terkait proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mojomulyo yang dinilai ada dugaan kecacatan prosedur dan dugaan penyalahgunaan wewenang. Bahkan calon 01, calon petahana yang terpilih kembali, diduga ikut serta mendalangi perkara tersebut. “Kami menyampaikan surat keberatan ke Bapak Bupati. Karena banyak proses yang tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Bupati Jember,” kata Nidhomudin, calon nomor urut 02 tersebut.

Kuasa Hukum Nidhomudin, Ahmad Suryono mengatakan, ada empat perkara yang disampaikan ke bupati. Mulai dari dugaan penggelapan daftar pemilih sementara (DPS), penghapusan daftar pemilih tetap (DPT), pelarangan DPT mencoblos, dan dugaan pemalsuan data Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Ada 277 orang yang tidak mencoblos. Dugaan kecurangan itu berimplikasi pada hasil, karena selisih Pak Nidhomudin dengan calon terpilih, hanya sembilan suara,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, ada dugaan pelanggaran yang terjadi secara terstruktur sistematis dan masif (TSM) pada Pilkades Mojomulyo. Khususnya mengenai jumlah 277 warga yang tidak bisa mencoblos. “Padahal mereka itu berdomisili di sana (Mojomulyo, Red). Ada semua. Orangnya masih hidup,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon Kepala Desa (Cakades) Mojomulyo Kecamatan Puger Nidhomudin, mengajukan surat keberatan ke Bupati Jember Hendy Siswanto. Dia melayangkan surat tersebut ke Kantor Pemkab Jember, yang saat itu diterima oleh bagian kesekretariatan Pemkab Jember, Rabu siang (115/12).

Surat keberatan yang dilayangkan itu memuat terkait proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mojomulyo yang dinilai ada dugaan kecacatan prosedur dan dugaan penyalahgunaan wewenang. Bahkan calon 01, calon petahana yang terpilih kembali, diduga ikut serta mendalangi perkara tersebut. “Kami menyampaikan surat keberatan ke Bapak Bupati. Karena banyak proses yang tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Bupati Jember,” kata Nidhomudin, calon nomor urut 02 tersebut.

Kuasa Hukum Nidhomudin, Ahmad Suryono mengatakan, ada empat perkara yang disampaikan ke bupati. Mulai dari dugaan penggelapan daftar pemilih sementara (DPS), penghapusan daftar pemilih tetap (DPT), pelarangan DPT mencoblos, dan dugaan pemalsuan data Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Ada 277 orang yang tidak mencoblos. Dugaan kecurangan itu berimplikasi pada hasil, karena selisih Pak Nidhomudin dengan calon terpilih, hanya sembilan suara,” terangnya.

Menurut dia, ada dugaan pelanggaran yang terjadi secara terstruktur sistematis dan masif (TSM) pada Pilkades Mojomulyo. Khususnya mengenai jumlah 277 warga yang tidak bisa mencoblos. “Padahal mereka itu berdomisili di sana (Mojomulyo, Red). Ada semua. Orangnya masih hidup,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon Kepala Desa (Cakades) Mojomulyo Kecamatan Puger Nidhomudin, mengajukan surat keberatan ke Bupati Jember Hendy Siswanto. Dia melayangkan surat tersebut ke Kantor Pemkab Jember, yang saat itu diterima oleh bagian kesekretariatan Pemkab Jember, Rabu siang (115/12).

Surat keberatan yang dilayangkan itu memuat terkait proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mojomulyo yang dinilai ada dugaan kecacatan prosedur dan dugaan penyalahgunaan wewenang. Bahkan calon 01, calon petahana yang terpilih kembali, diduga ikut serta mendalangi perkara tersebut. “Kami menyampaikan surat keberatan ke Bapak Bupati. Karena banyak proses yang tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Bupati Jember,” kata Nidhomudin, calon nomor urut 02 tersebut.

Kuasa Hukum Nidhomudin, Ahmad Suryono mengatakan, ada empat perkara yang disampaikan ke bupati. Mulai dari dugaan penggelapan daftar pemilih sementara (DPS), penghapusan daftar pemilih tetap (DPT), pelarangan DPT mencoblos, dan dugaan pemalsuan data Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Ada 277 orang yang tidak mencoblos. Dugaan kecurangan itu berimplikasi pada hasil, karena selisih Pak Nidhomudin dengan calon terpilih, hanya sembilan suara,” terangnya.

Menurut dia, ada dugaan pelanggaran yang terjadi secara terstruktur sistematis dan masif (TSM) pada Pilkades Mojomulyo. Khususnya mengenai jumlah 277 warga yang tidak bisa mencoblos. “Padahal mereka itu berdomisili di sana (Mojomulyo, Red). Ada semua. Orangnya masih hidup,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/