Mobile_AP_Rectangle 1
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bawang merah di pasar tradisional meroket. Jika biasanya harga bawang merah kualitas super berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Tapi kini, harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Erfan Fauzi, salah satu pedagang di Pasar Tanjung, mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan harga bawang merah semakin mahal. Di antaranya, curah hujan yang tinggi menjadikan kualitas bawang menurun. Sehingga membuat stok bawang merah kian menipis. “Karena hujan terus gini jadi bawang banyak yang busuk. Hasil panen juga sedikit,” jelas Erfan.
Erfan mengaku, kalau biasanya dalam sepekan dirinya mampu membeli 3 ton bawang merah dari petani. Saat ini, dia hanya membeli 1,5 ton sampai 2 ton saja dalam satu minggu. “Kalau normalnya saya kulakan bisa tiga kali dalam seminggu. Tapi sekarang cuma dua kali paling banter,” imbuhnya.
- Advertisement -
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bawang merah di pasar tradisional meroket. Jika biasanya harga bawang merah kualitas super berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Tapi kini, harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Erfan Fauzi, salah satu pedagang di Pasar Tanjung, mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan harga bawang merah semakin mahal. Di antaranya, curah hujan yang tinggi menjadikan kualitas bawang menurun. Sehingga membuat stok bawang merah kian menipis. “Karena hujan terus gini jadi bawang banyak yang busuk. Hasil panen juga sedikit,” jelas Erfan.
Erfan mengaku, kalau biasanya dalam sepekan dirinya mampu membeli 3 ton bawang merah dari petani. Saat ini, dia hanya membeli 1,5 ton sampai 2 ton saja dalam satu minggu. “Kalau normalnya saya kulakan bisa tiga kali dalam seminggu. Tapi sekarang cuma dua kali paling banter,” imbuhnya.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bawang merah di pasar tradisional meroket. Jika biasanya harga bawang merah kualitas super berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Tapi kini, harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Erfan Fauzi, salah satu pedagang di Pasar Tanjung, mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan harga bawang merah semakin mahal. Di antaranya, curah hujan yang tinggi menjadikan kualitas bawang menurun. Sehingga membuat stok bawang merah kian menipis. “Karena hujan terus gini jadi bawang banyak yang busuk. Hasil panen juga sedikit,” jelas Erfan.
Erfan mengaku, kalau biasanya dalam sepekan dirinya mampu membeli 3 ton bawang merah dari petani. Saat ini, dia hanya membeli 1,5 ton sampai 2 ton saja dalam satu minggu. “Kalau normalnya saya kulakan bisa tiga kali dalam seminggu. Tapi sekarang cuma dua kali paling banter,” imbuhnya.