alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Guru BK Tetap Dituntut Aktif dan Produktif

Tantangan Guru BK di Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada saat pandemi saat ini, guru bimbingan dan konseling (BK) turut ambil bagian untuk menekan dampak mental terhadap siswa. Kondisi ini membuat pelaksanaan tahun ajaran baru berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar siswa masih harus belajar dari rumah baik secara daring maupun luring. Siswa baru pun tak merasakan lagi keramaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Saat ini, tantangan yang dirasakan oleh guru BK adalah bergesernya metode konseling dari tatap muka menjadi daring. Mau tidak mau, guru BK harus mengubah metode layanan dasar secara virtual. Dalam pelaksanaannya, konseling yang dilakukan secara daring tidak dapat dilakukan secara maksimal. Sebabnya, komunikasi yang berjalan pun tidak optimal.

Tidak maksimalnya konseling virtual salah satunya disebabkan keterbatasan komunikasi. Ada peran komunikasi baik verbal maupun nonverbal yang bisa memberikan efek kepada siswa saat konseling. Sehingga guru dituntut untuk memiliki inovasi pendekatan yang bisa dilakukan melalui aplikasi perpesanan instan. Namun demikian bisa menggunakan platform yang lebih luas lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, bimbingan konseling secara virtual hanya bisa dinikmati oleh siswa di wilayah perkotaan saja. Di desa, tak semua sekolah melakukannya. Guru Bimbingan Konseling SMP 4 Hendra Puji Asmara mengatakan bahwa selama ini dirinya menjalankan program konseling secara langsung tanpa menggunakan metode daring. Sebab, tak semua fasilitas dimiliki oleh murid-muridnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada saat pandemi saat ini, guru bimbingan dan konseling (BK) turut ambil bagian untuk menekan dampak mental terhadap siswa. Kondisi ini membuat pelaksanaan tahun ajaran baru berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar siswa masih harus belajar dari rumah baik secara daring maupun luring. Siswa baru pun tak merasakan lagi keramaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Saat ini, tantangan yang dirasakan oleh guru BK adalah bergesernya metode konseling dari tatap muka menjadi daring. Mau tidak mau, guru BK harus mengubah metode layanan dasar secara virtual. Dalam pelaksanaannya, konseling yang dilakukan secara daring tidak dapat dilakukan secara maksimal. Sebabnya, komunikasi yang berjalan pun tidak optimal.

Tidak maksimalnya konseling virtual salah satunya disebabkan keterbatasan komunikasi. Ada peran komunikasi baik verbal maupun nonverbal yang bisa memberikan efek kepada siswa saat konseling. Sehingga guru dituntut untuk memiliki inovasi pendekatan yang bisa dilakukan melalui aplikasi perpesanan instan. Namun demikian bisa menggunakan platform yang lebih luas lagi.

Sayangnya, bimbingan konseling secara virtual hanya bisa dinikmati oleh siswa di wilayah perkotaan saja. Di desa, tak semua sekolah melakukannya. Guru Bimbingan Konseling SMP 4 Hendra Puji Asmara mengatakan bahwa selama ini dirinya menjalankan program konseling secara langsung tanpa menggunakan metode daring. Sebab, tak semua fasilitas dimiliki oleh murid-muridnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada saat pandemi saat ini, guru bimbingan dan konseling (BK) turut ambil bagian untuk menekan dampak mental terhadap siswa. Kondisi ini membuat pelaksanaan tahun ajaran baru berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar siswa masih harus belajar dari rumah baik secara daring maupun luring. Siswa baru pun tak merasakan lagi keramaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Saat ini, tantangan yang dirasakan oleh guru BK adalah bergesernya metode konseling dari tatap muka menjadi daring. Mau tidak mau, guru BK harus mengubah metode layanan dasar secara virtual. Dalam pelaksanaannya, konseling yang dilakukan secara daring tidak dapat dilakukan secara maksimal. Sebabnya, komunikasi yang berjalan pun tidak optimal.

Tidak maksimalnya konseling virtual salah satunya disebabkan keterbatasan komunikasi. Ada peran komunikasi baik verbal maupun nonverbal yang bisa memberikan efek kepada siswa saat konseling. Sehingga guru dituntut untuk memiliki inovasi pendekatan yang bisa dilakukan melalui aplikasi perpesanan instan. Namun demikian bisa menggunakan platform yang lebih luas lagi.

Sayangnya, bimbingan konseling secara virtual hanya bisa dinikmati oleh siswa di wilayah perkotaan saja. Di desa, tak semua sekolah melakukannya. Guru Bimbingan Konseling SMP 4 Hendra Puji Asmara mengatakan bahwa selama ini dirinya menjalankan program konseling secara langsung tanpa menggunakan metode daring. Sebab, tak semua fasilitas dimiliki oleh murid-muridnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/