alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Merasa Jember Semakin Kumuh, Ada yang Sama ?

PKL Sabtuan Semakin Kumuh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates membuat kawasan tersebut tampak semakin kumuh. Puluhan mobil yang berjualan buah-buahan juga kerap mengganggu pengguna jalan.

Selain mobil yang digunakan untuk berjualan buah, kini juga mulai bermunculan warung yang berjualan nasi dan kopi. Bahkan, warung yang berjualan nasi mulai dibangun secara permanen. Ada juga yang menjadi tempat tinggal, karena pemilik warung juga tidur di tempat tersebut. Demikian juga mobil yang digunakan untuk berjualan buah, juga ada yang tidak dibawa pulang.

Ini yang membuat jalan Basuki Rahmad depan Pasar Sabtuan semakin sempit. Apalagi ketika ada pembeli yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berhenti di depan penjual. “Pengguna jalan lainnya yang menjadi korban bisa macet hanya gara-gara ada mobil yang berhenti saat beli buah,” kata Samsul, pengguna jalan yang biasa lewat di depan Pasar Sabtuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya mereka berdagang di sisi trotoar. Bahkan tanah milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sempat dikuasai PKL. “Jangan sampai keberadaan PKL seperti puluhan tahun lalu. Dinas terkait dan Satpol PP harus segera bertindak tegas untuk melakukan penertiban,” kata Samsul.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates membuat kawasan tersebut tampak semakin kumuh. Puluhan mobil yang berjualan buah-buahan juga kerap mengganggu pengguna jalan.

Selain mobil yang digunakan untuk berjualan buah, kini juga mulai bermunculan warung yang berjualan nasi dan kopi. Bahkan, warung yang berjualan nasi mulai dibangun secara permanen. Ada juga yang menjadi tempat tinggal, karena pemilik warung juga tidur di tempat tersebut. Demikian juga mobil yang digunakan untuk berjualan buah, juga ada yang tidak dibawa pulang.

Ini yang membuat jalan Basuki Rahmad depan Pasar Sabtuan semakin sempit. Apalagi ketika ada pembeli yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berhenti di depan penjual. “Pengguna jalan lainnya yang menjadi korban bisa macet hanya gara-gara ada mobil yang berhenti saat beli buah,” kata Samsul, pengguna jalan yang biasa lewat di depan Pasar Sabtuan.

Awalnya mereka berdagang di sisi trotoar. Bahkan tanah milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sempat dikuasai PKL. “Jangan sampai keberadaan PKL seperti puluhan tahun lalu. Dinas terkait dan Satpol PP harus segera bertindak tegas untuk melakukan penertiban,” kata Samsul.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates membuat kawasan tersebut tampak semakin kumuh. Puluhan mobil yang berjualan buah-buahan juga kerap mengganggu pengguna jalan.

Selain mobil yang digunakan untuk berjualan buah, kini juga mulai bermunculan warung yang berjualan nasi dan kopi. Bahkan, warung yang berjualan nasi mulai dibangun secara permanen. Ada juga yang menjadi tempat tinggal, karena pemilik warung juga tidur di tempat tersebut. Demikian juga mobil yang digunakan untuk berjualan buah, juga ada yang tidak dibawa pulang.

Ini yang membuat jalan Basuki Rahmad depan Pasar Sabtuan semakin sempit. Apalagi ketika ada pembeli yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berhenti di depan penjual. “Pengguna jalan lainnya yang menjadi korban bisa macet hanya gara-gara ada mobil yang berhenti saat beli buah,” kata Samsul, pengguna jalan yang biasa lewat di depan Pasar Sabtuan.

Awalnya mereka berdagang di sisi trotoar. Bahkan tanah milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sempat dikuasai PKL. “Jangan sampai keberadaan PKL seperti puluhan tahun lalu. Dinas terkait dan Satpol PP harus segera bertindak tegas untuk melakukan penertiban,” kata Samsul.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/