alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Genjot Pendapatan Asli Daerah Untuk Gaji PNS Baru Di Jember

“Kita ini seharusnya malu kepada pemerintah pusat, sudah sangat banyak transfer anggaran yang diterima daerah. Langkah yang menurut saya tepat adalah mencari sumber-sumber PAD.” Widarto, Wakil Ketua DPC PDIP Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Penambahan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pesantren Jember menjadi salah satu perhatian para elite, baik di eksekutif maupun legislatif. Bagaimana tidak, ketika 4.200-an PNS dan PPPK resmi bekerja, maka dalam setahun dibutuhkan dana segar sekitar Rp 200 miliar, untuk pemenuhan gaji dan tunjangan.

Dalam paripurna penyampaian RAPBD, pandangan fraksi, serta jawaban bupati, belum ada kepastian anggaran untuk itu. Pemkab Jember pun melayangkan surat kepada pemerintah pusat agar mendapat tambahan dana, demi menghadapi kedatangan ASN baru nanti.

Wakil Ketua DPC PDIP Jember Widarto menyampaikan, Pemkab Jember perlu melakukan evaluasi di daerah demi penguatan anggaran. Menurutnya, langkah menghadapi tambahan ASN baru, harus diikuti dengan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Jember yang signifikan. “Kita ini seharusnya malu kepada pemerintah pusat, sudah sangat banyak transfer anggaran yang diterima daerah. Langkah yang menurut saya tepat adalah mencari sumber-sumber PAD,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

PAD Jember, lanjut Widarto, hanya sekian persen dari total RAPBD tahun 2022. “Coba kita cermati berapa PAD Jember. PAD ini yang perlu digenjot agar pendapatannya naik signifikan. Ke depan, PAD Jember harus lebih diperkuat,” paparnya.

Seperti diketahui, total RAPBD tahun 2022 untuk Jember mengalami defisit, dari Rp 4,44 triliun menjadi Rp 4,39 triliun. Dari total anggaran tersebut, sumbangsih PAD hanya sekitar 19 persen dengan total PAD Rp 734 miliar. Sementara sisanya didapat dari transfer pusat, transfer antar daerah, serta lain-lain pendapatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Penambahan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pesantren Jember menjadi salah satu perhatian para elite, baik di eksekutif maupun legislatif. Bagaimana tidak, ketika 4.200-an PNS dan PPPK resmi bekerja, maka dalam setahun dibutuhkan dana segar sekitar Rp 200 miliar, untuk pemenuhan gaji dan tunjangan.

Dalam paripurna penyampaian RAPBD, pandangan fraksi, serta jawaban bupati, belum ada kepastian anggaran untuk itu. Pemkab Jember pun melayangkan surat kepada pemerintah pusat agar mendapat tambahan dana, demi menghadapi kedatangan ASN baru nanti.

Wakil Ketua DPC PDIP Jember Widarto menyampaikan, Pemkab Jember perlu melakukan evaluasi di daerah demi penguatan anggaran. Menurutnya, langkah menghadapi tambahan ASN baru, harus diikuti dengan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Jember yang signifikan. “Kita ini seharusnya malu kepada pemerintah pusat, sudah sangat banyak transfer anggaran yang diterima daerah. Langkah yang menurut saya tepat adalah mencari sumber-sumber PAD,” katanya.

PAD Jember, lanjut Widarto, hanya sekian persen dari total RAPBD tahun 2022. “Coba kita cermati berapa PAD Jember. PAD ini yang perlu digenjot agar pendapatannya naik signifikan. Ke depan, PAD Jember harus lebih diperkuat,” paparnya.

Seperti diketahui, total RAPBD tahun 2022 untuk Jember mengalami defisit, dari Rp 4,44 triliun menjadi Rp 4,39 triliun. Dari total anggaran tersebut, sumbangsih PAD hanya sekitar 19 persen dengan total PAD Rp 734 miliar. Sementara sisanya didapat dari transfer pusat, transfer antar daerah, serta lain-lain pendapatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Penambahan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pesantren Jember menjadi salah satu perhatian para elite, baik di eksekutif maupun legislatif. Bagaimana tidak, ketika 4.200-an PNS dan PPPK resmi bekerja, maka dalam setahun dibutuhkan dana segar sekitar Rp 200 miliar, untuk pemenuhan gaji dan tunjangan.

Dalam paripurna penyampaian RAPBD, pandangan fraksi, serta jawaban bupati, belum ada kepastian anggaran untuk itu. Pemkab Jember pun melayangkan surat kepada pemerintah pusat agar mendapat tambahan dana, demi menghadapi kedatangan ASN baru nanti.

Wakil Ketua DPC PDIP Jember Widarto menyampaikan, Pemkab Jember perlu melakukan evaluasi di daerah demi penguatan anggaran. Menurutnya, langkah menghadapi tambahan ASN baru, harus diikuti dengan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Jember yang signifikan. “Kita ini seharusnya malu kepada pemerintah pusat, sudah sangat banyak transfer anggaran yang diterima daerah. Langkah yang menurut saya tepat adalah mencari sumber-sumber PAD,” katanya.

PAD Jember, lanjut Widarto, hanya sekian persen dari total RAPBD tahun 2022. “Coba kita cermati berapa PAD Jember. PAD ini yang perlu digenjot agar pendapatannya naik signifikan. Ke depan, PAD Jember harus lebih diperkuat,” paparnya.

Seperti diketahui, total RAPBD tahun 2022 untuk Jember mengalami defisit, dari Rp 4,44 triliun menjadi Rp 4,39 triliun. Dari total anggaran tersebut, sumbangsih PAD hanya sekitar 19 persen dengan total PAD Rp 734 miliar. Sementara sisanya didapat dari transfer pusat, transfer antar daerah, serta lain-lain pendapatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/