alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Forum Anak Desa Belum Optimal Di Jember, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gebyar Kreativitas Anak menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan setelah kegiatan di pusat kegiatan masyarakat (PKM) mengalami peningkatan. Para kelompok anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah (FAD) menggelar pementasan berupa seni tari, penampilan puisi, hingga deklamasi.

Setidaknya terdapat lebih dari tiga FAD yang tergabung pada ajang yang berlangsung di Tugu Pancasila, Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Kegiataan yang diinisiasi oleh Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pemberdayaan (LPKP) Jawa Timur ini juga menjadi bentuk untuk meningkatkan FAD di setiap desa.

“Kegiatan-kegiatan yang ada di PKM kemudian dipentaskan, karena ada peningkatan. Ini juga meningkatkan partisipasi dan keberadaan FAD,” kata Direktur LPKP Jawa Timur Anwar Sholihin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga saat ini setidaknya terdapat 77 FAD yang telah terbentuk di Jember. Jumlah itu masih jauh dari jumlah keseluruhan FAD yang seharusnya sudah ada. Ketua Forum Anak Jember Nadia Anggita Hardianzah menyebutkan bahwa eksistensi forum anak di desa masih belum mengalami revitalisasi. Para pengurus masih didominasi dengan para pemuda pemudi yang umurnya di atas 18 tahun. Bahkan wewenangnya masih didominasi orang-orang dewasa. “Makanya kadang kalau kroscek FAD masih tidak ada kegiatan,” ungkap wanita yang akrab disapa Gita itu.

Hal ini pula yang menjadi sumbu adanya kesenjangan komunikasi antara FAD dengan FAJ. Sebab lainnya adalah minimnya dialog yang dilakukan FAD dan FAJ. Gita juga tidak memungkiri bahwa hal ini disebabkan karena minimnya aktivitas selama pandemi. Selain itu, mobilitas FAD dan FAJ untuk melakukan dialog juga cukup terbatas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gebyar Kreativitas Anak menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan setelah kegiatan di pusat kegiatan masyarakat (PKM) mengalami peningkatan. Para kelompok anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah (FAD) menggelar pementasan berupa seni tari, penampilan puisi, hingga deklamasi.

Setidaknya terdapat lebih dari tiga FAD yang tergabung pada ajang yang berlangsung di Tugu Pancasila, Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Kegiataan yang diinisiasi oleh Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pemberdayaan (LPKP) Jawa Timur ini juga menjadi bentuk untuk meningkatkan FAD di setiap desa.

“Kegiatan-kegiatan yang ada di PKM kemudian dipentaskan, karena ada peningkatan. Ini juga meningkatkan partisipasi dan keberadaan FAD,” kata Direktur LPKP Jawa Timur Anwar Sholihin.

Hingga saat ini setidaknya terdapat 77 FAD yang telah terbentuk di Jember. Jumlah itu masih jauh dari jumlah keseluruhan FAD yang seharusnya sudah ada. Ketua Forum Anak Jember Nadia Anggita Hardianzah menyebutkan bahwa eksistensi forum anak di desa masih belum mengalami revitalisasi. Para pengurus masih didominasi dengan para pemuda pemudi yang umurnya di atas 18 tahun. Bahkan wewenangnya masih didominasi orang-orang dewasa. “Makanya kadang kalau kroscek FAD masih tidak ada kegiatan,” ungkap wanita yang akrab disapa Gita itu.

Hal ini pula yang menjadi sumbu adanya kesenjangan komunikasi antara FAD dengan FAJ. Sebab lainnya adalah minimnya dialog yang dilakukan FAD dan FAJ. Gita juga tidak memungkiri bahwa hal ini disebabkan karena minimnya aktivitas selama pandemi. Selain itu, mobilitas FAD dan FAJ untuk melakukan dialog juga cukup terbatas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gebyar Kreativitas Anak menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan setelah kegiatan di pusat kegiatan masyarakat (PKM) mengalami peningkatan. Para kelompok anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah (FAD) menggelar pementasan berupa seni tari, penampilan puisi, hingga deklamasi.

Setidaknya terdapat lebih dari tiga FAD yang tergabung pada ajang yang berlangsung di Tugu Pancasila, Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Kegiataan yang diinisiasi oleh Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pemberdayaan (LPKP) Jawa Timur ini juga menjadi bentuk untuk meningkatkan FAD di setiap desa.

“Kegiatan-kegiatan yang ada di PKM kemudian dipentaskan, karena ada peningkatan. Ini juga meningkatkan partisipasi dan keberadaan FAD,” kata Direktur LPKP Jawa Timur Anwar Sholihin.

Hingga saat ini setidaknya terdapat 77 FAD yang telah terbentuk di Jember. Jumlah itu masih jauh dari jumlah keseluruhan FAD yang seharusnya sudah ada. Ketua Forum Anak Jember Nadia Anggita Hardianzah menyebutkan bahwa eksistensi forum anak di desa masih belum mengalami revitalisasi. Para pengurus masih didominasi dengan para pemuda pemudi yang umurnya di atas 18 tahun. Bahkan wewenangnya masih didominasi orang-orang dewasa. “Makanya kadang kalau kroscek FAD masih tidak ada kegiatan,” ungkap wanita yang akrab disapa Gita itu.

Hal ini pula yang menjadi sumbu adanya kesenjangan komunikasi antara FAD dengan FAJ. Sebab lainnya adalah minimnya dialog yang dilakukan FAD dan FAJ. Gita juga tidak memungkiri bahwa hal ini disebabkan karena minimnya aktivitas selama pandemi. Selain itu, mobilitas FAD dan FAJ untuk melakukan dialog juga cukup terbatas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/