alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Banyak Bencana di Jember, Pengelolaan Anggaran Jadi Sensitif

"Setelah melalui perubahan, anggaran kebencanaan di BPBD Jember sekitar Rp 10 miliar lebih. Ini perlu dikelola dengan baik sehingga penanganan bencana tepat sasaran." Edy Cahyo Purnomo, Sekretaris Komisi D DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana banjir genangan telah menyapa Jember. Salah satu hal penting untuk dilakukan adalah penguatan penanganannya. Mulai dari mitigasi sampai pasca terjadinya bencana di Jember. Apalagi, alokasi anggaran untuk kebencanaan di Jember bisa dibilang cukup besar, khususnya setelah perubahan anggaran keuangan.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menyampaikan, pemerintah tidak perlu ragu untuk menggunakan anggaran kebencanaan. “Setelah melalui perubahan, anggaran kebencanaan di BPBD Jember sekitar Rp 10 miliar lebih. Ini perlu dikelola dengan baik sehingga penanganan bencana tepat sasaran,” kata politisi PDIP Jember yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Selain menggunakan anggaran untuk penanganan di Jember, Ipung menyebut, pemerintah perlu melakukan pengawasan sebagai antisipasi atas kemungkinan terjadinya banjir lagi. “Daerah-daerah yang rutin mengalami banjir harus terus dipantau. Jangan hanya BPBD, tetapi melibatkan unsur relawan. Paling tidak, ada antisipasi agar tidak ada korban jiwa,” tegas Ipung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anggota Komisi D DPRD Jember, Ardi Pujo Wibowo juga memberikan pandangan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, pemerintah harus turun untuk melakukan penanganan menyeluruh. “Mulai dari unsur pemerintah desa Jember sampai ke kabupaten harus hadir di tengah masyarakat. Ini untuk memastikan kondisi tetap aman dan memastikan siapa saja warga yang menjadi korban banjir,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, pemerintah perlu turun langsung juga untuk tujuan agar penanganan tidak salah sasaran. Anggaran di Jember yang ada semaksimal mungkin dipakai untuk penanggulangan bencana. “Dari BTT (biaya tidak terduga, Red) Rp 23 miliar, sebesar Rp 10 miliar dialokasikan untuk penanganan bencana nonkorona. Anggaran ini harus dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana banjir genangan telah menyapa Jember. Salah satu hal penting untuk dilakukan adalah penguatan penanganannya. Mulai dari mitigasi sampai pasca terjadinya bencana di Jember. Apalagi, alokasi anggaran untuk kebencanaan di Jember bisa dibilang cukup besar, khususnya setelah perubahan anggaran keuangan.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menyampaikan, pemerintah tidak perlu ragu untuk menggunakan anggaran kebencanaan. “Setelah melalui perubahan, anggaran kebencanaan di BPBD Jember sekitar Rp 10 miliar lebih. Ini perlu dikelola dengan baik sehingga penanganan bencana tepat sasaran,” kata politisi PDIP Jember yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Selain menggunakan anggaran untuk penanganan di Jember, Ipung menyebut, pemerintah perlu melakukan pengawasan sebagai antisipasi atas kemungkinan terjadinya banjir lagi. “Daerah-daerah yang rutin mengalami banjir harus terus dipantau. Jangan hanya BPBD, tetapi melibatkan unsur relawan. Paling tidak, ada antisipasi agar tidak ada korban jiwa,” tegas Ipung.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Ardi Pujo Wibowo juga memberikan pandangan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, pemerintah harus turun untuk melakukan penanganan menyeluruh. “Mulai dari unsur pemerintah desa Jember sampai ke kabupaten harus hadir di tengah masyarakat. Ini untuk memastikan kondisi tetap aman dan memastikan siapa saja warga yang menjadi korban banjir,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, pemerintah perlu turun langsung juga untuk tujuan agar penanganan tidak salah sasaran. Anggaran di Jember yang ada semaksimal mungkin dipakai untuk penanggulangan bencana. “Dari BTT (biaya tidak terduga, Red) Rp 23 miliar, sebesar Rp 10 miliar dialokasikan untuk penanganan bencana nonkorona. Anggaran ini harus dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana banjir genangan telah menyapa Jember. Salah satu hal penting untuk dilakukan adalah penguatan penanganannya. Mulai dari mitigasi sampai pasca terjadinya bencana di Jember. Apalagi, alokasi anggaran untuk kebencanaan di Jember bisa dibilang cukup besar, khususnya setelah perubahan anggaran keuangan.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menyampaikan, pemerintah tidak perlu ragu untuk menggunakan anggaran kebencanaan. “Setelah melalui perubahan, anggaran kebencanaan di BPBD Jember sekitar Rp 10 miliar lebih. Ini perlu dikelola dengan baik sehingga penanganan bencana tepat sasaran,” kata politisi PDIP Jember yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Selain menggunakan anggaran untuk penanganan di Jember, Ipung menyebut, pemerintah perlu melakukan pengawasan sebagai antisipasi atas kemungkinan terjadinya banjir lagi. “Daerah-daerah yang rutin mengalami banjir harus terus dipantau. Jangan hanya BPBD, tetapi melibatkan unsur relawan. Paling tidak, ada antisipasi agar tidak ada korban jiwa,” tegas Ipung.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Ardi Pujo Wibowo juga memberikan pandangan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, pemerintah harus turun untuk melakukan penanganan menyeluruh. “Mulai dari unsur pemerintah desa Jember sampai ke kabupaten harus hadir di tengah masyarakat. Ini untuk memastikan kondisi tetap aman dan memastikan siapa saja warga yang menjadi korban banjir,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, pemerintah perlu turun langsung juga untuk tujuan agar penanganan tidak salah sasaran. Anggaran di Jember yang ada semaksimal mungkin dipakai untuk penanggulangan bencana. “Dari BTT (biaya tidak terduga, Red) Rp 23 miliar, sebesar Rp 10 miliar dialokasikan untuk penanganan bencana nonkorona. Anggaran ini harus dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/