alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mimpi Besar Pemerintahan Jember: Adminduk Harus Bisa Tuntas di Desa

“Saat pandemi, Lahbako sebagai layanan alternatif. Seandainya ini dioptimalkan, maka akan lebih cepat. Warga tidak perlu datang ke kecamatan atau ke Dispendukcapil untuk mengurus administrasi tertentu.”ISNAINI DWI SUSANTI - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Administrasi kependudukan (adminduk) untuk setiap warga menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting. Untuk itu, layanan maksimal dengan segala terobosan diharapkan dapat memudahkan urusan adminduk. Kalau perlu, untuk pembuatan kartu keluarga (KK) orang yang tinggal di pelosok desa, masyarakat tidak lagi datang ke kantor kecamatan maupun datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang ada di pusat kota.

Layanan adminduk yang diharapkan bisa tuntas di desa maupun di kelurahan saat ini menjadi mimpi besar serta progres layanan Dispendukcapil Pemkab Jember. Apabila kemudahan itu nantinya bisa dilakukan, maka mereka yang tinggal di pinggir pantai, di perbatasan Lumajang, Banyuwangi, maupun Bondowoso tidak harus datang ke kecamatan maupun ke kota Jember.

Sekadar diketahui, urusan adminduk memang menjadi hal penting untuk kehidupan sehari-hari. Betapa tidak, bayi yang lahir harus punya akta kelahiran, orang menikah harus memiliki KK, pinjam uang harus punya KTP. Bahkan, orang yang meninggal dibuatkan surat kematian. Masalah identitas memang tak bisa diduakan, karena urusan itu melekat pada setiap orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dispendukcapil Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan, Dispendukcapil saat ini sudah memiliki aplikasi Lahbako, layanan adminduk yang dibuat untuk memudahkan warga di masa pandemi korona.

Pada mulanya, Lahbako hanya sebagai layanan alternatif di samping terdapat sistem informasi pelayanan (SIP) serta layanan melalui WhatsApp. “Sementara, aplikasi Lahbako hanya ada di kecamatan-kecamatan. Setelah dievaluasi, Lahbako sangat efektif untuk diteruskan,” katanya di hadapan sejumlah anggota dewan di Komisi A DPRD Jember, kemarin (14/10).

Apabila aplikasi Lahbako itu diterapkan di desa-desa, maka layanan adminduk akan lebih cepat dan tuntas di desa. “Saat pandemi, Lahbako sebagai layanan alternatif. Seandainya ini dioptimalkan, maka akan lebih cepat. Warga tidak perlu datang ke kecamatan atau ke Dispendukcapil untuk mengurus administrasi tertentu,” jelasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Administrasi kependudukan (adminduk) untuk setiap warga menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting. Untuk itu, layanan maksimal dengan segala terobosan diharapkan dapat memudahkan urusan adminduk. Kalau perlu, untuk pembuatan kartu keluarga (KK) orang yang tinggal di pelosok desa, masyarakat tidak lagi datang ke kantor kecamatan maupun datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang ada di pusat kota.

Layanan adminduk yang diharapkan bisa tuntas di desa maupun di kelurahan saat ini menjadi mimpi besar serta progres layanan Dispendukcapil Pemkab Jember. Apabila kemudahan itu nantinya bisa dilakukan, maka mereka yang tinggal di pinggir pantai, di perbatasan Lumajang, Banyuwangi, maupun Bondowoso tidak harus datang ke kecamatan maupun ke kota Jember.

Sekadar diketahui, urusan adminduk memang menjadi hal penting untuk kehidupan sehari-hari. Betapa tidak, bayi yang lahir harus punya akta kelahiran, orang menikah harus memiliki KK, pinjam uang harus punya KTP. Bahkan, orang yang meninggal dibuatkan surat kematian. Masalah identitas memang tak bisa diduakan, karena urusan itu melekat pada setiap orang.

Kepala Dispendukcapil Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan, Dispendukcapil saat ini sudah memiliki aplikasi Lahbako, layanan adminduk yang dibuat untuk memudahkan warga di masa pandemi korona.

Pada mulanya, Lahbako hanya sebagai layanan alternatif di samping terdapat sistem informasi pelayanan (SIP) serta layanan melalui WhatsApp. “Sementara, aplikasi Lahbako hanya ada di kecamatan-kecamatan. Setelah dievaluasi, Lahbako sangat efektif untuk diteruskan,” katanya di hadapan sejumlah anggota dewan di Komisi A DPRD Jember, kemarin (14/10).

Apabila aplikasi Lahbako itu diterapkan di desa-desa, maka layanan adminduk akan lebih cepat dan tuntas di desa. “Saat pandemi, Lahbako sebagai layanan alternatif. Seandainya ini dioptimalkan, maka akan lebih cepat. Warga tidak perlu datang ke kecamatan atau ke Dispendukcapil untuk mengurus administrasi tertentu,” jelasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Administrasi kependudukan (adminduk) untuk setiap warga menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting. Untuk itu, layanan maksimal dengan segala terobosan diharapkan dapat memudahkan urusan adminduk. Kalau perlu, untuk pembuatan kartu keluarga (KK) orang yang tinggal di pelosok desa, masyarakat tidak lagi datang ke kantor kecamatan maupun datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang ada di pusat kota.

Layanan adminduk yang diharapkan bisa tuntas di desa maupun di kelurahan saat ini menjadi mimpi besar serta progres layanan Dispendukcapil Pemkab Jember. Apabila kemudahan itu nantinya bisa dilakukan, maka mereka yang tinggal di pinggir pantai, di perbatasan Lumajang, Banyuwangi, maupun Bondowoso tidak harus datang ke kecamatan maupun ke kota Jember.

Sekadar diketahui, urusan adminduk memang menjadi hal penting untuk kehidupan sehari-hari. Betapa tidak, bayi yang lahir harus punya akta kelahiran, orang menikah harus memiliki KK, pinjam uang harus punya KTP. Bahkan, orang yang meninggal dibuatkan surat kematian. Masalah identitas memang tak bisa diduakan, karena urusan itu melekat pada setiap orang.

Kepala Dispendukcapil Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan, Dispendukcapil saat ini sudah memiliki aplikasi Lahbako, layanan adminduk yang dibuat untuk memudahkan warga di masa pandemi korona.

Pada mulanya, Lahbako hanya sebagai layanan alternatif di samping terdapat sistem informasi pelayanan (SIP) serta layanan melalui WhatsApp. “Sementara, aplikasi Lahbako hanya ada di kecamatan-kecamatan. Setelah dievaluasi, Lahbako sangat efektif untuk diteruskan,” katanya di hadapan sejumlah anggota dewan di Komisi A DPRD Jember, kemarin (14/10).

Apabila aplikasi Lahbako itu diterapkan di desa-desa, maka layanan adminduk akan lebih cepat dan tuntas di desa. “Saat pandemi, Lahbako sebagai layanan alternatif. Seandainya ini dioptimalkan, maka akan lebih cepat. Warga tidak perlu datang ke kecamatan atau ke Dispendukcapil untuk mengurus administrasi tertentu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/