alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Lihat Pengumuman PPPK Jember Tahap 1

Baru 17 Guru PAI Lolos

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 hanya meloloskan 17 guru Pendidikan Agama Islam PAI untuk mengisi lembaga yang membutuhkan. Jumlah ini dirasa masih sangat kurang. Sebab, sekolah seyogianya membutuhkan minimal dua guru PAI.

Ketua Asosiasi Guru PAI Jember Zaenul Hadi mengungkapkan, ada beberapa faktor ketidaklolosan guru honorer untuk mengisi kekosongan formasi guru PAI. Di antaranya lantaran masa kerja yang masih rendah dibanding dengan peserta lain yang melamar di instansi dan formasi yang sama. Juga lantaran tujuan instansi bukan termasuk sekolah induknya.

Dia mencontohkan sekolahnya yang masih kekurangan satu tenaga pendidik PAI. “Barangkali kalah senioritas. Kemudian, sekolah induk tidak di sana,” ungkap guru SMP Negeri 2 Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih jauh, berdasarkan data MGMP, terdapat 34 kebutuhan guru agama di jenjang SMP negeri. Artinya, masih banyak SMP Negeri yang tidak memiliki guru agama. “Data dari MGMP itu wilayah utara meliputi Kalisat dan Ledokombo kurang 13. Wilayah tengah kurang tiga. Meliputi Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. Kemudian, wilayah selatan, termasuk Tempurejo, kurang empat. Wilayah barat kurang delapan, dan wilayah timur kurang enam. Jadi, totalnya kekurangan SMP negeri yang kosong itu 34,” paparnya.

Artinya, lembaga-lembaga SMP yang kosong itu guru PAI-nya masih berstatus honorer, dan latar belakang pendidikannya tidak menjamin linier dengan bidang yang diajarkan. Menurut dia, kekurangan guru PAI harus segera mendapat perhatian dari pemerintah dan menjadi persoalan yang serius. Sebab, jika tidak, akan ada banyak guru PAI yang bukan dari latar belakang pendidikan linier mengajar. “Jumlah ini belum termasuk keseluruhan kondisi terpenuhi tidaknya di lembaga SD. Masih hanya di tingkat SMP,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 hanya meloloskan 17 guru Pendidikan Agama Islam PAI untuk mengisi lembaga yang membutuhkan. Jumlah ini dirasa masih sangat kurang. Sebab, sekolah seyogianya membutuhkan minimal dua guru PAI.

Ketua Asosiasi Guru PAI Jember Zaenul Hadi mengungkapkan, ada beberapa faktor ketidaklolosan guru honorer untuk mengisi kekosongan formasi guru PAI. Di antaranya lantaran masa kerja yang masih rendah dibanding dengan peserta lain yang melamar di instansi dan formasi yang sama. Juga lantaran tujuan instansi bukan termasuk sekolah induknya.

Dia mencontohkan sekolahnya yang masih kekurangan satu tenaga pendidik PAI. “Barangkali kalah senioritas. Kemudian, sekolah induk tidak di sana,” ungkap guru SMP Negeri 2 Jember itu.

Lebih jauh, berdasarkan data MGMP, terdapat 34 kebutuhan guru agama di jenjang SMP negeri. Artinya, masih banyak SMP Negeri yang tidak memiliki guru agama. “Data dari MGMP itu wilayah utara meliputi Kalisat dan Ledokombo kurang 13. Wilayah tengah kurang tiga. Meliputi Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. Kemudian, wilayah selatan, termasuk Tempurejo, kurang empat. Wilayah barat kurang delapan, dan wilayah timur kurang enam. Jadi, totalnya kekurangan SMP negeri yang kosong itu 34,” paparnya.

Artinya, lembaga-lembaga SMP yang kosong itu guru PAI-nya masih berstatus honorer, dan latar belakang pendidikannya tidak menjamin linier dengan bidang yang diajarkan. Menurut dia, kekurangan guru PAI harus segera mendapat perhatian dari pemerintah dan menjadi persoalan yang serius. Sebab, jika tidak, akan ada banyak guru PAI yang bukan dari latar belakang pendidikan linier mengajar. “Jumlah ini belum termasuk keseluruhan kondisi terpenuhi tidaknya di lembaga SD. Masih hanya di tingkat SMP,” imbuhnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 hanya meloloskan 17 guru Pendidikan Agama Islam PAI untuk mengisi lembaga yang membutuhkan. Jumlah ini dirasa masih sangat kurang. Sebab, sekolah seyogianya membutuhkan minimal dua guru PAI.

Ketua Asosiasi Guru PAI Jember Zaenul Hadi mengungkapkan, ada beberapa faktor ketidaklolosan guru honorer untuk mengisi kekosongan formasi guru PAI. Di antaranya lantaran masa kerja yang masih rendah dibanding dengan peserta lain yang melamar di instansi dan formasi yang sama. Juga lantaran tujuan instansi bukan termasuk sekolah induknya.

Dia mencontohkan sekolahnya yang masih kekurangan satu tenaga pendidik PAI. “Barangkali kalah senioritas. Kemudian, sekolah induk tidak di sana,” ungkap guru SMP Negeri 2 Jember itu.

Lebih jauh, berdasarkan data MGMP, terdapat 34 kebutuhan guru agama di jenjang SMP negeri. Artinya, masih banyak SMP Negeri yang tidak memiliki guru agama. “Data dari MGMP itu wilayah utara meliputi Kalisat dan Ledokombo kurang 13. Wilayah tengah kurang tiga. Meliputi Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. Kemudian, wilayah selatan, termasuk Tempurejo, kurang empat. Wilayah barat kurang delapan, dan wilayah timur kurang enam. Jadi, totalnya kekurangan SMP negeri yang kosong itu 34,” paparnya.

Artinya, lembaga-lembaga SMP yang kosong itu guru PAI-nya masih berstatus honorer, dan latar belakang pendidikannya tidak menjamin linier dengan bidang yang diajarkan. Menurut dia, kekurangan guru PAI harus segera mendapat perhatian dari pemerintah dan menjadi persoalan yang serius. Sebab, jika tidak, akan ada banyak guru PAI yang bukan dari latar belakang pendidikan linier mengajar. “Jumlah ini belum termasuk keseluruhan kondisi terpenuhi tidaknya di lembaga SD. Masih hanya di tingkat SMP,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/