alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ditemukan Ijazah Ganda dari Calon Kepala Desa Sleteng Ledokombo

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku berasal dari perwakilan masyarakat Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, mendatangi Ruang Komisi A DPRD Jember, siang kemarin (14/10). Kedatangan mereka mewakili sekitar 400-an warga Desa Slateng yang telah membubuhkan tanda tangan. Permintaannya kepada segenap panitia tingkat desa hingga kabupaten adalah untuk menunda tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Slateng.

Saat berada di Ruang Komisi A itu, para warga seketika memaparkan alasan utama kedatangan mereka kepada anggota dewan, yang saat itu ditemui Ketua Komisi A Tabroni beserta beberapa anggotanya, yakni Suharyatik, Sunardi, dan Alfan Yusfi. “Dugaan kecacatan administrasi di salah satu calon mohon disikapi. Jadi, sangat diharapkan adanya verifikasi yang ketat di tiap tingkatan panitia pilkades, kenapa calon tersebut lolos,” papar Sucipto, salah satu perwakilan warga.

Zainal Arifin, perwakilan warga lainnya, menjabarkan terkait dugaan tersebut. Menurut dia, salah satu calon yang ditetapkan merupakan incumbent, dikabarkan bikin heboh dengan pengakuannya. Sebab, menggunakan dua ijazah dengan nomor dan tahun kelulusan yang berbeda. Bahkan, yang bersangkutan sempat mengakui ijazah yang digunakan mendaftar pilkades Slateng pada 2014 lalu. “Itu salah, yang benar yang digunakan mendaftar pilkades di 2021 ini,” ujarnya menirukan cakades.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu dinilainya memantik kecemburuan masyarakat, lebih-lebih calon kades lainnya. Seolah-olah masyarakat tertipu dengan administrasi bodong tersebut. “Kalau keinginan masyarakat di arus bawah, ini ditunda setelah ada keputusan hukum, dan/atau mendiskualifikasi calon ini,” jelas Zainal.

Sementara itu, Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, menyebutkan, setelah mendengarkan aduan masyarakat itu, pihaknya bakal membentuk tim ahli komisi A yang nantinya melakukan pengkajian permasalahan itu secara komprehensif. “Kalau tim ahli komisi A merekomendasikan untuk menunda, maka kami sampaikan ke Dispemasdes untuk menunda,” jelasnya.

Sementara, mengenai proses gugatan perkara Pilkades Slateng yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, pihaknya belum banyak menjabarkan. Sebab, proses hukumnya masih berjalan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku berasal dari perwakilan masyarakat Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, mendatangi Ruang Komisi A DPRD Jember, siang kemarin (14/10). Kedatangan mereka mewakili sekitar 400-an warga Desa Slateng yang telah membubuhkan tanda tangan. Permintaannya kepada segenap panitia tingkat desa hingga kabupaten adalah untuk menunda tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Slateng.

Saat berada di Ruang Komisi A itu, para warga seketika memaparkan alasan utama kedatangan mereka kepada anggota dewan, yang saat itu ditemui Ketua Komisi A Tabroni beserta beberapa anggotanya, yakni Suharyatik, Sunardi, dan Alfan Yusfi. “Dugaan kecacatan administrasi di salah satu calon mohon disikapi. Jadi, sangat diharapkan adanya verifikasi yang ketat di tiap tingkatan panitia pilkades, kenapa calon tersebut lolos,” papar Sucipto, salah satu perwakilan warga.

Zainal Arifin, perwakilan warga lainnya, menjabarkan terkait dugaan tersebut. Menurut dia, salah satu calon yang ditetapkan merupakan incumbent, dikabarkan bikin heboh dengan pengakuannya. Sebab, menggunakan dua ijazah dengan nomor dan tahun kelulusan yang berbeda. Bahkan, yang bersangkutan sempat mengakui ijazah yang digunakan mendaftar pilkades Slateng pada 2014 lalu. “Itu salah, yang benar yang digunakan mendaftar pilkades di 2021 ini,” ujarnya menirukan cakades.

Hal itu dinilainya memantik kecemburuan masyarakat, lebih-lebih calon kades lainnya. Seolah-olah masyarakat tertipu dengan administrasi bodong tersebut. “Kalau keinginan masyarakat di arus bawah, ini ditunda setelah ada keputusan hukum, dan/atau mendiskualifikasi calon ini,” jelas Zainal.

Sementara itu, Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, menyebutkan, setelah mendengarkan aduan masyarakat itu, pihaknya bakal membentuk tim ahli komisi A yang nantinya melakukan pengkajian permasalahan itu secara komprehensif. “Kalau tim ahli komisi A merekomendasikan untuk menunda, maka kami sampaikan ke Dispemasdes untuk menunda,” jelasnya.

Sementara, mengenai proses gugatan perkara Pilkades Slateng yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, pihaknya belum banyak menjabarkan. Sebab, proses hukumnya masih berjalan.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang yang mengaku berasal dari perwakilan masyarakat Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, mendatangi Ruang Komisi A DPRD Jember, siang kemarin (14/10). Kedatangan mereka mewakili sekitar 400-an warga Desa Slateng yang telah membubuhkan tanda tangan. Permintaannya kepada segenap panitia tingkat desa hingga kabupaten adalah untuk menunda tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Slateng.

Saat berada di Ruang Komisi A itu, para warga seketika memaparkan alasan utama kedatangan mereka kepada anggota dewan, yang saat itu ditemui Ketua Komisi A Tabroni beserta beberapa anggotanya, yakni Suharyatik, Sunardi, dan Alfan Yusfi. “Dugaan kecacatan administrasi di salah satu calon mohon disikapi. Jadi, sangat diharapkan adanya verifikasi yang ketat di tiap tingkatan panitia pilkades, kenapa calon tersebut lolos,” papar Sucipto, salah satu perwakilan warga.

Zainal Arifin, perwakilan warga lainnya, menjabarkan terkait dugaan tersebut. Menurut dia, salah satu calon yang ditetapkan merupakan incumbent, dikabarkan bikin heboh dengan pengakuannya. Sebab, menggunakan dua ijazah dengan nomor dan tahun kelulusan yang berbeda. Bahkan, yang bersangkutan sempat mengakui ijazah yang digunakan mendaftar pilkades Slateng pada 2014 lalu. “Itu salah, yang benar yang digunakan mendaftar pilkades di 2021 ini,” ujarnya menirukan cakades.

Hal itu dinilainya memantik kecemburuan masyarakat, lebih-lebih calon kades lainnya. Seolah-olah masyarakat tertipu dengan administrasi bodong tersebut. “Kalau keinginan masyarakat di arus bawah, ini ditunda setelah ada keputusan hukum, dan/atau mendiskualifikasi calon ini,” jelas Zainal.

Sementara itu, Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, menyebutkan, setelah mendengarkan aduan masyarakat itu, pihaknya bakal membentuk tim ahli komisi A yang nantinya melakukan pengkajian permasalahan itu secara komprehensif. “Kalau tim ahli komisi A merekomendasikan untuk menunda, maka kami sampaikan ke Dispemasdes untuk menunda,” jelasnya.

Sementara, mengenai proses gugatan perkara Pilkades Slateng yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, pihaknya belum banyak menjabarkan. Sebab, proses hukumnya masih berjalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/