alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Waspadai Mata Minus pada Anak

Selama Sekolah Daring di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurutnya, semakin anak itu bermain atau melihat layar gawai, sebenarnya bukan hanya persoalan mata akan cepat capek. Tapi yang membuat problem adalah saraf otot penglihatan jarak jauhnya tidak dilatih, karena terlalu sering melihat dari dekat, sehingga berakibat matanya minus. “Jarak minimal lihat layar gawai adalah 30 cm atau dua sampai tiga kali telapak tangan orang dewasa,” terangnya.

Solusinya, dia berkata, ajaklah anak itu melihat benda-benda dari jauh. Bisa pemandangan, pepohonan, dan lainnya. “Melihat jarak jauh itu juga meringankan mata kelelahan akibat terlalu lama di depan komputer,” tuturnya.

Kegiatan olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola, hingga tenis, juga mampu melatih saraf otot penglihatan jarak jauh dan dekat. “Olahraga tambah bagus, karena melatih dengan cepat penglihatan jauh dan langsung dekat. Seperti bermain tenis atau bulu tangkis,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun perlu dicatat, bila mata anak telah minus dan memakai kacamata, maka bermain olahraga juga perlu kehati-hatian. “Kalau pakai kacamata, main tenis lalu bolanya terkena kacamata hingga kacanya pecah dan melukai mata, justru itu bahaya,” terangnya.

Bagas berharap orang tua yang sekarang lebih banyak bersama buah hatinya di rumah selalu mengamati putra-putrinya dalam melihat. Apakah ada yang aneh atau tidak. “Contohnya saat nonton TV bersama. Bila anaknya tidak nyaman dan ingin melihat lebih dekat, maka perlu diwaspadai,” jelasnya.

Sementara itu, juga rajin mengonsumsi sayur hijau, wortel, dan tomat. Makanan sehat mengandung vitamin A itu akan memberikan nutrisi pada saraf otot penglihatan. “Jadi, jangan beri anak itu makanan bakso dan mie instan saja. Beri anak itu doyan makanan hijau, wortel, dan tomat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Menurutnya, semakin anak itu bermain atau melihat layar gawai, sebenarnya bukan hanya persoalan mata akan cepat capek. Tapi yang membuat problem adalah saraf otot penglihatan jarak jauhnya tidak dilatih, karena terlalu sering melihat dari dekat, sehingga berakibat matanya minus. “Jarak minimal lihat layar gawai adalah 30 cm atau dua sampai tiga kali telapak tangan orang dewasa,” terangnya.

Solusinya, dia berkata, ajaklah anak itu melihat benda-benda dari jauh. Bisa pemandangan, pepohonan, dan lainnya. “Melihat jarak jauh itu juga meringankan mata kelelahan akibat terlalu lama di depan komputer,” tuturnya.

Kegiatan olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola, hingga tenis, juga mampu melatih saraf otot penglihatan jarak jauh dan dekat. “Olahraga tambah bagus, karena melatih dengan cepat penglihatan jauh dan langsung dekat. Seperti bermain tenis atau bulu tangkis,” jelasnya.

Namun perlu dicatat, bila mata anak telah minus dan memakai kacamata, maka bermain olahraga juga perlu kehati-hatian. “Kalau pakai kacamata, main tenis lalu bolanya terkena kacamata hingga kacanya pecah dan melukai mata, justru itu bahaya,” terangnya.

Bagas berharap orang tua yang sekarang lebih banyak bersama buah hatinya di rumah selalu mengamati putra-putrinya dalam melihat. Apakah ada yang aneh atau tidak. “Contohnya saat nonton TV bersama. Bila anaknya tidak nyaman dan ingin melihat lebih dekat, maka perlu diwaspadai,” jelasnya.

Sementara itu, juga rajin mengonsumsi sayur hijau, wortel, dan tomat. Makanan sehat mengandung vitamin A itu akan memberikan nutrisi pada saraf otot penglihatan. “Jadi, jangan beri anak itu makanan bakso dan mie instan saja. Beri anak itu doyan makanan hijau, wortel, dan tomat,” pungkasnya.

Menurutnya, semakin anak itu bermain atau melihat layar gawai, sebenarnya bukan hanya persoalan mata akan cepat capek. Tapi yang membuat problem adalah saraf otot penglihatan jarak jauhnya tidak dilatih, karena terlalu sering melihat dari dekat, sehingga berakibat matanya minus. “Jarak minimal lihat layar gawai adalah 30 cm atau dua sampai tiga kali telapak tangan orang dewasa,” terangnya.

Solusinya, dia berkata, ajaklah anak itu melihat benda-benda dari jauh. Bisa pemandangan, pepohonan, dan lainnya. “Melihat jarak jauh itu juga meringankan mata kelelahan akibat terlalu lama di depan komputer,” tuturnya.

Kegiatan olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola, hingga tenis, juga mampu melatih saraf otot penglihatan jarak jauh dan dekat. “Olahraga tambah bagus, karena melatih dengan cepat penglihatan jauh dan langsung dekat. Seperti bermain tenis atau bulu tangkis,” jelasnya.

Namun perlu dicatat, bila mata anak telah minus dan memakai kacamata, maka bermain olahraga juga perlu kehati-hatian. “Kalau pakai kacamata, main tenis lalu bolanya terkena kacamata hingga kacanya pecah dan melukai mata, justru itu bahaya,” terangnya.

Bagas berharap orang tua yang sekarang lebih banyak bersama buah hatinya di rumah selalu mengamati putra-putrinya dalam melihat. Apakah ada yang aneh atau tidak. “Contohnya saat nonton TV bersama. Bila anaknya tidak nyaman dan ingin melihat lebih dekat, maka perlu diwaspadai,” jelasnya.

Sementara itu, juga rajin mengonsumsi sayur hijau, wortel, dan tomat. Makanan sehat mengandung vitamin A itu akan memberikan nutrisi pada saraf otot penglihatan. “Jadi, jangan beri anak itu makanan bakso dan mie instan saja. Beri anak itu doyan makanan hijau, wortel, dan tomat,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/