alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hindari Kerugian, Tembakau Dijual Tampangan

Karena Daya Serap Pabrik Masih Lemah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak harga jual tembakau anjlok pada beberapa pekan lalu, kini petani mulai banting setir. Mereka enggan buntung kesekian kalinya, sehingga mencari cara agar tanaman tembakaunya menghasilkan duit. Petani akhirnya mengolah tembakau secara mandiri dan menjualnya dari rumah ke rumah.

Dian, warga Kelurahan Mangli, Kaliwates, menjual tembakaunya dengan keliling door to door. Cara itu diakuinya baru pertama kali dilakukan. “Kalau dijual seperti biasanya ke pengepul, lalu dikirim ke pabrik, itu sudah tidak laku. Kalaupun laku, harganya murah,” katanya.

Sebenarnya, cara tersebut sudah lama dilakukan para petani tembakau. Biasanya, kata Dian, tiap panen tembakau, petani tidak menjual semua hasil panennya. Namun, ada sebagian yang disimpan hingga kurun waktu beberapa bulan. Bahkan, ada yang sampai setahun. Tembakau yang disimpan itulah yang diyakini bakal dijual eceran, karena diyakini memiliki cita rasa tersendiri yang disukai konsumennya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak harga jual tembakau anjlok pada beberapa pekan lalu, kini petani mulai banting setir. Mereka enggan buntung kesekian kalinya, sehingga mencari cara agar tanaman tembakaunya menghasilkan duit. Petani akhirnya mengolah tembakau secara mandiri dan menjualnya dari rumah ke rumah.

Dian, warga Kelurahan Mangli, Kaliwates, menjual tembakaunya dengan keliling door to door. Cara itu diakuinya baru pertama kali dilakukan. “Kalau dijual seperti biasanya ke pengepul, lalu dikirim ke pabrik, itu sudah tidak laku. Kalaupun laku, harganya murah,” katanya.

Sebenarnya, cara tersebut sudah lama dilakukan para petani tembakau. Biasanya, kata Dian, tiap panen tembakau, petani tidak menjual semua hasil panennya. Namun, ada sebagian yang disimpan hingga kurun waktu beberapa bulan. Bahkan, ada yang sampai setahun. Tembakau yang disimpan itulah yang diyakini bakal dijual eceran, karena diyakini memiliki cita rasa tersendiri yang disukai konsumennya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak harga jual tembakau anjlok pada beberapa pekan lalu, kini petani mulai banting setir. Mereka enggan buntung kesekian kalinya, sehingga mencari cara agar tanaman tembakaunya menghasilkan duit. Petani akhirnya mengolah tembakau secara mandiri dan menjualnya dari rumah ke rumah.

Dian, warga Kelurahan Mangli, Kaliwates, menjual tembakaunya dengan keliling door to door. Cara itu diakuinya baru pertama kali dilakukan. “Kalau dijual seperti biasanya ke pengepul, lalu dikirim ke pabrik, itu sudah tidak laku. Kalaupun laku, harganya murah,” katanya.

Sebenarnya, cara tersebut sudah lama dilakukan para petani tembakau. Biasanya, kata Dian, tiap panen tembakau, petani tidak menjual semua hasil panennya. Namun, ada sebagian yang disimpan hingga kurun waktu beberapa bulan. Bahkan, ada yang sampai setahun. Tembakau yang disimpan itulah yang diyakini bakal dijual eceran, karena diyakini memiliki cita rasa tersendiri yang disukai konsumennya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/