alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Fasilitas Publik Tak Ramah Disabilitas

PR Pemerintah untuk Aksesibilitas Difabel

Mobile_AP_Rectangle 1

Cawabup Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menyampaikan, untuk bisa memenuhi aksesibilitas itu, maka perlu sinergi semua pihak. Membesarkan hati disabilitas agar tak minder dan memperlakukannya secara adil. Juga membangkitkan semangat hidup dari segala aspek. Baik fisik maupun sensorik.

Menurutnya, perda tentang disabilitas sudah cukup baik. “Adanya perda tinggal aplikasi dan penyempurnaan saja. Kami berkomitmen. Pemerintah wajib menjamin pemenuhan hak disabilitas. Mengoptimalkan tempat dan fasilitas, peralatan, serta memberikan anggaran yang cukup,” jelas Gus Firjaun yang digandeng Hendy Siswanto itu.

Sementara itu, cawabup Ifan Ariadna Wijaya (Kang Ifan) menyebut, adanya payung hukum bagi penyandang disabilitas tinggal implementasi dan eksekusi saja. Menurutnya, banyaknya program memang penting, tetapi tiada berarti tanpa direalisasikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itu, bupati dan wakil bupati harus benar-benar mengetahui dan menjalankan tugas dengan baik. Hal penting yang tidak boleh ditinggal, menurutnya, adalah pembagian tugas antara bupati dan wakil bupati. “Ke depan teman-teman difabel harus bisa merasakan kebijakan Pemkab Jember. Dipastikan aksesnya, pemberdayaannya, bantuan modal, serta yang lain. Insyaallah, kami konkret,” ucap Ifan, yang berdampingan dengan cabup Abdussalam tersebut.

Aksesibilitas untuk difabel memang tergolong minim. Baik di tempat-tempat ibadah, fasilitas umum, maupun perkantoran dan kantor pemerintahan. Siapa pun yang nanti terpilih pada 9 Desember 2020, diharapkan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan para difabel.

- Advertisement -

Cawabup Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menyampaikan, untuk bisa memenuhi aksesibilitas itu, maka perlu sinergi semua pihak. Membesarkan hati disabilitas agar tak minder dan memperlakukannya secara adil. Juga membangkitkan semangat hidup dari segala aspek. Baik fisik maupun sensorik.

Menurutnya, perda tentang disabilitas sudah cukup baik. “Adanya perda tinggal aplikasi dan penyempurnaan saja. Kami berkomitmen. Pemerintah wajib menjamin pemenuhan hak disabilitas. Mengoptimalkan tempat dan fasilitas, peralatan, serta memberikan anggaran yang cukup,” jelas Gus Firjaun yang digandeng Hendy Siswanto itu.

Sementara itu, cawabup Ifan Ariadna Wijaya (Kang Ifan) menyebut, adanya payung hukum bagi penyandang disabilitas tinggal implementasi dan eksekusi saja. Menurutnya, banyaknya program memang penting, tetapi tiada berarti tanpa direalisasikan.

Untuk itu, bupati dan wakil bupati harus benar-benar mengetahui dan menjalankan tugas dengan baik. Hal penting yang tidak boleh ditinggal, menurutnya, adalah pembagian tugas antara bupati dan wakil bupati. “Ke depan teman-teman difabel harus bisa merasakan kebijakan Pemkab Jember. Dipastikan aksesnya, pemberdayaannya, bantuan modal, serta yang lain. Insyaallah, kami konkret,” ucap Ifan, yang berdampingan dengan cabup Abdussalam tersebut.

Aksesibilitas untuk difabel memang tergolong minim. Baik di tempat-tempat ibadah, fasilitas umum, maupun perkantoran dan kantor pemerintahan. Siapa pun yang nanti terpilih pada 9 Desember 2020, diharapkan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan para difabel.

Cawabup Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menyampaikan, untuk bisa memenuhi aksesibilitas itu, maka perlu sinergi semua pihak. Membesarkan hati disabilitas agar tak minder dan memperlakukannya secara adil. Juga membangkitkan semangat hidup dari segala aspek. Baik fisik maupun sensorik.

Menurutnya, perda tentang disabilitas sudah cukup baik. “Adanya perda tinggal aplikasi dan penyempurnaan saja. Kami berkomitmen. Pemerintah wajib menjamin pemenuhan hak disabilitas. Mengoptimalkan tempat dan fasilitas, peralatan, serta memberikan anggaran yang cukup,” jelas Gus Firjaun yang digandeng Hendy Siswanto itu.

Sementara itu, cawabup Ifan Ariadna Wijaya (Kang Ifan) menyebut, adanya payung hukum bagi penyandang disabilitas tinggal implementasi dan eksekusi saja. Menurutnya, banyaknya program memang penting, tetapi tiada berarti tanpa direalisasikan.

Untuk itu, bupati dan wakil bupati harus benar-benar mengetahui dan menjalankan tugas dengan baik. Hal penting yang tidak boleh ditinggal, menurutnya, adalah pembagian tugas antara bupati dan wakil bupati. “Ke depan teman-teman difabel harus bisa merasakan kebijakan Pemkab Jember. Dipastikan aksesnya, pemberdayaannya, bantuan modal, serta yang lain. Insyaallah, kami konkret,” ucap Ifan, yang berdampingan dengan cabup Abdussalam tersebut.

Aksesibilitas untuk difabel memang tergolong minim. Baik di tempat-tempat ibadah, fasilitas umum, maupun perkantoran dan kantor pemerintahan. Siapa pun yang nanti terpilih pada 9 Desember 2020, diharapkan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan para difabel.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/