alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Fasilitas Publik Tak Ramah Disabilitas

PR Pemerintah untuk Aksesibilitas Difabel

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu seputar akses penyandang disabilitas menjadi topik hangat yang dibicarakan tiga calon wakil bupati (cawabup) Jember. Masing-masing cawabup menyampaikan pandangannya saat melakukan dialog seputar penyandang disabilitas di salah satu hotel di Sumbersari, Selasa (13/10) malam. Agenda ini diselenggarakan Forum Disabilitas Berdemokrasi.

Di antara fokus pembahasan yakni berkaitan dengan aksesibilitas para difabel. Jember selama ini dinilai oleh para difabel masih jauh dari kabupaten inklusi. Sebab, akses kantor pemerintahan dan fasilitas umum hampir seluruhnya belum ramah difabel.

Moderator dialog, Teguh Kasian menyampaikan, akses dan fasilitas kantor atau tempat umum di Jember selama ini belum maksimal melayani para difabel. Hal itu dibuktikan dengan tiadanya peralatan atau hal-hal yang dibutuhkan. “Kantor pemerintah seakan seperti tempat suci yang sulit diakses teman-teman difabel,” katanya. Dia pun melempar kasus minimnya aksesibilitas kepada para cawabup.

Mobile_AP_Rectangle 2

Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) menyampaikan, aksesibilitas merupakan hal penting yang patut diperhatikan. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengakomodasi kebutuhan disabilitas. Baik di tempat-tempat publik, fasilitas umum, maupun tempat ibadah.

Tak hanya itu, Vian juga menyampaikan, perlu penyejahteraan kepada penyandang disabilitas. “Kami nanti akan membuat kartu jaminan disabilitas. Kemudian, untuk antrean layanan, bisa mengutamakan disabilitas. Kami juga akan membuka fasilitas olahraga untuk penyandang disabilitas,” ucap pemuda yang mendampingi cabup Faida tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu seputar akses penyandang disabilitas menjadi topik hangat yang dibicarakan tiga calon wakil bupati (cawabup) Jember. Masing-masing cawabup menyampaikan pandangannya saat melakukan dialog seputar penyandang disabilitas di salah satu hotel di Sumbersari, Selasa (13/10) malam. Agenda ini diselenggarakan Forum Disabilitas Berdemokrasi.

Di antara fokus pembahasan yakni berkaitan dengan aksesibilitas para difabel. Jember selama ini dinilai oleh para difabel masih jauh dari kabupaten inklusi. Sebab, akses kantor pemerintahan dan fasilitas umum hampir seluruhnya belum ramah difabel.

Moderator dialog, Teguh Kasian menyampaikan, akses dan fasilitas kantor atau tempat umum di Jember selama ini belum maksimal melayani para difabel. Hal itu dibuktikan dengan tiadanya peralatan atau hal-hal yang dibutuhkan. “Kantor pemerintah seakan seperti tempat suci yang sulit diakses teman-teman difabel,” katanya. Dia pun melempar kasus minimnya aksesibilitas kepada para cawabup.

Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) menyampaikan, aksesibilitas merupakan hal penting yang patut diperhatikan. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengakomodasi kebutuhan disabilitas. Baik di tempat-tempat publik, fasilitas umum, maupun tempat ibadah.

Tak hanya itu, Vian juga menyampaikan, perlu penyejahteraan kepada penyandang disabilitas. “Kami nanti akan membuat kartu jaminan disabilitas. Kemudian, untuk antrean layanan, bisa mengutamakan disabilitas. Kami juga akan membuka fasilitas olahraga untuk penyandang disabilitas,” ucap pemuda yang mendampingi cabup Faida tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu seputar akses penyandang disabilitas menjadi topik hangat yang dibicarakan tiga calon wakil bupati (cawabup) Jember. Masing-masing cawabup menyampaikan pandangannya saat melakukan dialog seputar penyandang disabilitas di salah satu hotel di Sumbersari, Selasa (13/10) malam. Agenda ini diselenggarakan Forum Disabilitas Berdemokrasi.

Di antara fokus pembahasan yakni berkaitan dengan aksesibilitas para difabel. Jember selama ini dinilai oleh para difabel masih jauh dari kabupaten inklusi. Sebab, akses kantor pemerintahan dan fasilitas umum hampir seluruhnya belum ramah difabel.

Moderator dialog, Teguh Kasian menyampaikan, akses dan fasilitas kantor atau tempat umum di Jember selama ini belum maksimal melayani para difabel. Hal itu dibuktikan dengan tiadanya peralatan atau hal-hal yang dibutuhkan. “Kantor pemerintah seakan seperti tempat suci yang sulit diakses teman-teman difabel,” katanya. Dia pun melempar kasus minimnya aksesibilitas kepada para cawabup.

Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) menyampaikan, aksesibilitas merupakan hal penting yang patut diperhatikan. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengakomodasi kebutuhan disabilitas. Baik di tempat-tempat publik, fasilitas umum, maupun tempat ibadah.

Tak hanya itu, Vian juga menyampaikan, perlu penyejahteraan kepada penyandang disabilitas. “Kami nanti akan membuat kartu jaminan disabilitas. Kemudian, untuk antrean layanan, bisa mengutamakan disabilitas. Kami juga akan membuka fasilitas olahraga untuk penyandang disabilitas,” ucap pemuda yang mendampingi cabup Faida tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/