alexametrics
32 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Bupati Jember Pilih Naik Becak Hari Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Ada pemandangan tak biasa yang terlihat di Alun-Alun Jember, Rabu (15/9) pagi. Sebuah becak yang melintas mengelilingi ruang terbuka hijau (RTH) tersebut mengagetkan orang yang sedang berada di sana. Musababnya, sang pengayuh becak adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Dan si pemilik angkutan tradisional itu malah menjadi penumpangnya.

Mengenakan ublang, ikat kepala khas Jember, warna biru dan masker, Hendy berkali-kali melambaikan tangan serta mengumbar senyum. Peristiwa ini memantik keinginan masyarakat yang melihat untuk mengabadikannya menggunakan kamera HP. Karena mereka baru kali ini menyaksikan ada bupati mancal becak.

Ternyata, aksi bupati mengayuh becak ini adalah bagian dari launching kegiatan program pemberdayaan transportasi konvensional sebagai angkutan wisata. Pemkab Jember menggagas program wisata berbasis kendaraan konvensional seperti becak, angkot atau lin kuning, bus kota, dan ojek. Sarana transportasi ini sebagai alat untuk mendongkrak kedatangan wisatawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ide ini sangat bagus untuk memberdayakan angkutan konvensional di Kabupaten Jember. Karena saat ini transportasi tersebut semakin terpinggirkan. Kini orang boleh berkunjung ke tempat wisata, tidak perlu malu untuk naik becak, lin kuning, bus kota dan ojek. Dulu kendaraan ini pernah mengalami masa keemasan,” ungkap Hendy.

Dia menambahkan, walau kini Jember berada di level satu PPKM, namun diharapkan saat rekreasi warga tetap menaati aturan protokol kesehatan (prokes). Karena situasi saat ini belum steril dari virus korona.Tidak itu saja, ia meminta kepada warga Jember agar mencintai wisata lokal.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Ada pemandangan tak biasa yang terlihat di Alun-Alun Jember, Rabu (15/9) pagi. Sebuah becak yang melintas mengelilingi ruang terbuka hijau (RTH) tersebut mengagetkan orang yang sedang berada di sana. Musababnya, sang pengayuh becak adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Dan si pemilik angkutan tradisional itu malah menjadi penumpangnya.

Mengenakan ublang, ikat kepala khas Jember, warna biru dan masker, Hendy berkali-kali melambaikan tangan serta mengumbar senyum. Peristiwa ini memantik keinginan masyarakat yang melihat untuk mengabadikannya menggunakan kamera HP. Karena mereka baru kali ini menyaksikan ada bupati mancal becak.

Ternyata, aksi bupati mengayuh becak ini adalah bagian dari launching kegiatan program pemberdayaan transportasi konvensional sebagai angkutan wisata. Pemkab Jember menggagas program wisata berbasis kendaraan konvensional seperti becak, angkot atau lin kuning, bus kota, dan ojek. Sarana transportasi ini sebagai alat untuk mendongkrak kedatangan wisatawan.

“Ide ini sangat bagus untuk memberdayakan angkutan konvensional di Kabupaten Jember. Karena saat ini transportasi tersebut semakin terpinggirkan. Kini orang boleh berkunjung ke tempat wisata, tidak perlu malu untuk naik becak, lin kuning, bus kota dan ojek. Dulu kendaraan ini pernah mengalami masa keemasan,” ungkap Hendy.

Dia menambahkan, walau kini Jember berada di level satu PPKM, namun diharapkan saat rekreasi warga tetap menaati aturan protokol kesehatan (prokes). Karena situasi saat ini belum steril dari virus korona.Tidak itu saja, ia meminta kepada warga Jember agar mencintai wisata lokal.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Ada pemandangan tak biasa yang terlihat di Alun-Alun Jember, Rabu (15/9) pagi. Sebuah becak yang melintas mengelilingi ruang terbuka hijau (RTH) tersebut mengagetkan orang yang sedang berada di sana. Musababnya, sang pengayuh becak adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Dan si pemilik angkutan tradisional itu malah menjadi penumpangnya.

Mengenakan ublang, ikat kepala khas Jember, warna biru dan masker, Hendy berkali-kali melambaikan tangan serta mengumbar senyum. Peristiwa ini memantik keinginan masyarakat yang melihat untuk mengabadikannya menggunakan kamera HP. Karena mereka baru kali ini menyaksikan ada bupati mancal becak.

Ternyata, aksi bupati mengayuh becak ini adalah bagian dari launching kegiatan program pemberdayaan transportasi konvensional sebagai angkutan wisata. Pemkab Jember menggagas program wisata berbasis kendaraan konvensional seperti becak, angkot atau lin kuning, bus kota, dan ojek. Sarana transportasi ini sebagai alat untuk mendongkrak kedatangan wisatawan.

“Ide ini sangat bagus untuk memberdayakan angkutan konvensional di Kabupaten Jember. Karena saat ini transportasi tersebut semakin terpinggirkan. Kini orang boleh berkunjung ke tempat wisata, tidak perlu malu untuk naik becak, lin kuning, bus kota dan ojek. Dulu kendaraan ini pernah mengalami masa keemasan,” ungkap Hendy.

Dia menambahkan, walau kini Jember berada di level satu PPKM, namun diharapkan saat rekreasi warga tetap menaati aturan protokol kesehatan (prokes). Karena situasi saat ini belum steril dari virus korona.Tidak itu saja, ia meminta kepada warga Jember agar mencintai wisata lokal.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca