alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Palsu Gak Masalah, yang Penting Bisa Berkreasi

Perlakuan yang berbeda terhadap penyandang disabilitas kerap membuat mereka merasa dimarjinalkan. Dalam berkarir, terkadang minder lantaran tak seperti orang pada umumnya. Harapan mereka pun tumbuh dengan alat bantu tubuh.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang tampak sibuk berkemas. Mereka hendak ke luar kota. Kepergiannya bukan untuk urusan berbisnis. Setidaknya ada sepuluh orang yang akan berangkat dari Kaliwates ke Mojokerto. Lebih tepatnya, mereka akan berobat bersama.

Pada Rabu malam itu, jam menunjukkan pukul 21.00. Kendaraan yang akan mengangkut mereka pun landas. Hendak menuju sebuah rumah sakit di daerah Mojokerto. Harapan dan perasaan cemas pun membalut wajah-wajah mereka. Mungkin, dalam hati dan benaknya mengucapkan syukur. Alhamdulillah, anggota tubuhku sebentar lagi akan lengkap.

Sepuluh orang yang akan ke Mojokerto itu adalah para penyandang disabilitas. Ada kakinya yang tak lengkap dan tangannya yang kekurangan. Mereka pun membawa harapan besar, menjemput rezeki, yakni menjemput alat bantu anggota tubuh baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendra dan Sri Rahayu merupakan penyandang disabilitas yang ikut rombongan kala itu. Mereka ada yang sudah tinggal mengambil alat bantu anggota tubuh baru. Ada pula yang harus berangkat untuk melakukan proses pengukuran.

Nah, di Mojokerto, Sri Rahayu mendapat kesempatan mencoba alat bantu anggota tubuh yang baru. Dia sempat gemetar. Perempuan yang memiliki keterbatasan pada kakinya itu seolah tidak sabar ingin berlari. Beberapa penyandang disabilitas lain seperti Ayu, juga tak ketinggalan untuk segera mencoba alat bantunya.

Beberapa waktu kemudian, empat dari tujuh penyandang disabilitas sudah memakai alat bantu yang menyatu dengan tubuhnya. Sementara itu, tiga penyandang disabilitas lain harus melakukan pengukuran dan menunggunya. Tak lama, urusan di Mojokerto selesai. Para penyandang disabilitas itu pun pulang ke Jember, Kamis malam (10/9).

Kedatangan mereka seolah membawa kemenangan yang besar. Itu terpancar pada wajah mereka. Siti Rahayu, penyandang disabilitas asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa, pun mengaku sangat senang. “Akhirnya saya bisa berdiri dengan dua kali. Senang bercampur haru, karena bisa jalan menggunakan dua kaki,” ucap Ayu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang tampak sibuk berkemas. Mereka hendak ke luar kota. Kepergiannya bukan untuk urusan berbisnis. Setidaknya ada sepuluh orang yang akan berangkat dari Kaliwates ke Mojokerto. Lebih tepatnya, mereka akan berobat bersama.

Pada Rabu malam itu, jam menunjukkan pukul 21.00. Kendaraan yang akan mengangkut mereka pun landas. Hendak menuju sebuah rumah sakit di daerah Mojokerto. Harapan dan perasaan cemas pun membalut wajah-wajah mereka. Mungkin, dalam hati dan benaknya mengucapkan syukur. Alhamdulillah, anggota tubuhku sebentar lagi akan lengkap.

Sepuluh orang yang akan ke Mojokerto itu adalah para penyandang disabilitas. Ada kakinya yang tak lengkap dan tangannya yang kekurangan. Mereka pun membawa harapan besar, menjemput rezeki, yakni menjemput alat bantu anggota tubuh baru.

Hendra dan Sri Rahayu merupakan penyandang disabilitas yang ikut rombongan kala itu. Mereka ada yang sudah tinggal mengambil alat bantu anggota tubuh baru. Ada pula yang harus berangkat untuk melakukan proses pengukuran.

Nah, di Mojokerto, Sri Rahayu mendapat kesempatan mencoba alat bantu anggota tubuh yang baru. Dia sempat gemetar. Perempuan yang memiliki keterbatasan pada kakinya itu seolah tidak sabar ingin berlari. Beberapa penyandang disabilitas lain seperti Ayu, juga tak ketinggalan untuk segera mencoba alat bantunya.

Beberapa waktu kemudian, empat dari tujuh penyandang disabilitas sudah memakai alat bantu yang menyatu dengan tubuhnya. Sementara itu, tiga penyandang disabilitas lain harus melakukan pengukuran dan menunggunya. Tak lama, urusan di Mojokerto selesai. Para penyandang disabilitas itu pun pulang ke Jember, Kamis malam (10/9).

Kedatangan mereka seolah membawa kemenangan yang besar. Itu terpancar pada wajah mereka. Siti Rahayu, penyandang disabilitas asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa, pun mengaku sangat senang. “Akhirnya saya bisa berdiri dengan dua kali. Senang bercampur haru, karena bisa jalan menggunakan dua kaki,” ucap Ayu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah orang tampak sibuk berkemas. Mereka hendak ke luar kota. Kepergiannya bukan untuk urusan berbisnis. Setidaknya ada sepuluh orang yang akan berangkat dari Kaliwates ke Mojokerto. Lebih tepatnya, mereka akan berobat bersama.

Pada Rabu malam itu, jam menunjukkan pukul 21.00. Kendaraan yang akan mengangkut mereka pun landas. Hendak menuju sebuah rumah sakit di daerah Mojokerto. Harapan dan perasaan cemas pun membalut wajah-wajah mereka. Mungkin, dalam hati dan benaknya mengucapkan syukur. Alhamdulillah, anggota tubuhku sebentar lagi akan lengkap.

Sepuluh orang yang akan ke Mojokerto itu adalah para penyandang disabilitas. Ada kakinya yang tak lengkap dan tangannya yang kekurangan. Mereka pun membawa harapan besar, menjemput rezeki, yakni menjemput alat bantu anggota tubuh baru.

Hendra dan Sri Rahayu merupakan penyandang disabilitas yang ikut rombongan kala itu. Mereka ada yang sudah tinggal mengambil alat bantu anggota tubuh baru. Ada pula yang harus berangkat untuk melakukan proses pengukuran.

Nah, di Mojokerto, Sri Rahayu mendapat kesempatan mencoba alat bantu anggota tubuh yang baru. Dia sempat gemetar. Perempuan yang memiliki keterbatasan pada kakinya itu seolah tidak sabar ingin berlari. Beberapa penyandang disabilitas lain seperti Ayu, juga tak ketinggalan untuk segera mencoba alat bantunya.

Beberapa waktu kemudian, empat dari tujuh penyandang disabilitas sudah memakai alat bantu yang menyatu dengan tubuhnya. Sementara itu, tiga penyandang disabilitas lain harus melakukan pengukuran dan menunggunya. Tak lama, urusan di Mojokerto selesai. Para penyandang disabilitas itu pun pulang ke Jember, Kamis malam (10/9).

Kedatangan mereka seolah membawa kemenangan yang besar. Itu terpancar pada wajah mereka. Siti Rahayu, penyandang disabilitas asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa, pun mengaku sangat senang. “Akhirnya saya bisa berdiri dengan dua kali. Senang bercampur haru, karena bisa jalan menggunakan dua kaki,” ucap Ayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/