alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Normalisasi Gagal, Alat Berat Disandera  

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Polemik pengalihan saluran irigasi antara petani dan PT Semen Imasco Asiatic tak kunjung selesai. Pasalnya, tuntutan normalisasi irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, gagal dilaksanakan, kemarin (14/9). Warga pun menyandera alat berat yang ada di depan perusahaan dengan cara duduk-duduk di bawah alat berat.

Datangnya warga di depan perusahaan bermula setelah mereka mendengar informasi rencana normalisasi irigasi, Jumat (11/9) lalu. Pada saat itu, Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember mengeluarkan surat yang diteken Kamis (10/11) lalu, yang berisi pemberitahuan. Bahwa akan dilakukan normalisasi saluran irigasi yang dibelokkan Imasco.

Petani yang sudah berharap-harap cemas agar normalisasi segera dilakukan, terpaksa harus gigit jari. Mereka bahkan mengawal sejak alat berat diturunkan agar segera dioperasikan. Sayangnya, belum ada tanda-tanda alat berat akan dioperasikan hingga kemarin. “Dalam rangka mengawal keputusan pemerintah daerah yang diturunkan melalui surat kemarin. Surat itu menjanjikan akan melakukan normalisasi kanal,” jelas Nurdianto, koordinator aksi petani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aksi yang juga dilakukan sejumlah aktivis PMII Jember itu tidak sekadar mengawalnya. Seakan mereka juga menyandera dengan cara menjaga alat berat agar tidak pergi sebelum melakukan normalisasi irigasi. Penjagaan terhadap alat berat itu bahkan dilakukan siang dan malam oleh warga. Itu dilakukan hanya untuk memastikan alat berat milik PU benar-benar dioperasikan untuk normalisasi. “Tidak, kami bukan mau demo, kami hanya mengawal. Benar-benar dilaksanakan apa tidak,” papar Nurdianto. Dia dan sejumlah warga pun menyayangkan karena alat berat tak segera dioperasikan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Semen Imasco Asiatic Sugianto mengaku tidak mengetahui maksud diterjunkannya alat berat tersebut. “Saya juga belum mengetahui informasi itu, masih simpang siur. Jadi, mau digarap apanya kami tidak tahu, mau dibuat gimana kami juga tidak tahu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kendati demikian, adanya surat dari Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember yang terakhir sudah diterima pihak Imasco. “Hari ini, kami sedang buatkan surat balasan ke PU. Dan sejauh ini, kami masih komunikasikan ke PU,” tambahnya, kemarin.

Hingga berita ini ditulis, alat berat milik PU tersebut masih berada di sekitar lokasi irigasi, tepatnya di depan PT Imasco. Aksi para petani dan aktivis yang mengawal alat berat juga dikawal oleh aparat kepolisian.

 

Musyawarah Alot, Solusi Tak Ketemu

Sementara itu, polemik yang masih buntu ini sempat dimusyawarahkan di Dinas PU Bina Marga dan SDA Pemkab Jember, sore kemarin. Petani, pihak PT Imasco, dan anggota DPRD duduk bersama demi mencari jalan keluar kasus lama tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Polemik pengalihan saluran irigasi antara petani dan PT Semen Imasco Asiatic tak kunjung selesai. Pasalnya, tuntutan normalisasi irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, gagal dilaksanakan, kemarin (14/9). Warga pun menyandera alat berat yang ada di depan perusahaan dengan cara duduk-duduk di bawah alat berat.

Datangnya warga di depan perusahaan bermula setelah mereka mendengar informasi rencana normalisasi irigasi, Jumat (11/9) lalu. Pada saat itu, Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember mengeluarkan surat yang diteken Kamis (10/11) lalu, yang berisi pemberitahuan. Bahwa akan dilakukan normalisasi saluran irigasi yang dibelokkan Imasco.

Petani yang sudah berharap-harap cemas agar normalisasi segera dilakukan, terpaksa harus gigit jari. Mereka bahkan mengawal sejak alat berat diturunkan agar segera dioperasikan. Sayangnya, belum ada tanda-tanda alat berat akan dioperasikan hingga kemarin. “Dalam rangka mengawal keputusan pemerintah daerah yang diturunkan melalui surat kemarin. Surat itu menjanjikan akan melakukan normalisasi kanal,” jelas Nurdianto, koordinator aksi petani.

Aksi yang juga dilakukan sejumlah aktivis PMII Jember itu tidak sekadar mengawalnya. Seakan mereka juga menyandera dengan cara menjaga alat berat agar tidak pergi sebelum melakukan normalisasi irigasi. Penjagaan terhadap alat berat itu bahkan dilakukan siang dan malam oleh warga. Itu dilakukan hanya untuk memastikan alat berat milik PU benar-benar dioperasikan untuk normalisasi. “Tidak, kami bukan mau demo, kami hanya mengawal. Benar-benar dilaksanakan apa tidak,” papar Nurdianto. Dia dan sejumlah warga pun menyayangkan karena alat berat tak segera dioperasikan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Semen Imasco Asiatic Sugianto mengaku tidak mengetahui maksud diterjunkannya alat berat tersebut. “Saya juga belum mengetahui informasi itu, masih simpang siur. Jadi, mau digarap apanya kami tidak tahu, mau dibuat gimana kami juga tidak tahu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kendati demikian, adanya surat dari Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember yang terakhir sudah diterima pihak Imasco. “Hari ini, kami sedang buatkan surat balasan ke PU. Dan sejauh ini, kami masih komunikasikan ke PU,” tambahnya, kemarin.

Hingga berita ini ditulis, alat berat milik PU tersebut masih berada di sekitar lokasi irigasi, tepatnya di depan PT Imasco. Aksi para petani dan aktivis yang mengawal alat berat juga dikawal oleh aparat kepolisian.

 

Musyawarah Alot, Solusi Tak Ketemu

Sementara itu, polemik yang masih buntu ini sempat dimusyawarahkan di Dinas PU Bina Marga dan SDA Pemkab Jember, sore kemarin. Petani, pihak PT Imasco, dan anggota DPRD duduk bersama demi mencari jalan keluar kasus lama tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Polemik pengalihan saluran irigasi antara petani dan PT Semen Imasco Asiatic tak kunjung selesai. Pasalnya, tuntutan normalisasi irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, gagal dilaksanakan, kemarin (14/9). Warga pun menyandera alat berat yang ada di depan perusahaan dengan cara duduk-duduk di bawah alat berat.

Datangnya warga di depan perusahaan bermula setelah mereka mendengar informasi rencana normalisasi irigasi, Jumat (11/9) lalu. Pada saat itu, Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember mengeluarkan surat yang diteken Kamis (10/11) lalu, yang berisi pemberitahuan. Bahwa akan dilakukan normalisasi saluran irigasi yang dibelokkan Imasco.

Petani yang sudah berharap-harap cemas agar normalisasi segera dilakukan, terpaksa harus gigit jari. Mereka bahkan mengawal sejak alat berat diturunkan agar segera dioperasikan. Sayangnya, belum ada tanda-tanda alat berat akan dioperasikan hingga kemarin. “Dalam rangka mengawal keputusan pemerintah daerah yang diturunkan melalui surat kemarin. Surat itu menjanjikan akan melakukan normalisasi kanal,” jelas Nurdianto, koordinator aksi petani.

Aksi yang juga dilakukan sejumlah aktivis PMII Jember itu tidak sekadar mengawalnya. Seakan mereka juga menyandera dengan cara menjaga alat berat agar tidak pergi sebelum melakukan normalisasi irigasi. Penjagaan terhadap alat berat itu bahkan dilakukan siang dan malam oleh warga. Itu dilakukan hanya untuk memastikan alat berat milik PU benar-benar dioperasikan untuk normalisasi. “Tidak, kami bukan mau demo, kami hanya mengawal. Benar-benar dilaksanakan apa tidak,” papar Nurdianto. Dia dan sejumlah warga pun menyayangkan karena alat berat tak segera dioperasikan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Semen Imasco Asiatic Sugianto mengaku tidak mengetahui maksud diterjunkannya alat berat tersebut. “Saya juga belum mengetahui informasi itu, masih simpang siur. Jadi, mau digarap apanya kami tidak tahu, mau dibuat gimana kami juga tidak tahu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kendati demikian, adanya surat dari Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember yang terakhir sudah diterima pihak Imasco. “Hari ini, kami sedang buatkan surat balasan ke PU. Dan sejauh ini, kami masih komunikasikan ke PU,” tambahnya, kemarin.

Hingga berita ini ditulis, alat berat milik PU tersebut masih berada di sekitar lokasi irigasi, tepatnya di depan PT Imasco. Aksi para petani dan aktivis yang mengawal alat berat juga dikawal oleh aparat kepolisian.

 

Musyawarah Alot, Solusi Tak Ketemu

Sementara itu, polemik yang masih buntu ini sempat dimusyawarahkan di Dinas PU Bina Marga dan SDA Pemkab Jember, sore kemarin. Petani, pihak PT Imasco, dan anggota DPRD duduk bersama demi mencari jalan keluar kasus lama tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/