alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Mobil Korban Digadaikan 11 Juta

Terdakwa Sempat Dapat Undangan dari Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkara pembunuhan yang menelan satu korban jiwa koreografer dan perancang busana, Yohanes Satryo Leonardo Gerry, 35, sudah memasuki meja hijau. Dalam sidang agenda pemeriksaan saksi kemarin, lima orang saksi didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jember.

Dari lima saksi tersebut, dua orang berasal keluarga dari korban, dua orang RT dan RW tempat tinggal korban, dan seorang polisi penangkap tiga terdakwa. Tiga terdakwa menjalani sidang daring di Lapas Kelas II A Jember. Mereka adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Tiga terdakwa tampak tertunduk lesu di depan layar monitor. Terdakwa Anggi duduk di kursi roda, lantaran saat penangkapan, dirinya terpaksa mendapat hadiah timah panas dari polisi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saksi Elly Fong, salah seorang keluarga dekat korban, menceritakan, Gerry tergeletak di bawah tempat tidurnya dengan bersimbah darah.      “Posisi Gerry (korban, Red) di lantai rumahnya ditutup selimut. Lantainya juga banyak darah. Padahal setahu saya selama ini tidak ada keluhan dari Gerry kalau punya musuh, baik-baik saja dia,” ungkap saudara perempuan Gerry ini sembari menangis.

Dalam fakta persidangan sore itu, polisi dapat melacak keberadaan para terdakwa dari informasi akan ada transaksi jual beli mobil korban jenis Datsun Go.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkara pembunuhan yang menelan satu korban jiwa koreografer dan perancang busana, Yohanes Satryo Leonardo Gerry, 35, sudah memasuki meja hijau. Dalam sidang agenda pemeriksaan saksi kemarin, lima orang saksi didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jember.

Dari lima saksi tersebut, dua orang berasal keluarga dari korban, dua orang RT dan RW tempat tinggal korban, dan seorang polisi penangkap tiga terdakwa. Tiga terdakwa menjalani sidang daring di Lapas Kelas II A Jember. Mereka adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Tiga terdakwa tampak tertunduk lesu di depan layar monitor. Terdakwa Anggi duduk di kursi roda, lantaran saat penangkapan, dirinya terpaksa mendapat hadiah timah panas dari polisi.

Saksi Elly Fong, salah seorang keluarga dekat korban, menceritakan, Gerry tergeletak di bawah tempat tidurnya dengan bersimbah darah.      “Posisi Gerry (korban, Red) di lantai rumahnya ditutup selimut. Lantainya juga banyak darah. Padahal setahu saya selama ini tidak ada keluhan dari Gerry kalau punya musuh, baik-baik saja dia,” ungkap saudara perempuan Gerry ini sembari menangis.

Dalam fakta persidangan sore itu, polisi dapat melacak keberadaan para terdakwa dari informasi akan ada transaksi jual beli mobil korban jenis Datsun Go.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkara pembunuhan yang menelan satu korban jiwa koreografer dan perancang busana, Yohanes Satryo Leonardo Gerry, 35, sudah memasuki meja hijau. Dalam sidang agenda pemeriksaan saksi kemarin, lima orang saksi didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jember.

Dari lima saksi tersebut, dua orang berasal keluarga dari korban, dua orang RT dan RW tempat tinggal korban, dan seorang polisi penangkap tiga terdakwa. Tiga terdakwa menjalani sidang daring di Lapas Kelas II A Jember. Mereka adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Tiga terdakwa tampak tertunduk lesu di depan layar monitor. Terdakwa Anggi duduk di kursi roda, lantaran saat penangkapan, dirinya terpaksa mendapat hadiah timah panas dari polisi.

Saksi Elly Fong, salah seorang keluarga dekat korban, menceritakan, Gerry tergeletak di bawah tempat tidurnya dengan bersimbah darah.      “Posisi Gerry (korban, Red) di lantai rumahnya ditutup selimut. Lantainya juga banyak darah. Padahal setahu saya selama ini tidak ada keluhan dari Gerry kalau punya musuh, baik-baik saja dia,” ungkap saudara perempuan Gerry ini sembari menangis.

Dalam fakta persidangan sore itu, polisi dapat melacak keberadaan para terdakwa dari informasi akan ada transaksi jual beli mobil korban jenis Datsun Go.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/