alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Minim Regenerasi, Berdagang Buku Bekas Kian Tak Diminati

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Toko buku bekas di Jember masih eksis hingga kini. Deretan kios yang oleh masyarakat disebut ‘Blok M’ itu berjajar di belakang gedung pusat perbelanjaan Johar Plaza, Jalan Diponegoro, Kaliwates.

Kawasan ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Dan menjadi satu- satunya lokasi yang menjajakan aneka ragam buku bekas dengan harga miring. Bahkan, buku-buku lawas yang sudah tidak diproduksi lagi, bisa didapat di Blok M.

Dulu kawasan itu cukup ramai. Tercatat lebih dari 30 kios buku. Kini hanya tinggal enam kios yang bertahan. Lainnya telah berubah menjadi toko helm, warung makan dan toko sendal. Banyak yang lebih memilih menutup dan banting setir usaha lain. Ada juga yang menjual lapaknya ke pedagang yang lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu pemilik kios yang masih bertahan hingga sekarang adalah Dedi Tunggal. Pria 31 tahun itu bercerita tentang alasan surutnya Blok M. Ia mengungkap, karena tidak ada regenerasi yang mau mengurus dan menjadi penjual buku bekas di kawasan itu. “Semakin ke sini, kian sedikit yang mau meneruskan usaha orang tuanya,” ungkap Dedi.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Toko buku bekas di Jember masih eksis hingga kini. Deretan kios yang oleh masyarakat disebut ‘Blok M’ itu berjajar di belakang gedung pusat perbelanjaan Johar Plaza, Jalan Diponegoro, Kaliwates.

Kawasan ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Dan menjadi satu- satunya lokasi yang menjajakan aneka ragam buku bekas dengan harga miring. Bahkan, buku-buku lawas yang sudah tidak diproduksi lagi, bisa didapat di Blok M.

Dulu kawasan itu cukup ramai. Tercatat lebih dari 30 kios buku. Kini hanya tinggal enam kios yang bertahan. Lainnya telah berubah menjadi toko helm, warung makan dan toko sendal. Banyak yang lebih memilih menutup dan banting setir usaha lain. Ada juga yang menjual lapaknya ke pedagang yang lain.

Salah satu pemilik kios yang masih bertahan hingga sekarang adalah Dedi Tunggal. Pria 31 tahun itu bercerita tentang alasan surutnya Blok M. Ia mengungkap, karena tidak ada regenerasi yang mau mengurus dan menjadi penjual buku bekas di kawasan itu. “Semakin ke sini, kian sedikit yang mau meneruskan usaha orang tuanya,” ungkap Dedi.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Toko buku bekas di Jember masih eksis hingga kini. Deretan kios yang oleh masyarakat disebut ‘Blok M’ itu berjajar di belakang gedung pusat perbelanjaan Johar Plaza, Jalan Diponegoro, Kaliwates.

Kawasan ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Dan menjadi satu- satunya lokasi yang menjajakan aneka ragam buku bekas dengan harga miring. Bahkan, buku-buku lawas yang sudah tidak diproduksi lagi, bisa didapat di Blok M.

Dulu kawasan itu cukup ramai. Tercatat lebih dari 30 kios buku. Kini hanya tinggal enam kios yang bertahan. Lainnya telah berubah menjadi toko helm, warung makan dan toko sendal. Banyak yang lebih memilih menutup dan banting setir usaha lain. Ada juga yang menjual lapaknya ke pedagang yang lain.

Salah satu pemilik kios yang masih bertahan hingga sekarang adalah Dedi Tunggal. Pria 31 tahun itu bercerita tentang alasan surutnya Blok M. Ia mengungkap, karena tidak ada regenerasi yang mau mengurus dan menjadi penjual buku bekas di kawasan itu. “Semakin ke sini, kian sedikit yang mau meneruskan usaha orang tuanya,” ungkap Dedi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/