alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Bantuan Pusat Minim Pengawasan

Wali Murid Protes Dugaan Pemotongan PIP

Mobile_AP_Rectangle 1

Nunuk beralasan, hal itu hanya sebatas keterlambatan pencairan. Bahkan ia mengklaim, selama ini justru dirinya yang telah memperjuangkan bantuan tersebut di masa-masa sulit. “Jadi, sudah selesai. Tidak ada yang memperpanjang lagi. Sudah tahu semua kondisinya,” sangkalnya.

Simpang siurnya informasi tersebut kian menguatkan indikasi bahwa minimnya pengawasan realisasi PIP dari pemerintah pusat hingga ke bawah. Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, PIP itu merupakan bantuan yang langsung diberikan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan langsung ke sekolah-sekolah.

Pihaknya mengaku tidak pada posisi hal-hal yang detail. “Kami hanya mendapat tembusan laporan dari pelaksanaan program itu. Selebihnya langsung di-handle dari pusat. Ditransfer ke sekolah,” jelas Edy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak ada keterlibatan Diknas terkait dalam realisasi program bantuan itu, membuat pola kepengawasan berbeda dari bantuan-bantuan program pendidikan yang biasa ditangani Diknas. Edy mengira, program tersebut bisa jadi bersinergi dengan dinas lain, seperti dinas sosial. “Tapi semisal ada temuan, atau dugaan yang mengindikasikan pemotongan disertai data-data yang lengkap. Itu bisa dilaporkan,” tandasnya.

- Advertisement -

Nunuk beralasan, hal itu hanya sebatas keterlambatan pencairan. Bahkan ia mengklaim, selama ini justru dirinya yang telah memperjuangkan bantuan tersebut di masa-masa sulit. “Jadi, sudah selesai. Tidak ada yang memperpanjang lagi. Sudah tahu semua kondisinya,” sangkalnya.

Simpang siurnya informasi tersebut kian menguatkan indikasi bahwa minimnya pengawasan realisasi PIP dari pemerintah pusat hingga ke bawah. Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, PIP itu merupakan bantuan yang langsung diberikan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan langsung ke sekolah-sekolah.

Pihaknya mengaku tidak pada posisi hal-hal yang detail. “Kami hanya mendapat tembusan laporan dari pelaksanaan program itu. Selebihnya langsung di-handle dari pusat. Ditransfer ke sekolah,” jelas Edy.

Tidak ada keterlibatan Diknas terkait dalam realisasi program bantuan itu, membuat pola kepengawasan berbeda dari bantuan-bantuan program pendidikan yang biasa ditangani Diknas. Edy mengira, program tersebut bisa jadi bersinergi dengan dinas lain, seperti dinas sosial. “Tapi semisal ada temuan, atau dugaan yang mengindikasikan pemotongan disertai data-data yang lengkap. Itu bisa dilaporkan,” tandasnya.

Nunuk beralasan, hal itu hanya sebatas keterlambatan pencairan. Bahkan ia mengklaim, selama ini justru dirinya yang telah memperjuangkan bantuan tersebut di masa-masa sulit. “Jadi, sudah selesai. Tidak ada yang memperpanjang lagi. Sudah tahu semua kondisinya,” sangkalnya.

Simpang siurnya informasi tersebut kian menguatkan indikasi bahwa minimnya pengawasan realisasi PIP dari pemerintah pusat hingga ke bawah. Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, PIP itu merupakan bantuan yang langsung diberikan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan langsung ke sekolah-sekolah.

Pihaknya mengaku tidak pada posisi hal-hal yang detail. “Kami hanya mendapat tembusan laporan dari pelaksanaan program itu. Selebihnya langsung di-handle dari pusat. Ditransfer ke sekolah,” jelas Edy.

Tidak ada keterlibatan Diknas terkait dalam realisasi program bantuan itu, membuat pola kepengawasan berbeda dari bantuan-bantuan program pendidikan yang biasa ditangani Diknas. Edy mengira, program tersebut bisa jadi bersinergi dengan dinas lain, seperti dinas sosial. “Tapi semisal ada temuan, atau dugaan yang mengindikasikan pemotongan disertai data-data yang lengkap. Itu bisa dilaporkan,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/