alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bantuan Pusat Minim Pengawasan

Wali Murid Protes Dugaan Pemotongan PIP

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senin (14/9) kemarin, sejumlah wali murid mendatangi SDN Harjomulyo 4, Kecamatan Silo. Mereka sempat menanyakan perihal bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah itu. Kabarnya, selain pencairannya telat, juga ada pemotongan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Beberapa wali murid di sekolah itu menuturkan, bantuan yang biasanya turun tiap setahun sekali itu, pada periode terakhir kemarin sempat macet atau terlambat dari biasanya. “Barusan didatangi wali murid. Sudah bisa cair. Utuh Rp 450 ribu,” ujar Ibu Revo, wali murid yang enggan menyebut nama sesungguhnya.

Ia membeberkan, tahun-tahun sebelumnya, bantuan memang turun. Namun, ada pemotongan dari sekolah. Kata Ibu Revo, potongannya berkisar antara Rp 50 – 100 ribu. Dia mengakui, sebenarnya bantuan PIP itu bukan dipotong. Lebih tepatnya, sekolah meminta izin akan disisihkan untuk keperluan sekolah yang lain. “Dibahasakan bantuan sukarela. Jadi, dulu-dulunya setiap PIP cair selalu terpotong,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bantuan PIP diberikan kepada anak usia sekolah 6 hingga 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Nilai bantuan per siswa, untuk SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA sebesar Rp 1 juta. Bantuan itu diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran.

Sementara itu, Kepala SDN Harjomulyo 4 Nunuk Suprihatin membantah ada pungutan atau pemotongan bantuan di sekolahnya. Dia berdalih, hanya keterlambatan proses pencairan yang terkendala teknis. “Sudah saya jelaskan. Sudah selesai, klir. Itu musibah. Tapi sudah selesai tadi (kemarin, Red),” sanggahnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senin (14/9) kemarin, sejumlah wali murid mendatangi SDN Harjomulyo 4, Kecamatan Silo. Mereka sempat menanyakan perihal bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah itu. Kabarnya, selain pencairannya telat, juga ada pemotongan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Beberapa wali murid di sekolah itu menuturkan, bantuan yang biasanya turun tiap setahun sekali itu, pada periode terakhir kemarin sempat macet atau terlambat dari biasanya. “Barusan didatangi wali murid. Sudah bisa cair. Utuh Rp 450 ribu,” ujar Ibu Revo, wali murid yang enggan menyebut nama sesungguhnya.

Ia membeberkan, tahun-tahun sebelumnya, bantuan memang turun. Namun, ada pemotongan dari sekolah. Kata Ibu Revo, potongannya berkisar antara Rp 50 – 100 ribu. Dia mengakui, sebenarnya bantuan PIP itu bukan dipotong. Lebih tepatnya, sekolah meminta izin akan disisihkan untuk keperluan sekolah yang lain. “Dibahasakan bantuan sukarela. Jadi, dulu-dulunya setiap PIP cair selalu terpotong,” ungkapnya.

Bantuan PIP diberikan kepada anak usia sekolah 6 hingga 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Nilai bantuan per siswa, untuk SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA sebesar Rp 1 juta. Bantuan itu diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran.

Sementara itu, Kepala SDN Harjomulyo 4 Nunuk Suprihatin membantah ada pungutan atau pemotongan bantuan di sekolahnya. Dia berdalih, hanya keterlambatan proses pencairan yang terkendala teknis. “Sudah saya jelaskan. Sudah selesai, klir. Itu musibah. Tapi sudah selesai tadi (kemarin, Red),” sanggahnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senin (14/9) kemarin, sejumlah wali murid mendatangi SDN Harjomulyo 4, Kecamatan Silo. Mereka sempat menanyakan perihal bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah itu. Kabarnya, selain pencairannya telat, juga ada pemotongan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Beberapa wali murid di sekolah itu menuturkan, bantuan yang biasanya turun tiap setahun sekali itu, pada periode terakhir kemarin sempat macet atau terlambat dari biasanya. “Barusan didatangi wali murid. Sudah bisa cair. Utuh Rp 450 ribu,” ujar Ibu Revo, wali murid yang enggan menyebut nama sesungguhnya.

Ia membeberkan, tahun-tahun sebelumnya, bantuan memang turun. Namun, ada pemotongan dari sekolah. Kata Ibu Revo, potongannya berkisar antara Rp 50 – 100 ribu. Dia mengakui, sebenarnya bantuan PIP itu bukan dipotong. Lebih tepatnya, sekolah meminta izin akan disisihkan untuk keperluan sekolah yang lain. “Dibahasakan bantuan sukarela. Jadi, dulu-dulunya setiap PIP cair selalu terpotong,” ungkapnya.

Bantuan PIP diberikan kepada anak usia sekolah 6 hingga 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Nilai bantuan per siswa, untuk SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA sebesar Rp 1 juta. Bantuan itu diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran.

Sementara itu, Kepala SDN Harjomulyo 4 Nunuk Suprihatin membantah ada pungutan atau pemotongan bantuan di sekolahnya. Dia berdalih, hanya keterlambatan proses pencairan yang terkendala teknis. “Sudah saya jelaskan. Sudah selesai, klir. Itu musibah. Tapi sudah selesai tadi (kemarin, Red),” sanggahnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/