alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dorong Kualitas Pelayanan, Dokter Gigi Dituntut Melek Media

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia mejelaskan, kiprah dokter gigi di tengah masyarakat saat ini menjadi cukup penting, tak sedikit dari masyarakat yang masih enggan berobat masalah gigi. Padahal menurutnya, masyarakat yang mengunjungi dokter gigi tidak harus saat sakit tiba saja, namun bisa dalam rangka kontrol. Karena langkah pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati.
Lebih jauh, dokter gigi yang juga menjadi dosen di FKG Unej itu menjelaskan bahwa acara tersebut bekerjasama dengan Departemen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga. Hal itu menurutnya berkaitan dengan pola dan strategi branding pelayanan dokter gigi di masyarakat.

Pesatnya perkembangan media sosial itu, lanjutnya, bisa menopang branding pelayanan mereka. Namun tetap memperhatikan kode etik dokter yang berlaku. Seperti pelarangan membuat diskon, memajang foto pasien, dan perkara lain yang dilarang.
“Dalam upaya memberikan pelayanan lebih baik, dokter gigi itu harus update ilmu marketing. Salah satunya dengan memanfaatkan media ini,” tandasnya.

- Advertisement -

Dia mejelaskan, kiprah dokter gigi di tengah masyarakat saat ini menjadi cukup penting, tak sedikit dari masyarakat yang masih enggan berobat masalah gigi. Padahal menurutnya, masyarakat yang mengunjungi dokter gigi tidak harus saat sakit tiba saja, namun bisa dalam rangka kontrol. Karena langkah pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati.
Lebih jauh, dokter gigi yang juga menjadi dosen di FKG Unej itu menjelaskan bahwa acara tersebut bekerjasama dengan Departemen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga. Hal itu menurutnya berkaitan dengan pola dan strategi branding pelayanan dokter gigi di masyarakat.

Pesatnya perkembangan media sosial itu, lanjutnya, bisa menopang branding pelayanan mereka. Namun tetap memperhatikan kode etik dokter yang berlaku. Seperti pelarangan membuat diskon, memajang foto pasien, dan perkara lain yang dilarang.
“Dalam upaya memberikan pelayanan lebih baik, dokter gigi itu harus update ilmu marketing. Salah satunya dengan memanfaatkan media ini,” tandasnya.

Dia mejelaskan, kiprah dokter gigi di tengah masyarakat saat ini menjadi cukup penting, tak sedikit dari masyarakat yang masih enggan berobat masalah gigi. Padahal menurutnya, masyarakat yang mengunjungi dokter gigi tidak harus saat sakit tiba saja, namun bisa dalam rangka kontrol. Karena langkah pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati.
Lebih jauh, dokter gigi yang juga menjadi dosen di FKG Unej itu menjelaskan bahwa acara tersebut bekerjasama dengan Departemen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga. Hal itu menurutnya berkaitan dengan pola dan strategi branding pelayanan dokter gigi di masyarakat.

Pesatnya perkembangan media sosial itu, lanjutnya, bisa menopang branding pelayanan mereka. Namun tetap memperhatikan kode etik dokter yang berlaku. Seperti pelarangan membuat diskon, memajang foto pasien, dan perkara lain yang dilarang.
“Dalam upaya memberikan pelayanan lebih baik, dokter gigi itu harus update ilmu marketing. Salah satunya dengan memanfaatkan media ini,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/