alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Pengecualian, di Balik Larangan Lomba Agustusan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerinduan akan kemeriahan Agustusan tentu dirasakan banyak warga Jember, maupun di Indonesia. Namun, kegiatan seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang atau perlombaan yang menimbulkan kerumunan secara tegas dilarang. Di balik itu, ada pengecualian yang dapat dilakukan. Kok bisa?.

Secara umum, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, tetap dilaksanakan. Peringatan yang boleh dilakukan, di atur batasan-batasannya. “Tetap ada kegiatan 17 Agustus, semua dilakukan sesuai aturan covid,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto.

Dijelaskan, pelaksanaan HUT RI diperingati dengan sederhana, tetapi tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bupati Hendy pun memberi penjelasan, ibaratnya dua mempelai ingin menikah, maka tetap bisa melangsungkan pernikahan. Tetapi, tidak boleh ada resepsi seperti sebelum pandemi. “Nikah tetap ada. Jangan bilang gak ada orang nikah,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pelaksanaan HUT RI ke-76 ini sangat ditekankan agar patuh terhadap protokol kesehatan. Sementara, kegiatan perlombaan seperti sebelum tahun 2020 dilarang karena dapat menimbulkan kerumunan warga di lapangan atau tempat yang dipakai lomba. “Ada covid. Jadi Agustusan kali ini pakai aturan pemerintah pusat dan provinsi,” bebernya.

Merujuk pada peraturan pemerintah pusat, ternyata ada jenis lomba yang tidak dilarang alias dikecualikan. Dalam surat edaran Mendagri, mewajibkan seluruh kabupaten kota di Indonesia mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya point surat Mendagri Tito Karnavian, yakni tidak mengadakan perlombaan yang berpotensi terjadinya kerumunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerinduan akan kemeriahan Agustusan tentu dirasakan banyak warga Jember, maupun di Indonesia. Namun, kegiatan seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang atau perlombaan yang menimbulkan kerumunan secara tegas dilarang. Di balik itu, ada pengecualian yang dapat dilakukan. Kok bisa?.

Secara umum, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, tetap dilaksanakan. Peringatan yang boleh dilakukan, di atur batasan-batasannya. “Tetap ada kegiatan 17 Agustus, semua dilakukan sesuai aturan covid,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto.

Dijelaskan, pelaksanaan HUT RI diperingati dengan sederhana, tetapi tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bupati Hendy pun memberi penjelasan, ibaratnya dua mempelai ingin menikah, maka tetap bisa melangsungkan pernikahan. Tetapi, tidak boleh ada resepsi seperti sebelum pandemi. “Nikah tetap ada. Jangan bilang gak ada orang nikah,” ucapnya.

Pelaksanaan HUT RI ke-76 ini sangat ditekankan agar patuh terhadap protokol kesehatan. Sementara, kegiatan perlombaan seperti sebelum tahun 2020 dilarang karena dapat menimbulkan kerumunan warga di lapangan atau tempat yang dipakai lomba. “Ada covid. Jadi Agustusan kali ini pakai aturan pemerintah pusat dan provinsi,” bebernya.

Merujuk pada peraturan pemerintah pusat, ternyata ada jenis lomba yang tidak dilarang alias dikecualikan. Dalam surat edaran Mendagri, mewajibkan seluruh kabupaten kota di Indonesia mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya point surat Mendagri Tito Karnavian, yakni tidak mengadakan perlombaan yang berpotensi terjadinya kerumunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerinduan akan kemeriahan Agustusan tentu dirasakan banyak warga Jember, maupun di Indonesia. Namun, kegiatan seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang atau perlombaan yang menimbulkan kerumunan secara tegas dilarang. Di balik itu, ada pengecualian yang dapat dilakukan. Kok bisa?.

Secara umum, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, tetap dilaksanakan. Peringatan yang boleh dilakukan, di atur batasan-batasannya. “Tetap ada kegiatan 17 Agustus, semua dilakukan sesuai aturan covid,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto.

Dijelaskan, pelaksanaan HUT RI diperingati dengan sederhana, tetapi tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bupati Hendy pun memberi penjelasan, ibaratnya dua mempelai ingin menikah, maka tetap bisa melangsungkan pernikahan. Tetapi, tidak boleh ada resepsi seperti sebelum pandemi. “Nikah tetap ada. Jangan bilang gak ada orang nikah,” ucapnya.

Pelaksanaan HUT RI ke-76 ini sangat ditekankan agar patuh terhadap protokol kesehatan. Sementara, kegiatan perlombaan seperti sebelum tahun 2020 dilarang karena dapat menimbulkan kerumunan warga di lapangan atau tempat yang dipakai lomba. “Ada covid. Jadi Agustusan kali ini pakai aturan pemerintah pusat dan provinsi,” bebernya.

Merujuk pada peraturan pemerintah pusat, ternyata ada jenis lomba yang tidak dilarang alias dikecualikan. Dalam surat edaran Mendagri, mewajibkan seluruh kabupaten kota di Indonesia mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya point surat Mendagri Tito Karnavian, yakni tidak mengadakan perlombaan yang berpotensi terjadinya kerumunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca