alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sama-Sama Wait and See

Baru Tiga Partai yang Teken Rekom

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Partai politik di Kabupaten Jember mulai berhadapan pada keputusan tersulit. Yakni, penentuan akhir terhadap pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) masing-masing. Sejauh ini, di kalangan partai juga masih terjadi tarik ulur, terkait siapa pasangan tokoh yang diusung. Dari sebelas partai yang memiliki kursi di parlemen, rata-rata masih menunggu dan melihat perkembangan politik.

Partai yang saat ini secara tegas dan terbuka merekomendasi pasangan cabup-cawabupnya hanya dua partai saja. Partai Gerindra mengusung Djoko Susanto dan Ahmad Halim. Sedangkan Partai Demokrat mengusung Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman. Sementara, Partai Berkarya versi Tomy Soeharto juga mengusung apa yang diusung Demokrat. Tetapi demikian, DPD Berkarya Jember menunggu kepastian dualisme di internal partainya.

Selain partai yang telah disebutkan, belum ada satu pun yang memberikan rekomendasinya untuk mengusung pasangan calon. Pengurus partai seolah masih menimbang peluang bakal calon yang bakal mereka usung. Apakah mampu memenangkan kontestasi politik di Jember. Bahkan, untuk partai papan atas seperti PKB juga baru mengeluarkan surat tugas, bukan rekomendasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menyampaikan, sejak rekomendasi partainya diterbitkan kepada Djoko-Halim, maka pihaknya konsisten mengawal pasangan tersebut. Menurutnya, bakal calon yang mereka usung juga harus berjuang untuk mendapatkan koalisi partai. Pihaknya tinggal melihat sejauh mana komunikasi yang dilakukan oleh calon terhadap partai-partai lain. “Komunikasinya sudah atau belum, dan sudah sejauh mana. Yang jelas, Gerindra tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri,” ucap Satib.

Menurutnya, apa pun yang terjadi, Gerindra yang sampai sekarang masih single harus berkoalisi. Kalau tidak, maka partai akan rugi karena dalam undang-undang sudah jelas mengatur bahwa partai yang tidak mengusung calon tidak bisa ikut di pemilu yang akan datang. “Tentu partai akan rugi,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Partai politik di Kabupaten Jember mulai berhadapan pada keputusan tersulit. Yakni, penentuan akhir terhadap pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) masing-masing. Sejauh ini, di kalangan partai juga masih terjadi tarik ulur, terkait siapa pasangan tokoh yang diusung. Dari sebelas partai yang memiliki kursi di parlemen, rata-rata masih menunggu dan melihat perkembangan politik.

Partai yang saat ini secara tegas dan terbuka merekomendasi pasangan cabup-cawabupnya hanya dua partai saja. Partai Gerindra mengusung Djoko Susanto dan Ahmad Halim. Sedangkan Partai Demokrat mengusung Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman. Sementara, Partai Berkarya versi Tomy Soeharto juga mengusung apa yang diusung Demokrat. Tetapi demikian, DPD Berkarya Jember menunggu kepastian dualisme di internal partainya.

Selain partai yang telah disebutkan, belum ada satu pun yang memberikan rekomendasinya untuk mengusung pasangan calon. Pengurus partai seolah masih menimbang peluang bakal calon yang bakal mereka usung. Apakah mampu memenangkan kontestasi politik di Jember. Bahkan, untuk partai papan atas seperti PKB juga baru mengeluarkan surat tugas, bukan rekomendasi.

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menyampaikan, sejak rekomendasi partainya diterbitkan kepada Djoko-Halim, maka pihaknya konsisten mengawal pasangan tersebut. Menurutnya, bakal calon yang mereka usung juga harus berjuang untuk mendapatkan koalisi partai. Pihaknya tinggal melihat sejauh mana komunikasi yang dilakukan oleh calon terhadap partai-partai lain. “Komunikasinya sudah atau belum, dan sudah sejauh mana. Yang jelas, Gerindra tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri,” ucap Satib.

Menurutnya, apa pun yang terjadi, Gerindra yang sampai sekarang masih single harus berkoalisi. Kalau tidak, maka partai akan rugi karena dalam undang-undang sudah jelas mengatur bahwa partai yang tidak mengusung calon tidak bisa ikut di pemilu yang akan datang. “Tentu partai akan rugi,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Partai politik di Kabupaten Jember mulai berhadapan pada keputusan tersulit. Yakni, penentuan akhir terhadap pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) masing-masing. Sejauh ini, di kalangan partai juga masih terjadi tarik ulur, terkait siapa pasangan tokoh yang diusung. Dari sebelas partai yang memiliki kursi di parlemen, rata-rata masih menunggu dan melihat perkembangan politik.

Partai yang saat ini secara tegas dan terbuka merekomendasi pasangan cabup-cawabupnya hanya dua partai saja. Partai Gerindra mengusung Djoko Susanto dan Ahmad Halim. Sedangkan Partai Demokrat mengusung Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman. Sementara, Partai Berkarya versi Tomy Soeharto juga mengusung apa yang diusung Demokrat. Tetapi demikian, DPD Berkarya Jember menunggu kepastian dualisme di internal partainya.

Selain partai yang telah disebutkan, belum ada satu pun yang memberikan rekomendasinya untuk mengusung pasangan calon. Pengurus partai seolah masih menimbang peluang bakal calon yang bakal mereka usung. Apakah mampu memenangkan kontestasi politik di Jember. Bahkan, untuk partai papan atas seperti PKB juga baru mengeluarkan surat tugas, bukan rekomendasi.

Ketua DPC Gerindra Jember M Satib menyampaikan, sejak rekomendasi partainya diterbitkan kepada Djoko-Halim, maka pihaknya konsisten mengawal pasangan tersebut. Menurutnya, bakal calon yang mereka usung juga harus berjuang untuk mendapatkan koalisi partai. Pihaknya tinggal melihat sejauh mana komunikasi yang dilakukan oleh calon terhadap partai-partai lain. “Komunikasinya sudah atau belum, dan sudah sejauh mana. Yang jelas, Gerindra tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri,” ucap Satib.

Menurutnya, apa pun yang terjadi, Gerindra yang sampai sekarang masih single harus berkoalisi. Kalau tidak, maka partai akan rugi karena dalam undang-undang sudah jelas mengatur bahwa partai yang tidak mengusung calon tidak bisa ikut di pemilu yang akan datang. “Tentu partai akan rugi,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/