alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ekskavator TPA Rusak, Sampah Menumpuk

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari tak bisa disepelekan. Sebab, berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, rusaknya alat berat ekskavator (backhoe) yang biasa digunakan untuk memindah sampah bukan masalah kecil. Sebab, TPA Pakusari menerima 150 ton sampah setiap harinya yang diangkut oleh 36 truk.

Sampah itu biasanya ditumpuk menggunakan ekskavator. Namun, empat ekskavator yang selalu digunakan itu sudah mulai rusak dan tidak bisa dipakai. Tak heran, puluhan truk yang membawa sampah tidak bisa membongkar muatannya. Akhirnya, truk yang datang sejak pagi hari itu pun parkir di halaman TPA Pakusari, kemarin (14/8).

Sebenarnya, kerusakan ekskavator itu sudah cukup lama. Pihak TPA Pakusari sempat meminjam alat berat ke Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) beberapa bulan lalu. Karena beroperasi setiap hari dan tidak pernah istirahat, akhirnya alat berat tersebut juga mulai bermasalah dan rusak lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rusaknya alat itu karena digunakan terlalu sering, bahkan setiap hari. “Ekskavator milik BMSDA ini beroperasi cukup lama, setiap hari tidak pernah istirahat,” kata Totok, salah satu karyawan bagian pencatat timbangan di TPA.

“Sudah tiga hari alat berat ini rewel, karena kemasukan air di bagian tangki BBM, sehingga saat digunakan tidak normal,” terangnya. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara memperbaikinya agar bisa dioperasikan lagi.

Totok khawatir, karena sampah terus berdatangan, tak hanya dari wilayah perkotaan, namun juga dari perdesaan. Mulai dari Ambulu hingga Jenggawah. Sejak pukul 08.00, puluhan truk sampah yang datang untuk membongkar terpaksa harus diparkir dulu. Itu karena lahan untuk membuang sampah tidak ada lagi. “Kalau terus dibuang di jalan menuju taman itu, sampahnya akan meluber ke jalan yang dipaving. Harus menunggu perbaikan ekskavator yang sedang diperbaiki ini,” terangnya.

Namun, setelah diperbaiki, ekskavator milik Dinas PU BMSDA ini masih belum bisa dioperasikan. Akhirnya, pihak TPA lagi-lagi harus mendatangkan alat berat milik dinas yang sama, dengan jenis wheel loader.

Permasalahan lain yang dialami TPA Pakusari adalah tidak adanya lahan yang digunakan untuk membuang sampah. Sampah sudah tidak dibuang lagi di lokasi awal, tetapi dibuang ke taman yang dulu menjadi tempat penghijauan.

Rosid, salah satu sopir truk yang biasa mengangkut sampah dari Perumahan Griya Mangli lalu di transfer di depan Jalan Imam Bonjol, memilih meninggalkan truk di pinggir jalan. Sebab, hingga pukul 14.00 kemarin, tumpukan sampah yang menuju taman itu belum selesai dipindah. “Alat berat yang ada sekarang hanya satu unit, itu pun tidak kuat kalau setiap hari beroperasi untuk memindah tumpukan sampah,” tuturnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari tak bisa disepelekan. Sebab, berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, rusaknya alat berat ekskavator (backhoe) yang biasa digunakan untuk memindah sampah bukan masalah kecil. Sebab, TPA Pakusari menerima 150 ton sampah setiap harinya yang diangkut oleh 36 truk.

Sampah itu biasanya ditumpuk menggunakan ekskavator. Namun, empat ekskavator yang selalu digunakan itu sudah mulai rusak dan tidak bisa dipakai. Tak heran, puluhan truk yang membawa sampah tidak bisa membongkar muatannya. Akhirnya, truk yang datang sejak pagi hari itu pun parkir di halaman TPA Pakusari, kemarin (14/8).

Sebenarnya, kerusakan ekskavator itu sudah cukup lama. Pihak TPA Pakusari sempat meminjam alat berat ke Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) beberapa bulan lalu. Karena beroperasi setiap hari dan tidak pernah istirahat, akhirnya alat berat tersebut juga mulai bermasalah dan rusak lagi.

Rusaknya alat itu karena digunakan terlalu sering, bahkan setiap hari. “Ekskavator milik BMSDA ini beroperasi cukup lama, setiap hari tidak pernah istirahat,” kata Totok, salah satu karyawan bagian pencatat timbangan di TPA.

“Sudah tiga hari alat berat ini rewel, karena kemasukan air di bagian tangki BBM, sehingga saat digunakan tidak normal,” terangnya. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara memperbaikinya agar bisa dioperasikan lagi.

Totok khawatir, karena sampah terus berdatangan, tak hanya dari wilayah perkotaan, namun juga dari perdesaan. Mulai dari Ambulu hingga Jenggawah. Sejak pukul 08.00, puluhan truk sampah yang datang untuk membongkar terpaksa harus diparkir dulu. Itu karena lahan untuk membuang sampah tidak ada lagi. “Kalau terus dibuang di jalan menuju taman itu, sampahnya akan meluber ke jalan yang dipaving. Harus menunggu perbaikan ekskavator yang sedang diperbaiki ini,” terangnya.

Namun, setelah diperbaiki, ekskavator milik Dinas PU BMSDA ini masih belum bisa dioperasikan. Akhirnya, pihak TPA lagi-lagi harus mendatangkan alat berat milik dinas yang sama, dengan jenis wheel loader.

Permasalahan lain yang dialami TPA Pakusari adalah tidak adanya lahan yang digunakan untuk membuang sampah. Sampah sudah tidak dibuang lagi di lokasi awal, tetapi dibuang ke taman yang dulu menjadi tempat penghijauan.

Rosid, salah satu sopir truk yang biasa mengangkut sampah dari Perumahan Griya Mangli lalu di transfer di depan Jalan Imam Bonjol, memilih meninggalkan truk di pinggir jalan. Sebab, hingga pukul 14.00 kemarin, tumpukan sampah yang menuju taman itu belum selesai dipindah. “Alat berat yang ada sekarang hanya satu unit, itu pun tidak kuat kalau setiap hari beroperasi untuk memindah tumpukan sampah,” tuturnya.

RADAR JEMBER.ID – Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari tak bisa disepelekan. Sebab, berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, rusaknya alat berat ekskavator (backhoe) yang biasa digunakan untuk memindah sampah bukan masalah kecil. Sebab, TPA Pakusari menerima 150 ton sampah setiap harinya yang diangkut oleh 36 truk.

Sampah itu biasanya ditumpuk menggunakan ekskavator. Namun, empat ekskavator yang selalu digunakan itu sudah mulai rusak dan tidak bisa dipakai. Tak heran, puluhan truk yang membawa sampah tidak bisa membongkar muatannya. Akhirnya, truk yang datang sejak pagi hari itu pun parkir di halaman TPA Pakusari, kemarin (14/8).

Sebenarnya, kerusakan ekskavator itu sudah cukup lama. Pihak TPA Pakusari sempat meminjam alat berat ke Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) beberapa bulan lalu. Karena beroperasi setiap hari dan tidak pernah istirahat, akhirnya alat berat tersebut juga mulai bermasalah dan rusak lagi.

Rusaknya alat itu karena digunakan terlalu sering, bahkan setiap hari. “Ekskavator milik BMSDA ini beroperasi cukup lama, setiap hari tidak pernah istirahat,” kata Totok, salah satu karyawan bagian pencatat timbangan di TPA.

“Sudah tiga hari alat berat ini rewel, karena kemasukan air di bagian tangki BBM, sehingga saat digunakan tidak normal,” terangnya. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara memperbaikinya agar bisa dioperasikan lagi.

Totok khawatir, karena sampah terus berdatangan, tak hanya dari wilayah perkotaan, namun juga dari perdesaan. Mulai dari Ambulu hingga Jenggawah. Sejak pukul 08.00, puluhan truk sampah yang datang untuk membongkar terpaksa harus diparkir dulu. Itu karena lahan untuk membuang sampah tidak ada lagi. “Kalau terus dibuang di jalan menuju taman itu, sampahnya akan meluber ke jalan yang dipaving. Harus menunggu perbaikan ekskavator yang sedang diperbaiki ini,” terangnya.

Namun, setelah diperbaiki, ekskavator milik Dinas PU BMSDA ini masih belum bisa dioperasikan. Akhirnya, pihak TPA lagi-lagi harus mendatangkan alat berat milik dinas yang sama, dengan jenis wheel loader.

Permasalahan lain yang dialami TPA Pakusari adalah tidak adanya lahan yang digunakan untuk membuang sampah. Sampah sudah tidak dibuang lagi di lokasi awal, tetapi dibuang ke taman yang dulu menjadi tempat penghijauan.

Rosid, salah satu sopir truk yang biasa mengangkut sampah dari Perumahan Griya Mangli lalu di transfer di depan Jalan Imam Bonjol, memilih meninggalkan truk di pinggir jalan. Sebab, hingga pukul 14.00 kemarin, tumpukan sampah yang menuju taman itu belum selesai dipindah. “Alat berat yang ada sekarang hanya satu unit, itu pun tidak kuat kalau setiap hari beroperasi untuk memindah tumpukan sampah,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/