alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

TPA Pakusari Overload

Ajak Masyarakat Peduli Pemilahan Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember mengajak dan mengingatkan warga untuk semakin meningkatkan kepedulian akan pengolahan sampah dengan baik. Hal itu karena setiap harinya TPA Pakusari sudah overload dalam menampung sampah.

BACA JUGA : Gedung Bioskop Alih Fungsi Jadi Lapangan Bulu Tangkis

Kabid Sampah dan Limbah DLH Jember Sigit Boedi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, setiap hari TPA Pakusari setidaknya menerima 180 ton sampah kiriman dari 15 kecamatan. “Dari total luas TPA Pakusari 68 hektare sudah terisi gunungan sampai lebih dari 70 persen,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, TPA Pakusari sendiri berfungsi sejak tahun 1992, dan sudah menampung sampah hampir sebagian masyarakat yang tinggal di kota Jember selama 30 tahun. Dengan seiring bertambahnya tahun dan pertambahan penduduk, maka volume sampah yang ditampung TPA Pakusari juga meningkat. Oleh sebab itu, kata dia, jumlahnya sudah overload.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Sigit, perlu sinergisitas antara DLH dengan masyarakat dalam pengolahan sampah. “Pengolahan sampah ada dua hal, penanganan dan pengurangan. Penanganan itu tugas dan tanggung jawab DLH, sedangkan pengurangan termasuk pemilahan sampah itu tanggung jawab semua warga,” paparnya.

Karena itu, perlu kepedulian semua masyarakat untuk mengurangi sampah. Bahkan, akan jauh lebih baik bila sampah dari rumah sudah ada pemilahan jenis sampah. Sehingga, sampah yang bisa didaur ulang tidak perlu berakhir ke TPA.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember mengajak dan mengingatkan warga untuk semakin meningkatkan kepedulian akan pengolahan sampah dengan baik. Hal itu karena setiap harinya TPA Pakusari sudah overload dalam menampung sampah.

BACA JUGA : Gedung Bioskop Alih Fungsi Jadi Lapangan Bulu Tangkis

Kabid Sampah dan Limbah DLH Jember Sigit Boedi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, setiap hari TPA Pakusari setidaknya menerima 180 ton sampah kiriman dari 15 kecamatan. “Dari total luas TPA Pakusari 68 hektare sudah terisi gunungan sampai lebih dari 70 persen,” katanya.

Dia menjelaskan, TPA Pakusari sendiri berfungsi sejak tahun 1992, dan sudah menampung sampah hampir sebagian masyarakat yang tinggal di kota Jember selama 30 tahun. Dengan seiring bertambahnya tahun dan pertambahan penduduk, maka volume sampah yang ditampung TPA Pakusari juga meningkat. Oleh sebab itu, kata dia, jumlahnya sudah overload.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Sigit, perlu sinergisitas antara DLH dengan masyarakat dalam pengolahan sampah. “Pengolahan sampah ada dua hal, penanganan dan pengurangan. Penanganan itu tugas dan tanggung jawab DLH, sedangkan pengurangan termasuk pemilahan sampah itu tanggung jawab semua warga,” paparnya.

Karena itu, perlu kepedulian semua masyarakat untuk mengurangi sampah. Bahkan, akan jauh lebih baik bila sampah dari rumah sudah ada pemilahan jenis sampah. Sehingga, sampah yang bisa didaur ulang tidak perlu berakhir ke TPA.

PATRANG, Radar Jember – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember mengajak dan mengingatkan warga untuk semakin meningkatkan kepedulian akan pengolahan sampah dengan baik. Hal itu karena setiap harinya TPA Pakusari sudah overload dalam menampung sampah.

BACA JUGA : Gedung Bioskop Alih Fungsi Jadi Lapangan Bulu Tangkis

Kabid Sampah dan Limbah DLH Jember Sigit Boedi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, setiap hari TPA Pakusari setidaknya menerima 180 ton sampah kiriman dari 15 kecamatan. “Dari total luas TPA Pakusari 68 hektare sudah terisi gunungan sampai lebih dari 70 persen,” katanya.

Dia menjelaskan, TPA Pakusari sendiri berfungsi sejak tahun 1992, dan sudah menampung sampah hampir sebagian masyarakat yang tinggal di kota Jember selama 30 tahun. Dengan seiring bertambahnya tahun dan pertambahan penduduk, maka volume sampah yang ditampung TPA Pakusari juga meningkat. Oleh sebab itu, kata dia, jumlahnya sudah overload.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Sigit, perlu sinergisitas antara DLH dengan masyarakat dalam pengolahan sampah. “Pengolahan sampah ada dua hal, penanganan dan pengurangan. Penanganan itu tugas dan tanggung jawab DLH, sedangkan pengurangan termasuk pemilahan sampah itu tanggung jawab semua warga,” paparnya.

Karena itu, perlu kepedulian semua masyarakat untuk mengurangi sampah. Bahkan, akan jauh lebih baik bila sampah dari rumah sudah ada pemilahan jenis sampah. Sehingga, sampah yang bisa didaur ulang tidak perlu berakhir ke TPA.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/