alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSD Balung Jember Siapkan Penggunaan Tenda Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendirian tenda darurat di RSD Balung rupanya tak hanya untuk keperluan penambahan ruang screening. Namun, sekaligus ancang-ancang pihak rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien baru Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di RSD Balung menunjukkan, tenda yang berukuran cukup besar dan memanjang itu belum siap digunakan. Sebab, masih proses instalasi listrik oleh petugas. Meski di bagian bawah telah terpasang perlak atau alas.

Plt Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma mengatakan, sejauh ini RSD Balung memiliki total 160 ruangan pasien. Dari jumlah itu, 33 di antaranya difungsikan untuk ruangan pasien Covid-19. “Rencananya, kami akan memfungsikan tenda itu untuk jadi 12 tempat tidur. Jadi, nanti bisa 30-40 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati sedang dalam persiapan, namun pihaknya mengakui belum seketika bisa memfungsikannya. Sebab, sejauh ini masih tahap pengajuan bantuan berupa kebutuhan fasilitas tempat tidur dan perlengkapan sejenisnya ke Pemkab Jember. “Kami masih pengajuan dan tengah pengkajian,” tambahnya.

Hingga Rabu kemarin (14/7), kapasitas tempat tidur diakuinya masih memadai. Pihaknya juga menyiapkan kemungkinan lain jika semisal lonjakan pasien itu butuh ruangan atau tempat tidur dalam jumlah besar. Yakni dengan memugar sejumlah ruangan untuk dijadikan ruang pasien baru Covid-19. “Kami ada ruang paviliun dan ruang Anggrek yang bisa diubah jadi ruang pasien Covid-19. Tapi itu bertahap. Sementara ini, kami masih menunggu untuk pemenuhan ruang tidur di tenda tersebut,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendirian tenda darurat di RSD Balung rupanya tak hanya untuk keperluan penambahan ruang screening. Namun, sekaligus ancang-ancang pihak rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien baru Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di RSD Balung menunjukkan, tenda yang berukuran cukup besar dan memanjang itu belum siap digunakan. Sebab, masih proses instalasi listrik oleh petugas. Meski di bagian bawah telah terpasang perlak atau alas.

Plt Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma mengatakan, sejauh ini RSD Balung memiliki total 160 ruangan pasien. Dari jumlah itu, 33 di antaranya difungsikan untuk ruangan pasien Covid-19. “Rencananya, kami akan memfungsikan tenda itu untuk jadi 12 tempat tidur. Jadi, nanti bisa 30-40 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini,” terangnya.

Kendati sedang dalam persiapan, namun pihaknya mengakui belum seketika bisa memfungsikannya. Sebab, sejauh ini masih tahap pengajuan bantuan berupa kebutuhan fasilitas tempat tidur dan perlengkapan sejenisnya ke Pemkab Jember. “Kami masih pengajuan dan tengah pengkajian,” tambahnya.

Hingga Rabu kemarin (14/7), kapasitas tempat tidur diakuinya masih memadai. Pihaknya juga menyiapkan kemungkinan lain jika semisal lonjakan pasien itu butuh ruangan atau tempat tidur dalam jumlah besar. Yakni dengan memugar sejumlah ruangan untuk dijadikan ruang pasien baru Covid-19. “Kami ada ruang paviliun dan ruang Anggrek yang bisa diubah jadi ruang pasien Covid-19. Tapi itu bertahap. Sementara ini, kami masih menunggu untuk pemenuhan ruang tidur di tenda tersebut,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendirian tenda darurat di RSD Balung rupanya tak hanya untuk keperluan penambahan ruang screening. Namun, sekaligus ancang-ancang pihak rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien baru Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di RSD Balung menunjukkan, tenda yang berukuran cukup besar dan memanjang itu belum siap digunakan. Sebab, masih proses instalasi listrik oleh petugas. Meski di bagian bawah telah terpasang perlak atau alas.

Plt Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma mengatakan, sejauh ini RSD Balung memiliki total 160 ruangan pasien. Dari jumlah itu, 33 di antaranya difungsikan untuk ruangan pasien Covid-19. “Rencananya, kami akan memfungsikan tenda itu untuk jadi 12 tempat tidur. Jadi, nanti bisa 30-40 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini,” terangnya.

Kendati sedang dalam persiapan, namun pihaknya mengakui belum seketika bisa memfungsikannya. Sebab, sejauh ini masih tahap pengajuan bantuan berupa kebutuhan fasilitas tempat tidur dan perlengkapan sejenisnya ke Pemkab Jember. “Kami masih pengajuan dan tengah pengkajian,” tambahnya.

Hingga Rabu kemarin (14/7), kapasitas tempat tidur diakuinya masih memadai. Pihaknya juga menyiapkan kemungkinan lain jika semisal lonjakan pasien itu butuh ruangan atau tempat tidur dalam jumlah besar. Yakni dengan memugar sejumlah ruangan untuk dijadikan ruang pasien baru Covid-19. “Kami ada ruang paviliun dan ruang Anggrek yang bisa diubah jadi ruang pasien Covid-19. Tapi itu bertahap. Sementara ini, kami masih menunggu untuk pemenuhan ruang tidur di tenda tersebut,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/