alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Satu Bulan Tinggal di JSG, Setiap Masuk Kamar Wajib Mandi

Banyak orang menghindar dan menjauh dari virus korona. Tapi bagi mereka, petugas yang berada di tempat karantina korona di JSG justru tetap solid dan semangat dalam bertugas. Termasuk para dokter muda yang berani ambil sikap untuk bekerja di ruang karantina korona tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu suasana Stadion Jember Spot Garden (JSG) sudah lengang. Hilir mudik keluar masuk stadion pun mulai jarang. Beberapa pintu masuk lapangan JSG juga terbuka lebar-lebar. Aparat keamanan pun juga duduk santai menikmati semilir angin.

Sementara itu, masuk ke lobi JSG terdengar lantunan musik dangdut dari televisi LED yang menempel di tembok. Petugas yang mengenakan busana hijau-hijau itu ada yang menikmati lantunan dangdut, ada juga yang berbicara dengan temannya.

Ya, sejak JSG dijadikan ruang karantina untuk korona, yaitu untuk orang dalam pantauan (ODP), stadion itu semakin sibuk. Tapi sekarang tidak begitu sibuk. Sebab, ODP banyak yang pulang karena telah melebihi batas karantina. “Kalau mau tanya lagi bisa ke sana, Pak. Ke dokter Herlin,” ucap salah satu petugas di lobi JSG.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengenakan masker, dr Herlin menjawab singkat kondisi terkini JSG. “Ada tiga yang masih dikarantina semua adalah TKW (tenaga kerja wanita, Red). Untuk lebih lengkapnya dan izin dulu ke penanggung jawab. Sebentar, saya panggilkan,” jelasnya.

Tak disangka, ternyata dr Herlin Karisma usianya masih muda 23 tahun. Dia juga bukan petugas medis tetap seperti di rumah sakit, ataupun puskesmas. Sebab, Herlin adalah rekrutmen petugas medis khusus untuk di JSG.

Perempuan asal Banyuwangi ini mengaku, sejak korona banyak open rekrutmen dokter untuk membantu penanganan Covid-19, termasuk di Jember. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej) ini juga belum bekerja tetap sebagai dokter. “Sebenarnya Agustus depan ini saya internship. Karena ada jeda sebelum internship, maka ikut open rekrutmen,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu suasana Stadion Jember Spot Garden (JSG) sudah lengang. Hilir mudik keluar masuk stadion pun mulai jarang. Beberapa pintu masuk lapangan JSG juga terbuka lebar-lebar. Aparat keamanan pun juga duduk santai menikmati semilir angin.

Sementara itu, masuk ke lobi JSG terdengar lantunan musik dangdut dari televisi LED yang menempel di tembok. Petugas yang mengenakan busana hijau-hijau itu ada yang menikmati lantunan dangdut, ada juga yang berbicara dengan temannya.

Ya, sejak JSG dijadikan ruang karantina untuk korona, yaitu untuk orang dalam pantauan (ODP), stadion itu semakin sibuk. Tapi sekarang tidak begitu sibuk. Sebab, ODP banyak yang pulang karena telah melebihi batas karantina. “Kalau mau tanya lagi bisa ke sana, Pak. Ke dokter Herlin,” ucap salah satu petugas di lobi JSG.

Mengenakan masker, dr Herlin menjawab singkat kondisi terkini JSG. “Ada tiga yang masih dikarantina semua adalah TKW (tenaga kerja wanita, Red). Untuk lebih lengkapnya dan izin dulu ke penanggung jawab. Sebentar, saya panggilkan,” jelasnya.

Tak disangka, ternyata dr Herlin Karisma usianya masih muda 23 tahun. Dia juga bukan petugas medis tetap seperti di rumah sakit, ataupun puskesmas. Sebab, Herlin adalah rekrutmen petugas medis khusus untuk di JSG.

Perempuan asal Banyuwangi ini mengaku, sejak korona banyak open rekrutmen dokter untuk membantu penanganan Covid-19, termasuk di Jember. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej) ini juga belum bekerja tetap sebagai dokter. “Sebenarnya Agustus depan ini saya internship. Karena ada jeda sebelum internship, maka ikut open rekrutmen,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu suasana Stadion Jember Spot Garden (JSG) sudah lengang. Hilir mudik keluar masuk stadion pun mulai jarang. Beberapa pintu masuk lapangan JSG juga terbuka lebar-lebar. Aparat keamanan pun juga duduk santai menikmati semilir angin.

Sementara itu, masuk ke lobi JSG terdengar lantunan musik dangdut dari televisi LED yang menempel di tembok. Petugas yang mengenakan busana hijau-hijau itu ada yang menikmati lantunan dangdut, ada juga yang berbicara dengan temannya.

Ya, sejak JSG dijadikan ruang karantina untuk korona, yaitu untuk orang dalam pantauan (ODP), stadion itu semakin sibuk. Tapi sekarang tidak begitu sibuk. Sebab, ODP banyak yang pulang karena telah melebihi batas karantina. “Kalau mau tanya lagi bisa ke sana, Pak. Ke dokter Herlin,” ucap salah satu petugas di lobi JSG.

Mengenakan masker, dr Herlin menjawab singkat kondisi terkini JSG. “Ada tiga yang masih dikarantina semua adalah TKW (tenaga kerja wanita, Red). Untuk lebih lengkapnya dan izin dulu ke penanggung jawab. Sebentar, saya panggilkan,” jelasnya.

Tak disangka, ternyata dr Herlin Karisma usianya masih muda 23 tahun. Dia juga bukan petugas medis tetap seperti di rumah sakit, ataupun puskesmas. Sebab, Herlin adalah rekrutmen petugas medis khusus untuk di JSG.

Perempuan asal Banyuwangi ini mengaku, sejak korona banyak open rekrutmen dokter untuk membantu penanganan Covid-19, termasuk di Jember. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej) ini juga belum bekerja tetap sebagai dokter. “Sebenarnya Agustus depan ini saya internship. Karena ada jeda sebelum internship, maka ikut open rekrutmen,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/