alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Polisi Pergi, Pemotor Melanggar Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terjadinya kecelakaan di jalan karena diawali dari pelanggaran. Seperti beberapa pengendara motor yang banyak melakukan pelanggaran dengan melawan arus. Selain merugikan orang lain, juga dirinya sendiri.

Seperti puluhan pengendara sepeda motor yang melawan arus di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan jember Lor, Kecamatan Patrang. Mereka menerobos rambu larangan yang sudah dipasang di dua tempat masing-masing di depan Pendapa Wahyawibawa dan depan Bank Mandiri jalan Wijaya Kusuma.

Pengendara bisa tertib kalau ada petugas lalu lintas melakukan operasi di belakang pendapa bupati. Biasanya pengendara yang menerobos rambu lalu lintas pengendara motor yang dari arah jalan Sultan Agung lewat depan masjid Baitul Amien.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, daripada memutar ke lampu merah SMPN 2 Jember, pemotor biasanya potong kompas lewat jalan Wijaya Kusuma yang seharusnya satu arah dari stasiun ke alun-alun. Tetapi ketika tidak ada petugas, pemotor memilih melawan arus dari Masjid Jami Baitul Amien ke arah stasiun.

Padahal sudah sering terjadi kecelakaan di tikungan Jalan Wijaya Kusuma (belakang pendapa). Hanya butuh dua jam petugas lalu lintas yang berdiri di Jalan Wijaya Kusuma, sedikitnya 32 surat tilang yang dikeluarkan untuk pengendara motor yang melanggar rambu.

Rata-rata pelanggar dari depan masjid jami lurus ke utara. Ketika ada petugas, mereka ada yang memilih balik kanan atau terus. Tak jarang yang sudah kepergok petugas, langsung berhenti di depan penjual kue dengan Bank Mandiri.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terjadinya kecelakaan di jalan karena diawali dari pelanggaran. Seperti beberapa pengendara motor yang banyak melakukan pelanggaran dengan melawan arus. Selain merugikan orang lain, juga dirinya sendiri.

Seperti puluhan pengendara sepeda motor yang melawan arus di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan jember Lor, Kecamatan Patrang. Mereka menerobos rambu larangan yang sudah dipasang di dua tempat masing-masing di depan Pendapa Wahyawibawa dan depan Bank Mandiri jalan Wijaya Kusuma.

Pengendara bisa tertib kalau ada petugas lalu lintas melakukan operasi di belakang pendapa bupati. Biasanya pengendara yang menerobos rambu lalu lintas pengendara motor yang dari arah jalan Sultan Agung lewat depan masjid Baitul Amien.

Sebab, daripada memutar ke lampu merah SMPN 2 Jember, pemotor biasanya potong kompas lewat jalan Wijaya Kusuma yang seharusnya satu arah dari stasiun ke alun-alun. Tetapi ketika tidak ada petugas, pemotor memilih melawan arus dari Masjid Jami Baitul Amien ke arah stasiun.

Padahal sudah sering terjadi kecelakaan di tikungan Jalan Wijaya Kusuma (belakang pendapa). Hanya butuh dua jam petugas lalu lintas yang berdiri di Jalan Wijaya Kusuma, sedikitnya 32 surat tilang yang dikeluarkan untuk pengendara motor yang melanggar rambu.

Rata-rata pelanggar dari depan masjid jami lurus ke utara. Ketika ada petugas, mereka ada yang memilih balik kanan atau terus. Tak jarang yang sudah kepergok petugas, langsung berhenti di depan penjual kue dengan Bank Mandiri.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terjadinya kecelakaan di jalan karena diawali dari pelanggaran. Seperti beberapa pengendara motor yang banyak melakukan pelanggaran dengan melawan arus. Selain merugikan orang lain, juga dirinya sendiri.

Seperti puluhan pengendara sepeda motor yang melawan arus di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan jember Lor, Kecamatan Patrang. Mereka menerobos rambu larangan yang sudah dipasang di dua tempat masing-masing di depan Pendapa Wahyawibawa dan depan Bank Mandiri jalan Wijaya Kusuma.

Pengendara bisa tertib kalau ada petugas lalu lintas melakukan operasi di belakang pendapa bupati. Biasanya pengendara yang menerobos rambu lalu lintas pengendara motor yang dari arah jalan Sultan Agung lewat depan masjid Baitul Amien.

Sebab, daripada memutar ke lampu merah SMPN 2 Jember, pemotor biasanya potong kompas lewat jalan Wijaya Kusuma yang seharusnya satu arah dari stasiun ke alun-alun. Tetapi ketika tidak ada petugas, pemotor memilih melawan arus dari Masjid Jami Baitul Amien ke arah stasiun.

Padahal sudah sering terjadi kecelakaan di tikungan Jalan Wijaya Kusuma (belakang pendapa). Hanya butuh dua jam petugas lalu lintas yang berdiri di Jalan Wijaya Kusuma, sedikitnya 32 surat tilang yang dikeluarkan untuk pengendara motor yang melanggar rambu.

Rata-rata pelanggar dari depan masjid jami lurus ke utara. Ketika ada petugas, mereka ada yang memilih balik kanan atau terus. Tak jarang yang sudah kepergok petugas, langsung berhenti di depan penjual kue dengan Bank Mandiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/