alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Murah, Tapi Sepi Peminat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Transaksi nontunai yang diberlakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU di Jember sepertinya belum menjadi pilihan masyarakat. Pasalnya, model transaksi nontunai yang baru diujicobakan sejak awal Juli kemarin itu mengharuskan setiap pelanggan memiliki aplikasi khsusus. Dari aplikasi itu, kemudian bisa diisikan saldo yang bisa ditukar dengan bahan bakar saat transaksi di SPBU.

Sementara itu, penggunaan aplikasinya di masyarakat belum begitu tenar, apalagi masyarakat perdesaan. Banyak dari mereka yang baru tau. “Ada tulisan ‘transaksi nontunai’ di SPBU. Saya kira ada sponsor apa, ternyata kata petugasnya aplikasi pengisian bahan bakar,” kata Ikhwan, salah satu warga Balung, saat mengisi bahan bakar di SPBU Gumelar, Balung.

Informasinya, model transaksi itu memang masih uji coba. Hingga hari ini sejak diluncurkan, baru berjalan sekitar dua pekan. Meskipun begitu, pantauan Jawa Pos Radar Jember ke sejumlah SPBU di Jember, yang terdapat layanan transaksi nontunai tampak sepi pembeli. Kebanyakan mereka lebih milih transaksi langsung atau tunai. “Lebih praktis, cepat. Saat keburu juga enak. Tapi baru tau sekarang kalau ada transaksi nontunai,” ujar Rohmad, pengendara motor lain, saat mengisi bahan bakar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto membenarkan, model transaksi nontunai itu memang tergolong perdana dan baru diujicobakan. Karenanya, wajar ketika banyak masyarakat yang belum memahami.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Transaksi nontunai yang diberlakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU di Jember sepertinya belum menjadi pilihan masyarakat. Pasalnya, model transaksi nontunai yang baru diujicobakan sejak awal Juli kemarin itu mengharuskan setiap pelanggan memiliki aplikasi khsusus. Dari aplikasi itu, kemudian bisa diisikan saldo yang bisa ditukar dengan bahan bakar saat transaksi di SPBU.

Sementara itu, penggunaan aplikasinya di masyarakat belum begitu tenar, apalagi masyarakat perdesaan. Banyak dari mereka yang baru tau. “Ada tulisan ‘transaksi nontunai’ di SPBU. Saya kira ada sponsor apa, ternyata kata petugasnya aplikasi pengisian bahan bakar,” kata Ikhwan, salah satu warga Balung, saat mengisi bahan bakar di SPBU Gumelar, Balung.

Informasinya, model transaksi itu memang masih uji coba. Hingga hari ini sejak diluncurkan, baru berjalan sekitar dua pekan. Meskipun begitu, pantauan Jawa Pos Radar Jember ke sejumlah SPBU di Jember, yang terdapat layanan transaksi nontunai tampak sepi pembeli. Kebanyakan mereka lebih milih transaksi langsung atau tunai. “Lebih praktis, cepat. Saat keburu juga enak. Tapi baru tau sekarang kalau ada transaksi nontunai,” ujar Rohmad, pengendara motor lain, saat mengisi bahan bakar.

Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto membenarkan, model transaksi nontunai itu memang tergolong perdana dan baru diujicobakan. Karenanya, wajar ketika banyak masyarakat yang belum memahami.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Transaksi nontunai yang diberlakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU di Jember sepertinya belum menjadi pilihan masyarakat. Pasalnya, model transaksi nontunai yang baru diujicobakan sejak awal Juli kemarin itu mengharuskan setiap pelanggan memiliki aplikasi khsusus. Dari aplikasi itu, kemudian bisa diisikan saldo yang bisa ditukar dengan bahan bakar saat transaksi di SPBU.

Sementara itu, penggunaan aplikasinya di masyarakat belum begitu tenar, apalagi masyarakat perdesaan. Banyak dari mereka yang baru tau. “Ada tulisan ‘transaksi nontunai’ di SPBU. Saya kira ada sponsor apa, ternyata kata petugasnya aplikasi pengisian bahan bakar,” kata Ikhwan, salah satu warga Balung, saat mengisi bahan bakar di SPBU Gumelar, Balung.

Informasinya, model transaksi itu memang masih uji coba. Hingga hari ini sejak diluncurkan, baru berjalan sekitar dua pekan. Meskipun begitu, pantauan Jawa Pos Radar Jember ke sejumlah SPBU di Jember, yang terdapat layanan transaksi nontunai tampak sepi pembeli. Kebanyakan mereka lebih milih transaksi langsung atau tunai. “Lebih praktis, cepat. Saat keburu juga enak. Tapi baru tau sekarang kalau ada transaksi nontunai,” ujar Rohmad, pengendara motor lain, saat mengisi bahan bakar.

Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto membenarkan, model transaksi nontunai itu memang tergolong perdana dan baru diujicobakan. Karenanya, wajar ketika banyak masyarakat yang belum memahami.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/