alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ternyata Bahan Pencegah Stunting Mudah Didapat

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Sekarang tengah ramai kampanye penekanan angka stunting. Istilah stunting atau kerdil di beberapa masyarakat dianggap suatu hal yang biasa terjadi. Bahkan, ada yang menilai wajar, karena merupakan faktor keturunan. Padahal tidak demikian, stunting lebih disebabkan kurangnya asupan gizi pada anak-anak. Bahkan, lambat laun berdampak mengganggu perkembangan otak.

Dosen Ahli Gizi Politeknik Negeri Jember (Polije) Puspito Arum MGz menjelaskan, stunting bisa dicegah dengan bahan-bahan yang mudah didapat, dan ada disekitar. Seperti daun kelor dan ketela. Dia juga menyebut, agar anak menyukainya, olahan bisa dibuat sekreatif mungkin.

Asalkan, sambung dia, yang menjadi poin penting tidak perlu memakai bumbu saat mengolahnya. “Akan lebih tinggi nilai gizinya jika tidak dicampur apapun. Makanan dibiarkan dengan rasa aslinya,” jelasnya.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Sekarang tengah ramai kampanye penekanan angka stunting. Istilah stunting atau kerdil di beberapa masyarakat dianggap suatu hal yang biasa terjadi. Bahkan, ada yang menilai wajar, karena merupakan faktor keturunan. Padahal tidak demikian, stunting lebih disebabkan kurangnya asupan gizi pada anak-anak. Bahkan, lambat laun berdampak mengganggu perkembangan otak.

Dosen Ahli Gizi Politeknik Negeri Jember (Polije) Puspito Arum MGz menjelaskan, stunting bisa dicegah dengan bahan-bahan yang mudah didapat, dan ada disekitar. Seperti daun kelor dan ketela. Dia juga menyebut, agar anak menyukainya, olahan bisa dibuat sekreatif mungkin.

Asalkan, sambung dia, yang menjadi poin penting tidak perlu memakai bumbu saat mengolahnya. “Akan lebih tinggi nilai gizinya jika tidak dicampur apapun. Makanan dibiarkan dengan rasa aslinya,” jelasnya.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Sekarang tengah ramai kampanye penekanan angka stunting. Istilah stunting atau kerdil di beberapa masyarakat dianggap suatu hal yang biasa terjadi. Bahkan, ada yang menilai wajar, karena merupakan faktor keturunan. Padahal tidak demikian, stunting lebih disebabkan kurangnya asupan gizi pada anak-anak. Bahkan, lambat laun berdampak mengganggu perkembangan otak.

Dosen Ahli Gizi Politeknik Negeri Jember (Polije) Puspito Arum MGz menjelaskan, stunting bisa dicegah dengan bahan-bahan yang mudah didapat, dan ada disekitar. Seperti daun kelor dan ketela. Dia juga menyebut, agar anak menyukainya, olahan bisa dibuat sekreatif mungkin.

Asalkan, sambung dia, yang menjadi poin penting tidak perlu memakai bumbu saat mengolahnya. “Akan lebih tinggi nilai gizinya jika tidak dicampur apapun. Makanan dibiarkan dengan rasa aslinya,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/