alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

FKIP Unej Adakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO – Tak hanya tes toefl Bahasa Inggris saja yang diperlukan sekarang ini. Baik untuk mahasiswa maupun akademisi. Namun, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pun juga penting. Apalagi, diperuntukkan bagi para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI) dan mahasiswa sastra Indonesia.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur, mengadakan UKBI, di kampus FKIP Unej, kemarin (13/7). Uji kemahiran itu diikuti puluhan peserta. Ada 60 mahasiswa dan sembilan guru yang mengikuti pengujian berbahasa Indonesia tersebut.

Wakil Dekan 1 FKIP Unej, Suratno menuturkan, UKBI itu sangatlah penting. Kata dia, untuk mengetahui sampai sejauh mana keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di civitas Unej. “Dalam hal ini bagi mahasiswa yang mau lulus agar mereka punya standarisasi kemahiran berbahasa,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, UKBI ini dinilainya juga penting bagi para guru guna mengetahui sampai dimana level kemahiran mereka. Karena Bahasa Indonesia adalah milik kita semua. Bahasa juga menunjukkan budaya. “Dengan budaya pula seharusnya kita mencintai bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Furoidatul Husniah mengatakan, kegiatan UKBI tersebut sudah masuk dalam program tahunan. Sebelumnya, UKBI ini bakal digelar bulan Maret lalu. Namun, tertunda.

- Advertisement -

TEGALBOTO – Tak hanya tes toefl Bahasa Inggris saja yang diperlukan sekarang ini. Baik untuk mahasiswa maupun akademisi. Namun, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pun juga penting. Apalagi, diperuntukkan bagi para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI) dan mahasiswa sastra Indonesia.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur, mengadakan UKBI, di kampus FKIP Unej, kemarin (13/7). Uji kemahiran itu diikuti puluhan peserta. Ada 60 mahasiswa dan sembilan guru yang mengikuti pengujian berbahasa Indonesia tersebut.

Wakil Dekan 1 FKIP Unej, Suratno menuturkan, UKBI itu sangatlah penting. Kata dia, untuk mengetahui sampai sejauh mana keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di civitas Unej. “Dalam hal ini bagi mahasiswa yang mau lulus agar mereka punya standarisasi kemahiran berbahasa,” bebernya.

Selain itu, UKBI ini dinilainya juga penting bagi para guru guna mengetahui sampai dimana level kemahiran mereka. Karena Bahasa Indonesia adalah milik kita semua. Bahasa juga menunjukkan budaya. “Dengan budaya pula seharusnya kita mencintai bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Furoidatul Husniah mengatakan, kegiatan UKBI tersebut sudah masuk dalam program tahunan. Sebelumnya, UKBI ini bakal digelar bulan Maret lalu. Namun, tertunda.

TEGALBOTO – Tak hanya tes toefl Bahasa Inggris saja yang diperlukan sekarang ini. Baik untuk mahasiswa maupun akademisi. Namun, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pun juga penting. Apalagi, diperuntukkan bagi para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI) dan mahasiswa sastra Indonesia.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur, mengadakan UKBI, di kampus FKIP Unej, kemarin (13/7). Uji kemahiran itu diikuti puluhan peserta. Ada 60 mahasiswa dan sembilan guru yang mengikuti pengujian berbahasa Indonesia tersebut.

Wakil Dekan 1 FKIP Unej, Suratno menuturkan, UKBI itu sangatlah penting. Kata dia, untuk mengetahui sampai sejauh mana keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di civitas Unej. “Dalam hal ini bagi mahasiswa yang mau lulus agar mereka punya standarisasi kemahiran berbahasa,” bebernya.

Selain itu, UKBI ini dinilainya juga penting bagi para guru guna mengetahui sampai dimana level kemahiran mereka. Karena Bahasa Indonesia adalah milik kita semua. Bahasa juga menunjukkan budaya. “Dengan budaya pula seharusnya kita mencintai bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Furoidatul Husniah mengatakan, kegiatan UKBI tersebut sudah masuk dalam program tahunan. Sebelumnya, UKBI ini bakal digelar bulan Maret lalu. Namun, tertunda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/