alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Perangi Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim mengajak masyarakat untuk memerangi masalah narkoba. Ajakan itu disampaikan dalam bentuk deklarasi Besuki Anti Narkoba dan Cina Tanah Air.

BACA JUGA : Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Umbulsari, Telinganya Hilang

Deklarasi itu dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto serta sejumlah pejabat. Ada pula Kapolres Jember, Dandim, serta sejumlah tokoh di New Sari Utama, Selasa (14/6). Selain itu, ada perwakilan dari forkopimda wilayah Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Deklarasi pertama dilakukan di Bangkalan untuk wilayah Madura, untuk kedua dilaksanakan di Malang, wilayah Malang Raya. Ketiga di Jember untuk wilayah Besuki Raya. Di Besuki Raya meliputi Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi. Tahap ketiga ini adalah komitmen bersama deklarasi antinarkoba dan cinta NKRI, dalam satu napas,” ujar Khofifah yang didampingi Kapolda Jatim.

Tema kali ini “menolak narkoba itu sebagai bentuk cinta terhadap NKRI”. Langkah itu diikuti pelajar, mahasiswa, ojek online, Saka Bhayangkara, serta masyarakat dan beberapa perguruan pencak silat yang ada di Jember. “Kalau kita mencintai negeri ini, kita harus sehat dan produktif. Jadi, Forkopimda Jawa Timur (Jatim) bersama BNN Jatim ingin mengajak seluruh masyarakat bergerak mewujudkan cinta, dedikasi, dan pengabdian kita untuk NKRI,” ujarnya.

Bentuk deklarasi tolak narkoba itu, menurut Khofifah, merupakan bentuk gerakan bersama untuk membangun sprit patriotisme, spirit membangun integrasi bangsa, dan spirit nasionalisme. “Sehingga kita terus bangun penguatannya, sinerginya. Secara bersama, juga bergerak bagaimana kita seluruh masyarakat bisa menjauhi dan tidak menggunakan narkoba. Ini bagian komitmen yang ingin terus kami konsolidasikan dengan seluruh forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Tentu dengan seluruh elemen strategis di seluruh daerah,” ujarnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim mengajak masyarakat untuk memerangi masalah narkoba. Ajakan itu disampaikan dalam bentuk deklarasi Besuki Anti Narkoba dan Cina Tanah Air.

BACA JUGA : Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Umbulsari, Telinganya Hilang

Deklarasi itu dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto serta sejumlah pejabat. Ada pula Kapolres Jember, Dandim, serta sejumlah tokoh di New Sari Utama, Selasa (14/6). Selain itu, ada perwakilan dari forkopimda wilayah Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

“Deklarasi pertama dilakukan di Bangkalan untuk wilayah Madura, untuk kedua dilaksanakan di Malang, wilayah Malang Raya. Ketiga di Jember untuk wilayah Besuki Raya. Di Besuki Raya meliputi Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi. Tahap ketiga ini adalah komitmen bersama deklarasi antinarkoba dan cinta NKRI, dalam satu napas,” ujar Khofifah yang didampingi Kapolda Jatim.

Tema kali ini “menolak narkoba itu sebagai bentuk cinta terhadap NKRI”. Langkah itu diikuti pelajar, mahasiswa, ojek online, Saka Bhayangkara, serta masyarakat dan beberapa perguruan pencak silat yang ada di Jember. “Kalau kita mencintai negeri ini, kita harus sehat dan produktif. Jadi, Forkopimda Jawa Timur (Jatim) bersama BNN Jatim ingin mengajak seluruh masyarakat bergerak mewujudkan cinta, dedikasi, dan pengabdian kita untuk NKRI,” ujarnya.

Bentuk deklarasi tolak narkoba itu, menurut Khofifah, merupakan bentuk gerakan bersama untuk membangun sprit patriotisme, spirit membangun integrasi bangsa, dan spirit nasionalisme. “Sehingga kita terus bangun penguatannya, sinerginya. Secara bersama, juga bergerak bagaimana kita seluruh masyarakat bisa menjauhi dan tidak menggunakan narkoba. Ini bagian komitmen yang ingin terus kami konsolidasikan dengan seluruh forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Tentu dengan seluruh elemen strategis di seluruh daerah,” ujarnya.

KALIWATES, Radar Jember Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim mengajak masyarakat untuk memerangi masalah narkoba. Ajakan itu disampaikan dalam bentuk deklarasi Besuki Anti Narkoba dan Cina Tanah Air.

BACA JUGA : Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Umbulsari, Telinganya Hilang

Deklarasi itu dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto serta sejumlah pejabat. Ada pula Kapolres Jember, Dandim, serta sejumlah tokoh di New Sari Utama, Selasa (14/6). Selain itu, ada perwakilan dari forkopimda wilayah Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

“Deklarasi pertama dilakukan di Bangkalan untuk wilayah Madura, untuk kedua dilaksanakan di Malang, wilayah Malang Raya. Ketiga di Jember untuk wilayah Besuki Raya. Di Besuki Raya meliputi Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi. Tahap ketiga ini adalah komitmen bersama deklarasi antinarkoba dan cinta NKRI, dalam satu napas,” ujar Khofifah yang didampingi Kapolda Jatim.

Tema kali ini “menolak narkoba itu sebagai bentuk cinta terhadap NKRI”. Langkah itu diikuti pelajar, mahasiswa, ojek online, Saka Bhayangkara, serta masyarakat dan beberapa perguruan pencak silat yang ada di Jember. “Kalau kita mencintai negeri ini, kita harus sehat dan produktif. Jadi, Forkopimda Jawa Timur (Jatim) bersama BNN Jatim ingin mengajak seluruh masyarakat bergerak mewujudkan cinta, dedikasi, dan pengabdian kita untuk NKRI,” ujarnya.

Bentuk deklarasi tolak narkoba itu, menurut Khofifah, merupakan bentuk gerakan bersama untuk membangun sprit patriotisme, spirit membangun integrasi bangsa, dan spirit nasionalisme. “Sehingga kita terus bangun penguatannya, sinerginya. Secara bersama, juga bergerak bagaimana kita seluruh masyarakat bisa menjauhi dan tidak menggunakan narkoba. Ini bagian komitmen yang ingin terus kami konsolidasikan dengan seluruh forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Tentu dengan seluruh elemen strategis di seluruh daerah,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/