alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Kegagalan JSG Sudah Kali Kedua

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin juga menyoroti gagalnya JSG sebagai tempat dihelatnya laga sepak bola. Dia terang-terangan mengaku kecewa dengan kondisi venue sepak bola yang ada di Jember. Amir menyebut, kesiapan stadion yang diperuntukkan pertandingan sepak bola dalam gelaran Porprov Jatim tahun ini di Jember dengan persiapan yang tak bagus, alias tidak memuaskan. “Khusus penyelenggaraan cabor sepak bola dalam Porprov ini menjadi gelaran yang paling kacau untuk di Jember. Tidak bermain di venue utama, melainkan di venue stadion apa adanya,” sesalnya.

BACA JUGA : Maskot Porprov VII Jatim Tahun 2022 Resmi Diluncurkan

Dirunut dari riwayatnya, kejadian dipindahkannya pertandingan dari stadion JSG ke Notohadinegoro merupakan kejadian kedua kalinya. Pertama, di akhir tahun 2021 lalu, ketika Persid Jember mengajukan tuan rumah Liga 3 Zona Jatim di JSG. Namun, pada akhirnya harus terpaksa geser ke Notohadinegoro, karena rumput JSG direnovasi dan tidak siap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berikutnya, kejadian serupa terulang lagi. Kondisi JSG saat ini tidak memungkinkan menggelar laga sepak bola, karena faktor belum selesainya pengerjaan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan rumput di JSG. “Mengacu pada gelaran Liga 3 kemarin, bila kondisi hujan lapangan field of play (FOP) sangat tidak layak untuk pertandingan,” imbuhnya.

Namun, delapan tim yang akan berlaga di Jember diakuinya sudah sepakat stadion dipindah ke Notohadinegoro. Keputusan itu sudah disepakati dalam meeting bersama, kemarin sore. Peserta dari dua grup, yakni Grup D dan C, sudah menyetujui kepindahan stadion itu. “Meski pada akhirnya para peserta yang berlaga di Jember sepakat, namun peserta belum mengetahui jika lapangan Notohadinegoro kondisi hujan seperti kejadian di Liga 3 kemarin,” beber Amir.

Sementara itu, didapuknya JSG untuk pertandingan salah satu cabor unggulan, sepak bola, sebenarnya menjadi marwah sekaligus bukti kesiapan Jember selaku tuan rumah. Fakta dipindahkannya pertandingan ke Stadion Notohadinegoro kemudian kian mengindikasikan bahwa Jember sepertinya masih gagap mempersiapkan venuevenue tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda menyebut, biang kemoloran pekerjaan rehab venue lintasan atletik di JSG itu karena ada material atau bahan yang belakangan baru didatangkan dari luar negeri atau ekspor. Hal itu turut berimbas pada pekerjaan lintasan yang juga molor. Terlebih, kontrak rekanan yang menggarap lintasan atletik ternyata terhitung hingga 25 Juni mendatang. Sehingga sangat sulit untuk bisa dimajukan target penyelesaiannya. “Kontrak lintasan atletik itu sampai 25 Juni. Dan hingga kini, progresnya sudah di kisaran 75 persen, nanti sudah mulai finishing,” beber Rahman, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin juga menyoroti gagalnya JSG sebagai tempat dihelatnya laga sepak bola. Dia terang-terangan mengaku kecewa dengan kondisi venue sepak bola yang ada di Jember. Amir menyebut, kesiapan stadion yang diperuntukkan pertandingan sepak bola dalam gelaran Porprov Jatim tahun ini di Jember dengan persiapan yang tak bagus, alias tidak memuaskan. “Khusus penyelenggaraan cabor sepak bola dalam Porprov ini menjadi gelaran yang paling kacau untuk di Jember. Tidak bermain di venue utama, melainkan di venue stadion apa adanya,” sesalnya.

BACA JUGA : Maskot Porprov VII Jatim Tahun 2022 Resmi Diluncurkan

Dirunut dari riwayatnya, kejadian dipindahkannya pertandingan dari stadion JSG ke Notohadinegoro merupakan kejadian kedua kalinya. Pertama, di akhir tahun 2021 lalu, ketika Persid Jember mengajukan tuan rumah Liga 3 Zona Jatim di JSG. Namun, pada akhirnya harus terpaksa geser ke Notohadinegoro, karena rumput JSG direnovasi dan tidak siap.

Berikutnya, kejadian serupa terulang lagi. Kondisi JSG saat ini tidak memungkinkan menggelar laga sepak bola, karena faktor belum selesainya pengerjaan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan rumput di JSG. “Mengacu pada gelaran Liga 3 kemarin, bila kondisi hujan lapangan field of play (FOP) sangat tidak layak untuk pertandingan,” imbuhnya.

Namun, delapan tim yang akan berlaga di Jember diakuinya sudah sepakat stadion dipindah ke Notohadinegoro. Keputusan itu sudah disepakati dalam meeting bersama, kemarin sore. Peserta dari dua grup, yakni Grup D dan C, sudah menyetujui kepindahan stadion itu. “Meski pada akhirnya para peserta yang berlaga di Jember sepakat, namun peserta belum mengetahui jika lapangan Notohadinegoro kondisi hujan seperti kejadian di Liga 3 kemarin,” beber Amir.

Sementara itu, didapuknya JSG untuk pertandingan salah satu cabor unggulan, sepak bola, sebenarnya menjadi marwah sekaligus bukti kesiapan Jember selaku tuan rumah. Fakta dipindahkannya pertandingan ke Stadion Notohadinegoro kemudian kian mengindikasikan bahwa Jember sepertinya masih gagap mempersiapkan venuevenue tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda menyebut, biang kemoloran pekerjaan rehab venue lintasan atletik di JSG itu karena ada material atau bahan yang belakangan baru didatangkan dari luar negeri atau ekspor. Hal itu turut berimbas pada pekerjaan lintasan yang juga molor. Terlebih, kontrak rekanan yang menggarap lintasan atletik ternyata terhitung hingga 25 Juni mendatang. Sehingga sangat sulit untuk bisa dimajukan target penyelesaiannya. “Kontrak lintasan atletik itu sampai 25 Juni. Dan hingga kini, progresnya sudah di kisaran 75 persen, nanti sudah mulai finishing,” beber Rahman, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin juga menyoroti gagalnya JSG sebagai tempat dihelatnya laga sepak bola. Dia terang-terangan mengaku kecewa dengan kondisi venue sepak bola yang ada di Jember. Amir menyebut, kesiapan stadion yang diperuntukkan pertandingan sepak bola dalam gelaran Porprov Jatim tahun ini di Jember dengan persiapan yang tak bagus, alias tidak memuaskan. “Khusus penyelenggaraan cabor sepak bola dalam Porprov ini menjadi gelaran yang paling kacau untuk di Jember. Tidak bermain di venue utama, melainkan di venue stadion apa adanya,” sesalnya.

BACA JUGA : Maskot Porprov VII Jatim Tahun 2022 Resmi Diluncurkan

Dirunut dari riwayatnya, kejadian dipindahkannya pertandingan dari stadion JSG ke Notohadinegoro merupakan kejadian kedua kalinya. Pertama, di akhir tahun 2021 lalu, ketika Persid Jember mengajukan tuan rumah Liga 3 Zona Jatim di JSG. Namun, pada akhirnya harus terpaksa geser ke Notohadinegoro, karena rumput JSG direnovasi dan tidak siap.

Berikutnya, kejadian serupa terulang lagi. Kondisi JSG saat ini tidak memungkinkan menggelar laga sepak bola, karena faktor belum selesainya pengerjaan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan rumput di JSG. “Mengacu pada gelaran Liga 3 kemarin, bila kondisi hujan lapangan field of play (FOP) sangat tidak layak untuk pertandingan,” imbuhnya.

Namun, delapan tim yang akan berlaga di Jember diakuinya sudah sepakat stadion dipindah ke Notohadinegoro. Keputusan itu sudah disepakati dalam meeting bersama, kemarin sore. Peserta dari dua grup, yakni Grup D dan C, sudah menyetujui kepindahan stadion itu. “Meski pada akhirnya para peserta yang berlaga di Jember sepakat, namun peserta belum mengetahui jika lapangan Notohadinegoro kondisi hujan seperti kejadian di Liga 3 kemarin,” beber Amir.

Sementara itu, didapuknya JSG untuk pertandingan salah satu cabor unggulan, sepak bola, sebenarnya menjadi marwah sekaligus bukti kesiapan Jember selaku tuan rumah. Fakta dipindahkannya pertandingan ke Stadion Notohadinegoro kemudian kian mengindikasikan bahwa Jember sepertinya masih gagap mempersiapkan venuevenue tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda menyebut, biang kemoloran pekerjaan rehab venue lintasan atletik di JSG itu karena ada material atau bahan yang belakangan baru didatangkan dari luar negeri atau ekspor. Hal itu turut berimbas pada pekerjaan lintasan yang juga molor. Terlebih, kontrak rekanan yang menggarap lintasan atletik ternyata terhitung hingga 25 Juni mendatang. Sehingga sangat sulit untuk bisa dimajukan target penyelesaiannya. “Kontrak lintasan atletik itu sampai 25 Juni. Dan hingga kini, progresnya sudah di kisaran 75 persen, nanti sudah mulai finishing,” beber Rahman, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/