alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Setahun, Serang 15 Ribu Jiwa

Angka Penyakit Jantung Tinggi, Pemkab Inisiasi Layanan Operasi Bedah

Mobile_AP_Rectangle 1

Patrang,RADARJEMBER.ID- Operasi bedah jantung terbuka biasanya dilakukan di rumah sakit ternama di luar Jember. Padahal penyakit jantung butuh penanganan segera, jika pelayanannya terhambat waktu perjalanan karena di luar kota, tentu sangat berisiko. Bahkan menyebabkan penderita meninggal dunia.

Fakta itu mulai ditangkap pemerintah daerah dengan menyediakan layanan untuk penyakit jantung cukup di rumah sakit umum daerah atau RSD. Seperti di RSD dr Soebandi Patrang. Kemarin, seorang perempuan berinisial DS, menjalani operasi bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya, di rumah sakit tersebut. Bedah jantung itu juga menjadi satu-satunya rumah sakit di luar kelas A di Jawa Timur yang melaksanakan.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meskipun RSD dr Soebandi hari ini masih rumah sakit kelas B, namun memiliki banyak dokter dengan berbagai keahlian. Karena dirasa tepat jika beragam layanan tersedia di sana. Termasuk layanan operasi penyakit jantung. “Kita berkomitmen untuk menyelesaikan gedung khusus untuk pelayanan jantung terpadu ini, kita juga akan siapkan sarana dan prasarananya, sesuai dengan saran dari dr Heroe dari RS dr Soetomo Surabaya. Dan segera kita wujudkan tahun ini dan tahun depan,” kata orang nomor satu di Jember ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bersamaan dengan cita-cita itu, Hendy mengungkapkan hal tersebut disesuaikan dengan saran salah satu dokter RS dr Soetomo Surabaya. Menilik pengalaman dari dokter-dokter di Jember, terdapat banyak pasien dengan penyakit jantung yang meninggal sebelum operasi dilakukan. Ini lantaran lamanya menunggu antrian jadwal operasi.

Di Jember sendiri, lanjut Hendy, sebelumnya belum ada penanganan khusus untuk hal itu, apalagi jika mengingat penyakit jantung risikonya sangat tinggi. Sehingga, perlu adanya ikhtiar maksimal dalam menyediakan layanan kemanusiaan yang kaitannya dengan penyakit jantung. “Masyarakat yang memiliki BPJS kesehatan kelas 3, bisa mendapatkan layanan secara gratis. Silahkan yang akan operasi, gratis tidak bayar,” imbuh bupati.

- Advertisement -

Patrang,RADARJEMBER.ID- Operasi bedah jantung terbuka biasanya dilakukan di rumah sakit ternama di luar Jember. Padahal penyakit jantung butuh penanganan segera, jika pelayanannya terhambat waktu perjalanan karena di luar kota, tentu sangat berisiko. Bahkan menyebabkan penderita meninggal dunia.

Fakta itu mulai ditangkap pemerintah daerah dengan menyediakan layanan untuk penyakit jantung cukup di rumah sakit umum daerah atau RSD. Seperti di RSD dr Soebandi Patrang. Kemarin, seorang perempuan berinisial DS, menjalani operasi bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya, di rumah sakit tersebut. Bedah jantung itu juga menjadi satu-satunya rumah sakit di luar kelas A di Jawa Timur yang melaksanakan.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meskipun RSD dr Soebandi hari ini masih rumah sakit kelas B, namun memiliki banyak dokter dengan berbagai keahlian. Karena dirasa tepat jika beragam layanan tersedia di sana. Termasuk layanan operasi penyakit jantung. “Kita berkomitmen untuk menyelesaikan gedung khusus untuk pelayanan jantung terpadu ini, kita juga akan siapkan sarana dan prasarananya, sesuai dengan saran dari dr Heroe dari RS dr Soetomo Surabaya. Dan segera kita wujudkan tahun ini dan tahun depan,” kata orang nomor satu di Jember ini.

Bersamaan dengan cita-cita itu, Hendy mengungkapkan hal tersebut disesuaikan dengan saran salah satu dokter RS dr Soetomo Surabaya. Menilik pengalaman dari dokter-dokter di Jember, terdapat banyak pasien dengan penyakit jantung yang meninggal sebelum operasi dilakukan. Ini lantaran lamanya menunggu antrian jadwal operasi.

Di Jember sendiri, lanjut Hendy, sebelumnya belum ada penanganan khusus untuk hal itu, apalagi jika mengingat penyakit jantung risikonya sangat tinggi. Sehingga, perlu adanya ikhtiar maksimal dalam menyediakan layanan kemanusiaan yang kaitannya dengan penyakit jantung. “Masyarakat yang memiliki BPJS kesehatan kelas 3, bisa mendapatkan layanan secara gratis. Silahkan yang akan operasi, gratis tidak bayar,” imbuh bupati.

Patrang,RADARJEMBER.ID- Operasi bedah jantung terbuka biasanya dilakukan di rumah sakit ternama di luar Jember. Padahal penyakit jantung butuh penanganan segera, jika pelayanannya terhambat waktu perjalanan karena di luar kota, tentu sangat berisiko. Bahkan menyebabkan penderita meninggal dunia.

Fakta itu mulai ditangkap pemerintah daerah dengan menyediakan layanan untuk penyakit jantung cukup di rumah sakit umum daerah atau RSD. Seperti di RSD dr Soebandi Patrang. Kemarin, seorang perempuan berinisial DS, menjalani operasi bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya, di rumah sakit tersebut. Bedah jantung itu juga menjadi satu-satunya rumah sakit di luar kelas A di Jawa Timur yang melaksanakan.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meskipun RSD dr Soebandi hari ini masih rumah sakit kelas B, namun memiliki banyak dokter dengan berbagai keahlian. Karena dirasa tepat jika beragam layanan tersedia di sana. Termasuk layanan operasi penyakit jantung. “Kita berkomitmen untuk menyelesaikan gedung khusus untuk pelayanan jantung terpadu ini, kita juga akan siapkan sarana dan prasarananya, sesuai dengan saran dari dr Heroe dari RS dr Soetomo Surabaya. Dan segera kita wujudkan tahun ini dan tahun depan,” kata orang nomor satu di Jember ini.

Bersamaan dengan cita-cita itu, Hendy mengungkapkan hal tersebut disesuaikan dengan saran salah satu dokter RS dr Soetomo Surabaya. Menilik pengalaman dari dokter-dokter di Jember, terdapat banyak pasien dengan penyakit jantung yang meninggal sebelum operasi dilakukan. Ini lantaran lamanya menunggu antrian jadwal operasi.

Di Jember sendiri, lanjut Hendy, sebelumnya belum ada penanganan khusus untuk hal itu, apalagi jika mengingat penyakit jantung risikonya sangat tinggi. Sehingga, perlu adanya ikhtiar maksimal dalam menyediakan layanan kemanusiaan yang kaitannya dengan penyakit jantung. “Masyarakat yang memiliki BPJS kesehatan kelas 3, bisa mendapatkan layanan secara gratis. Silahkan yang akan operasi, gratis tidak bayar,” imbuh bupati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/