alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tempat Wisata Ditutup Sementara

Selama Lebaran, sejak 11-17 Mei

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Lebaran ini, semua tempat wisata di Jember resmi ditutup. Penutupan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Mei itu menyusul kebijakan Bupati Jember yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penutupan pariwisata. Tak terkecuali wisata yang telah menjadi ikon Jember, seperti Watu Ulo, di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wisata pantai pesisir selatan itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Watu Ulo harus putar balik, kemarin (14/5). Mereka kecele, karena pantai yang mereka tuju ditutup. Polsek setempat juga telah memasang banner sebagai tanda bahwa tempat tersebut ditutup untuk sementara. Banner imbauan itu dipasang di sekitar loket pintu masuk Watu Ulo di sisi utara.

Beberapa petugas yang menjaga di pintu masuk tampak meminta rombongan pengendara motor agar kembali. Petugas hanya menoleransi warga yang mau ke rumah saudaranya yang berada di kawasan wisata. Apakah itu benar-benar akan mengunjungi keluarga atau hanya akal-akalan saja? Yang jelas, ada sekitar enam pengendara yang lolos masuk di pintu loket.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banner penutupan ini kami pasang di pintu loket ke Watu Ulo. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Idul Fitri 1442 Hijriah ini,” kata AKP Sudaryanto, Kapolsek Ambulu.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, isi SE itu menegaskan tentang larangan mudik, serta menutup seluruh lokasi wisata. Namun, jika masih ada kegiatan di tempat-tempat wisata, Hendy menuturkan, hal itu merupakan pergerakan warga sekitar. Karena keterbatasan petugas, pemerintah tidak bisa sepenuhnya me-lockdown tempat-tempat wisata. Terutama wisata berbasis pantai seperti Watu Ulo dan Payangan. Sedangkan untuk tempat wisata lain, sesuai ketentuan Satgas Covid-19, semuanya bakal dilakukan penutupan. “Ditutup hingga 17 Mei,” terang Hendy.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih memaparkan, pihaknya telah berupaya membatasi tempat-tempat wisata selama Lebaran. Ini sebagai langkah untuk menekan persebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Ini bukan untuk perseorangan, tapi untuk kebaikan masyarakat Jember,” ulasnya.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, kesadaran menjadi hal penting yang perlu diterapkan oleh masyarakat Jember. Sebab, risiko penularan Covid-19 masih memungkinkan terjadi di tempat wisata. Terlebih jika kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan minim. Seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. “Jangan ke mana-mana, di rumah saja,” imbaunya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Lebaran ini, semua tempat wisata di Jember resmi ditutup. Penutupan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Mei itu menyusul kebijakan Bupati Jember yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penutupan pariwisata. Tak terkecuali wisata yang telah menjadi ikon Jember, seperti Watu Ulo, di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wisata pantai pesisir selatan itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Watu Ulo harus putar balik, kemarin (14/5). Mereka kecele, karena pantai yang mereka tuju ditutup. Polsek setempat juga telah memasang banner sebagai tanda bahwa tempat tersebut ditutup untuk sementara. Banner imbauan itu dipasang di sekitar loket pintu masuk Watu Ulo di sisi utara.

Beberapa petugas yang menjaga di pintu masuk tampak meminta rombongan pengendara motor agar kembali. Petugas hanya menoleransi warga yang mau ke rumah saudaranya yang berada di kawasan wisata. Apakah itu benar-benar akan mengunjungi keluarga atau hanya akal-akalan saja? Yang jelas, ada sekitar enam pengendara yang lolos masuk di pintu loket.

Banner penutupan ini kami pasang di pintu loket ke Watu Ulo. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Idul Fitri 1442 Hijriah ini,” kata AKP Sudaryanto, Kapolsek Ambulu.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, isi SE itu menegaskan tentang larangan mudik, serta menutup seluruh lokasi wisata. Namun, jika masih ada kegiatan di tempat-tempat wisata, Hendy menuturkan, hal itu merupakan pergerakan warga sekitar. Karena keterbatasan petugas, pemerintah tidak bisa sepenuhnya me-lockdown tempat-tempat wisata. Terutama wisata berbasis pantai seperti Watu Ulo dan Payangan. Sedangkan untuk tempat wisata lain, sesuai ketentuan Satgas Covid-19, semuanya bakal dilakukan penutupan. “Ditutup hingga 17 Mei,” terang Hendy.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih memaparkan, pihaknya telah berupaya membatasi tempat-tempat wisata selama Lebaran. Ini sebagai langkah untuk menekan persebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Ini bukan untuk perseorangan, tapi untuk kebaikan masyarakat Jember,” ulasnya.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, kesadaran menjadi hal penting yang perlu diterapkan oleh masyarakat Jember. Sebab, risiko penularan Covid-19 masih memungkinkan terjadi di tempat wisata. Terlebih jika kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan minim. Seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. “Jangan ke mana-mana, di rumah saja,” imbaunya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Lebaran ini, semua tempat wisata di Jember resmi ditutup. Penutupan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Mei itu menyusul kebijakan Bupati Jember yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penutupan pariwisata. Tak terkecuali wisata yang telah menjadi ikon Jember, seperti Watu Ulo, di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wisata pantai pesisir selatan itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Watu Ulo harus putar balik, kemarin (14/5). Mereka kecele, karena pantai yang mereka tuju ditutup. Polsek setempat juga telah memasang banner sebagai tanda bahwa tempat tersebut ditutup untuk sementara. Banner imbauan itu dipasang di sekitar loket pintu masuk Watu Ulo di sisi utara.

Beberapa petugas yang menjaga di pintu masuk tampak meminta rombongan pengendara motor agar kembali. Petugas hanya menoleransi warga yang mau ke rumah saudaranya yang berada di kawasan wisata. Apakah itu benar-benar akan mengunjungi keluarga atau hanya akal-akalan saja? Yang jelas, ada sekitar enam pengendara yang lolos masuk di pintu loket.

Banner penutupan ini kami pasang di pintu loket ke Watu Ulo. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Idul Fitri 1442 Hijriah ini,” kata AKP Sudaryanto, Kapolsek Ambulu.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, isi SE itu menegaskan tentang larangan mudik, serta menutup seluruh lokasi wisata. Namun, jika masih ada kegiatan di tempat-tempat wisata, Hendy menuturkan, hal itu merupakan pergerakan warga sekitar. Karena keterbatasan petugas, pemerintah tidak bisa sepenuhnya me-lockdown tempat-tempat wisata. Terutama wisata berbasis pantai seperti Watu Ulo dan Payangan. Sedangkan untuk tempat wisata lain, sesuai ketentuan Satgas Covid-19, semuanya bakal dilakukan penutupan. “Ditutup hingga 17 Mei,” terang Hendy.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih memaparkan, pihaknya telah berupaya membatasi tempat-tempat wisata selama Lebaran. Ini sebagai langkah untuk menekan persebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Ini bukan untuk perseorangan, tapi untuk kebaikan masyarakat Jember,” ulasnya.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, kesadaran menjadi hal penting yang perlu diterapkan oleh masyarakat Jember. Sebab, risiko penularan Covid-19 masih memungkinkan terjadi di tempat wisata. Terlebih jika kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan minim. Seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. “Jangan ke mana-mana, di rumah saja,” imbaunya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/