alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Tingkatan Orang Berpuasa, Bukan Sekadar Tak Makan dan Minum

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman pada momen Ramadan kali ini juga memberikan tausiah, seperti yang dilakukan di Masjid Al-Miftah Unej, kemarin (14/4). Dirinya menjelaskan tentang puasa, termasuk tingkatannya.

Wabup Jember itu menjelaskan, istilah puasa dalam bahasa Arab disebut “as-shiyaam” atau “as-shaum” yang berarti menahan. “Menahan dari segala yang membatalkan puasa maupun yang membatalkan pahalanya,” paparnya.

MB Firjaun Barlaman, atau yang akrab di sapa Gus Firjaun, menerangkan, ada tingkatan orang berpuasa. Mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama, puasanya orang awam, puasanya orang khusus, dan puasanya orang yang khusus buat orang khusus. “Ketiganya bagaikan tingkatan tangga. Yang menarik, orang berpuasa agar bisa mencapai tingkatan yang khususil khusus atau tingkatan paling tinggi,” jelasnya dalam pengajian rutin di Unej tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gus Firjaun melanjutkan, puasa orang awam, puasa level pertama ini disebut sebagai shaumul umum atau puasanya orang awam. Level puasa ini adalah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. “Praktik puasa yang dilakukan di level ini sebatas menahan haus dan lapar saja,” tuturnya.

Dia melanjutkan, praktik puasa yang banyak terjadi, mereka hanya menahan haus dan lapar saja. Sedangkan hal-hal yang menghilangkan pahalanya tetap dilakukan. Seperti mengadu domba, melihat dengan syahwat, berkata bohong, ingkar janji, ghibah atau menggosip. “Ini yang banyak terjadi, pada saat menyiapkan buka puasa, si A menceritakan kejelekan si B,” terangnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman pada momen Ramadan kali ini juga memberikan tausiah, seperti yang dilakukan di Masjid Al-Miftah Unej, kemarin (14/4). Dirinya menjelaskan tentang puasa, termasuk tingkatannya.

Wabup Jember itu menjelaskan, istilah puasa dalam bahasa Arab disebut “as-shiyaam” atau “as-shaum” yang berarti menahan. “Menahan dari segala yang membatalkan puasa maupun yang membatalkan pahalanya,” paparnya.

MB Firjaun Barlaman, atau yang akrab di sapa Gus Firjaun, menerangkan, ada tingkatan orang berpuasa. Mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama, puasanya orang awam, puasanya orang khusus, dan puasanya orang yang khusus buat orang khusus. “Ketiganya bagaikan tingkatan tangga. Yang menarik, orang berpuasa agar bisa mencapai tingkatan yang khususil khusus atau tingkatan paling tinggi,” jelasnya dalam pengajian rutin di Unej tersebut.

Gus Firjaun melanjutkan, puasa orang awam, puasa level pertama ini disebut sebagai shaumul umum atau puasanya orang awam. Level puasa ini adalah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. “Praktik puasa yang dilakukan di level ini sebatas menahan haus dan lapar saja,” tuturnya.

Dia melanjutkan, praktik puasa yang banyak terjadi, mereka hanya menahan haus dan lapar saja. Sedangkan hal-hal yang menghilangkan pahalanya tetap dilakukan. Seperti mengadu domba, melihat dengan syahwat, berkata bohong, ingkar janji, ghibah atau menggosip. “Ini yang banyak terjadi, pada saat menyiapkan buka puasa, si A menceritakan kejelekan si B,” terangnya.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman pada momen Ramadan kali ini juga memberikan tausiah, seperti yang dilakukan di Masjid Al-Miftah Unej, kemarin (14/4). Dirinya menjelaskan tentang puasa, termasuk tingkatannya.

Wabup Jember itu menjelaskan, istilah puasa dalam bahasa Arab disebut “as-shiyaam” atau “as-shaum” yang berarti menahan. “Menahan dari segala yang membatalkan puasa maupun yang membatalkan pahalanya,” paparnya.

MB Firjaun Barlaman, atau yang akrab di sapa Gus Firjaun, menerangkan, ada tingkatan orang berpuasa. Mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama, puasanya orang awam, puasanya orang khusus, dan puasanya orang yang khusus buat orang khusus. “Ketiganya bagaikan tingkatan tangga. Yang menarik, orang berpuasa agar bisa mencapai tingkatan yang khususil khusus atau tingkatan paling tinggi,” jelasnya dalam pengajian rutin di Unej tersebut.

Gus Firjaun melanjutkan, puasa orang awam, puasa level pertama ini disebut sebagai shaumul umum atau puasanya orang awam. Level puasa ini adalah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. “Praktik puasa yang dilakukan di level ini sebatas menahan haus dan lapar saja,” tuturnya.

Dia melanjutkan, praktik puasa yang banyak terjadi, mereka hanya menahan haus dan lapar saja. Sedangkan hal-hal yang menghilangkan pahalanya tetap dilakukan. Seperti mengadu domba, melihat dengan syahwat, berkata bohong, ingkar janji, ghibah atau menggosip. “Ini yang banyak terjadi, pada saat menyiapkan buka puasa, si A menceritakan kejelekan si B,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/