alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Jual Rugi Spesial Puasa, Nasi Bungkus Rp 2.000

Umat Katolik Tunjukkan Sikap Toleransi Beragama Tak banyak orang yang bisa melakukan hal seperti umat Katolik di Jember ini. Mereka membuka warung nasi spesial bulan puasa. Uniknya, makanan dijual rugi dengan modal Rp 1 juta dan kembali hanya sebesar Rp 300 ribu.  

Mobile_AP_Rectangle 1

Kepatihan, Radar Jember.id- Keceriaan sejumlah ibu-ibu tampak, sore kemarin. Sambil bercanda, mereka membungkus nasi spesial bulan puasa. Nasi itu dijual kepada siapa saja yang akan berbuka puasa. Tenang saja, harganya bisa dibilang setara dengan tarif parkir motor.

Ibu-ibu ini tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Warung murah yang mereka gelar itu menyajikan menu makanan yang cukup beragam. Namun, harganya sangat terjangkau, Rp 2.000 saja. Itu pun sudah termasuk air mineral kemasan gelas.

Tak heran, sedari pukul 15.00 mereka sudah sibuk mempersiapkan dagangan yang akan dijual rugi itu. Mulai dari penyiapan menu seperti nasi, sayur, dan lauk, semuanya disediakan. Satu dua jam kemudian, sejumlah warga pun banyak yang mengantre untuk membeli nasi dua ribuan itu di dekat Klinik Panti Siwi, Jalan Kartini, Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga saat itu, baik umat Katolik yang berjualan maupun umat muslim yang membeli, terlihat sama-sama senang. Maklum, umat Katolik ingin berbagi dengan cara menjual rugi nasi bungkus. Sementara, umat muslim yang datang merasa terbantu dengan warung nasi dua ribu rupiah itu.

Ketua WKRI Eli Krisnaningsih menuturkan, tujuan dari warung murah tersebut yaitu membantu sesama. “Hanya untuk berbagi, menolong sesama yang kurang beruntung,” ucapnya.

Beberapa orang yang menjadi sasarannya seperti tukang becak, para pemulung, dan yang rumahnya jauh, sehingga belum sempat pulang untuk berbuka puasa. Setiap harinya warung WKRI menyediakan sedikitnya 150 porsi makanan.

Biasanya, lanjut Eli, mendekati Hari Raya Idul Fitri, nasi yang disediakan mencapai 300 porsi. Per bungkus nasi yang hanya banderol Rp 2000 ini jauh dari modal yang dikeluarkan.  “Modalnya sekitar satu juta,” ujar perempuan yang tinggal di Perumahan Muktisari itu.

- Advertisement -

Kepatihan, Radar Jember.id- Keceriaan sejumlah ibu-ibu tampak, sore kemarin. Sambil bercanda, mereka membungkus nasi spesial bulan puasa. Nasi itu dijual kepada siapa saja yang akan berbuka puasa. Tenang saja, harganya bisa dibilang setara dengan tarif parkir motor.

Ibu-ibu ini tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Warung murah yang mereka gelar itu menyajikan menu makanan yang cukup beragam. Namun, harganya sangat terjangkau, Rp 2.000 saja. Itu pun sudah termasuk air mineral kemasan gelas.

Tak heran, sedari pukul 15.00 mereka sudah sibuk mempersiapkan dagangan yang akan dijual rugi itu. Mulai dari penyiapan menu seperti nasi, sayur, dan lauk, semuanya disediakan. Satu dua jam kemudian, sejumlah warga pun banyak yang mengantre untuk membeli nasi dua ribuan itu di dekat Klinik Panti Siwi, Jalan Kartini, Jember.

Warga saat itu, baik umat Katolik yang berjualan maupun umat muslim yang membeli, terlihat sama-sama senang. Maklum, umat Katolik ingin berbagi dengan cara menjual rugi nasi bungkus. Sementara, umat muslim yang datang merasa terbantu dengan warung nasi dua ribu rupiah itu.

Ketua WKRI Eli Krisnaningsih menuturkan, tujuan dari warung murah tersebut yaitu membantu sesama. “Hanya untuk berbagi, menolong sesama yang kurang beruntung,” ucapnya.

Beberapa orang yang menjadi sasarannya seperti tukang becak, para pemulung, dan yang rumahnya jauh, sehingga belum sempat pulang untuk berbuka puasa. Setiap harinya warung WKRI menyediakan sedikitnya 150 porsi makanan.

Biasanya, lanjut Eli, mendekati Hari Raya Idul Fitri, nasi yang disediakan mencapai 300 porsi. Per bungkus nasi yang hanya banderol Rp 2000 ini jauh dari modal yang dikeluarkan.  “Modalnya sekitar satu juta,” ujar perempuan yang tinggal di Perumahan Muktisari itu.

Kepatihan, Radar Jember.id- Keceriaan sejumlah ibu-ibu tampak, sore kemarin. Sambil bercanda, mereka membungkus nasi spesial bulan puasa. Nasi itu dijual kepada siapa saja yang akan berbuka puasa. Tenang saja, harganya bisa dibilang setara dengan tarif parkir motor.

Ibu-ibu ini tergabung dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Jember. Warung murah yang mereka gelar itu menyajikan menu makanan yang cukup beragam. Namun, harganya sangat terjangkau, Rp 2.000 saja. Itu pun sudah termasuk air mineral kemasan gelas.

Tak heran, sedari pukul 15.00 mereka sudah sibuk mempersiapkan dagangan yang akan dijual rugi itu. Mulai dari penyiapan menu seperti nasi, sayur, dan lauk, semuanya disediakan. Satu dua jam kemudian, sejumlah warga pun banyak yang mengantre untuk membeli nasi dua ribuan itu di dekat Klinik Panti Siwi, Jalan Kartini, Jember.

Warga saat itu, baik umat Katolik yang berjualan maupun umat muslim yang membeli, terlihat sama-sama senang. Maklum, umat Katolik ingin berbagi dengan cara menjual rugi nasi bungkus. Sementara, umat muslim yang datang merasa terbantu dengan warung nasi dua ribu rupiah itu.

Ketua WKRI Eli Krisnaningsih menuturkan, tujuan dari warung murah tersebut yaitu membantu sesama. “Hanya untuk berbagi, menolong sesama yang kurang beruntung,” ucapnya.

Beberapa orang yang menjadi sasarannya seperti tukang becak, para pemulung, dan yang rumahnya jauh, sehingga belum sempat pulang untuk berbuka puasa. Setiap harinya warung WKRI menyediakan sedikitnya 150 porsi makanan.

Biasanya, lanjut Eli, mendekati Hari Raya Idul Fitri, nasi yang disediakan mencapai 300 porsi. Per bungkus nasi yang hanya banderol Rp 2000 ini jauh dari modal yang dikeluarkan.  “Modalnya sekitar satu juta,” ujar perempuan yang tinggal di Perumahan Muktisari itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/