alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Filter Radikalisme dengan RMB

Mobile_AP_Rectangle 1

GLAGAHWERO, RADARJEMBER.ID-  Hadirnya Rumah Moderasi Beragama (RMB) di lingkungan PTKIN, seperti di Kampus Universitas Islam Negeri KH Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, diharapkan mampu mengedukasi sekaligus menjadi filter terhadap radikalisme. Baik kepada mahasiswa, dosen, maupun pegawai di lingkungan kampus tersebut dari paham keagamaan garis keras.

Kepala RMB UIN KHAS Ahmad Badrus Sholihin mengatakan, keberadaan RMB merupakan arahan langsung dari Menteri Agama KH Yaqut Kholul Qaumas saat memberikan Pelatihan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN MB), di kantor Kemenag Pusat pada tahun 2019. “Beliau mengamanatkan kepada peserta pelatihan untuk membentuk rumah moderasi beragama di setiap PTKIN. Kemudian, dituangkan oleh Prof Babun, dan di-SK pada 2020” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, kemarin (14/4).

Ditambahkan, salah satu fungsi dari RMB yaitu sebagai wadah penelitian dan pelatihan, seminar, konferensi, dan pendidikan di bidang moderasi beragama, serta advokasi dan kerja sama di bidang tersebut. Selama ini, kegiatan yang dilaksanakan masih pada tahap mainstreaming isu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, kita mencoba membuat serangkaian kegiatan seperti webinar untuk memperkenalkan moderasi beragama ini di internal kampus UIN KHAS maupun di luar. Kemudian, workshop penguatan moderasi beragama untuk CPNS dan mahasiswa,” ucap Badrus, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat.

Ke depan, lanjutnya, RMB ini tidak hanya melakukan kegiatan mainstreaming, melainkan akan fokus pada proses pendampingan dan pengadvokasian kelapangan. “Untuk format kegiatannya masih dalam proses pengkajian,” paparnya.

- Advertisement -

GLAGAHWERO, RADARJEMBER.ID-  Hadirnya Rumah Moderasi Beragama (RMB) di lingkungan PTKIN, seperti di Kampus Universitas Islam Negeri KH Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, diharapkan mampu mengedukasi sekaligus menjadi filter terhadap radikalisme. Baik kepada mahasiswa, dosen, maupun pegawai di lingkungan kampus tersebut dari paham keagamaan garis keras.

Kepala RMB UIN KHAS Ahmad Badrus Sholihin mengatakan, keberadaan RMB merupakan arahan langsung dari Menteri Agama KH Yaqut Kholul Qaumas saat memberikan Pelatihan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN MB), di kantor Kemenag Pusat pada tahun 2019. “Beliau mengamanatkan kepada peserta pelatihan untuk membentuk rumah moderasi beragama di setiap PTKIN. Kemudian, dituangkan oleh Prof Babun, dan di-SK pada 2020” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, kemarin (14/4).

Ditambahkan, salah satu fungsi dari RMB yaitu sebagai wadah penelitian dan pelatihan, seminar, konferensi, dan pendidikan di bidang moderasi beragama, serta advokasi dan kerja sama di bidang tersebut. Selama ini, kegiatan yang dilaksanakan masih pada tahap mainstreaming isu.

“Jadi, kita mencoba membuat serangkaian kegiatan seperti webinar untuk memperkenalkan moderasi beragama ini di internal kampus UIN KHAS maupun di luar. Kemudian, workshop penguatan moderasi beragama untuk CPNS dan mahasiswa,” ucap Badrus, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat.

Ke depan, lanjutnya, RMB ini tidak hanya melakukan kegiatan mainstreaming, melainkan akan fokus pada proses pendampingan dan pengadvokasian kelapangan. “Untuk format kegiatannya masih dalam proses pengkajian,” paparnya.

GLAGAHWERO, RADARJEMBER.ID-  Hadirnya Rumah Moderasi Beragama (RMB) di lingkungan PTKIN, seperti di Kampus Universitas Islam Negeri KH Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, diharapkan mampu mengedukasi sekaligus menjadi filter terhadap radikalisme. Baik kepada mahasiswa, dosen, maupun pegawai di lingkungan kampus tersebut dari paham keagamaan garis keras.

Kepala RMB UIN KHAS Ahmad Badrus Sholihin mengatakan, keberadaan RMB merupakan arahan langsung dari Menteri Agama KH Yaqut Kholul Qaumas saat memberikan Pelatihan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN MB), di kantor Kemenag Pusat pada tahun 2019. “Beliau mengamanatkan kepada peserta pelatihan untuk membentuk rumah moderasi beragama di setiap PTKIN. Kemudian, dituangkan oleh Prof Babun, dan di-SK pada 2020” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, kemarin (14/4).

Ditambahkan, salah satu fungsi dari RMB yaitu sebagai wadah penelitian dan pelatihan, seminar, konferensi, dan pendidikan di bidang moderasi beragama, serta advokasi dan kerja sama di bidang tersebut. Selama ini, kegiatan yang dilaksanakan masih pada tahap mainstreaming isu.

“Jadi, kita mencoba membuat serangkaian kegiatan seperti webinar untuk memperkenalkan moderasi beragama ini di internal kampus UIN KHAS maupun di luar. Kemudian, workshop penguatan moderasi beragama untuk CPNS dan mahasiswa,” ucap Badrus, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat.

Ke depan, lanjutnya, RMB ini tidak hanya melakukan kegiatan mainstreaming, melainkan akan fokus pada proses pendampingan dan pengadvokasian kelapangan. “Untuk format kegiatannya masih dalam proses pengkajian,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/