alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bupati Keluarkan Edaran Pembatasan Warung Makan

Boleh Berjualan asal Tertutup Tirai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, warung dan rumah makan memang tetap boleh berjualan. Namun, mereka diminta untuk menghormati orang yang berpuasa dengan cara memasang tirai. Ini agar pelaksanaan ibadah puasa tetap khusyuk, serta tercipta sikap saling menghargai.

Secara resmi, Bupati Jember Hendy Siswanto mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur tentang hal itu. Dalam SE tersebut, bupati meminta rumah makan yang buka pada siang hari supaya menutup warung mereka menggunakan tirai atau gorden.

Sementara, untuk tempat hiburan seperti kafe, rumah karaoke, arena biliar, dan sejenisnya yang dianggap sensitif, diminta tutup sementara. Ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat sekaligus mencegah kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mencegah munculnya korban jiwa, bupati juga melarang siapa pun memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon atau petasan. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengantisipasi membeludaknya anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang bermunculan selama Ramadan.

Hendy juga berharap semua pihak agar saling bekerja sama memerangi timbulnya paham radikal, pro kekerasan, dan intoleransi dengan memberikan arahan, serta bimbingan kepada masyarakat sesuai peran dan kapasitas masing-masing.

Sementara itu, yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah selama Ramadan, bupati juga membuat seruan khusus demi mencegah terjadinya penularan korona. Kepada para pengelola tempat ibadah, perlu dilakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Berbagai aktivitas di masjid seperti salat Tarawih dan tadarus Alquran juga dibatasi. Diharapkan, para jamaah membawa peralatan salat masing-masing dan tetap menjaga jarak aman minimal satu meter. Sedangkan aktivitas sahur dan buka puasa dianjurkan agar di rumah masing-masing.

Pelaksanaan salat Idul Fitri juga disarankan dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka. Kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan signifikan berdasar pengumuman lanjutan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, maka kebijakannya bisa berbeda.

Tak hanya itu, bupati juga mengatur, sebaiknya para pemilik usaha rumah makan, tempat rekreasi, dan pengelola hotel, agar lebih selektif dalam menerima tamu. Jumlah pengunjung juga dibatasi menjadi 40 persen dari kapasitas yang ada. Khusus untuk rumah makan, waktu kunjungan juga harus dibatasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, warung dan rumah makan memang tetap boleh berjualan. Namun, mereka diminta untuk menghormati orang yang berpuasa dengan cara memasang tirai. Ini agar pelaksanaan ibadah puasa tetap khusyuk, serta tercipta sikap saling menghargai.

Secara resmi, Bupati Jember Hendy Siswanto mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur tentang hal itu. Dalam SE tersebut, bupati meminta rumah makan yang buka pada siang hari supaya menutup warung mereka menggunakan tirai atau gorden.

Sementara, untuk tempat hiburan seperti kafe, rumah karaoke, arena biliar, dan sejenisnya yang dianggap sensitif, diminta tutup sementara. Ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat sekaligus mencegah kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Untuk mencegah munculnya korban jiwa, bupati juga melarang siapa pun memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon atau petasan. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengantisipasi membeludaknya anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang bermunculan selama Ramadan.

Hendy juga berharap semua pihak agar saling bekerja sama memerangi timbulnya paham radikal, pro kekerasan, dan intoleransi dengan memberikan arahan, serta bimbingan kepada masyarakat sesuai peran dan kapasitas masing-masing.

Sementara itu, yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah selama Ramadan, bupati juga membuat seruan khusus demi mencegah terjadinya penularan korona. Kepada para pengelola tempat ibadah, perlu dilakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Berbagai aktivitas di masjid seperti salat Tarawih dan tadarus Alquran juga dibatasi. Diharapkan, para jamaah membawa peralatan salat masing-masing dan tetap menjaga jarak aman minimal satu meter. Sedangkan aktivitas sahur dan buka puasa dianjurkan agar di rumah masing-masing.

Pelaksanaan salat Idul Fitri juga disarankan dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka. Kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan signifikan berdasar pengumuman lanjutan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, maka kebijakannya bisa berbeda.

Tak hanya itu, bupati juga mengatur, sebaiknya para pemilik usaha rumah makan, tempat rekreasi, dan pengelola hotel, agar lebih selektif dalam menerima tamu. Jumlah pengunjung juga dibatasi menjadi 40 persen dari kapasitas yang ada. Khusus untuk rumah makan, waktu kunjungan juga harus dibatasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, warung dan rumah makan memang tetap boleh berjualan. Namun, mereka diminta untuk menghormati orang yang berpuasa dengan cara memasang tirai. Ini agar pelaksanaan ibadah puasa tetap khusyuk, serta tercipta sikap saling menghargai.

Secara resmi, Bupati Jember Hendy Siswanto mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur tentang hal itu. Dalam SE tersebut, bupati meminta rumah makan yang buka pada siang hari supaya menutup warung mereka menggunakan tirai atau gorden.

Sementara, untuk tempat hiburan seperti kafe, rumah karaoke, arena biliar, dan sejenisnya yang dianggap sensitif, diminta tutup sementara. Ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat sekaligus mencegah kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Untuk mencegah munculnya korban jiwa, bupati juga melarang siapa pun memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon atau petasan. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengantisipasi membeludaknya anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang bermunculan selama Ramadan.

Hendy juga berharap semua pihak agar saling bekerja sama memerangi timbulnya paham radikal, pro kekerasan, dan intoleransi dengan memberikan arahan, serta bimbingan kepada masyarakat sesuai peran dan kapasitas masing-masing.

Sementara itu, yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah selama Ramadan, bupati juga membuat seruan khusus demi mencegah terjadinya penularan korona. Kepada para pengelola tempat ibadah, perlu dilakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Berbagai aktivitas di masjid seperti salat Tarawih dan tadarus Alquran juga dibatasi. Diharapkan, para jamaah membawa peralatan salat masing-masing dan tetap menjaga jarak aman minimal satu meter. Sedangkan aktivitas sahur dan buka puasa dianjurkan agar di rumah masing-masing.

Pelaksanaan salat Idul Fitri juga disarankan dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka. Kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan signifikan berdasar pengumuman lanjutan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, maka kebijakannya bisa berbeda.

Tak hanya itu, bupati juga mengatur, sebaiknya para pemilik usaha rumah makan, tempat rekreasi, dan pengelola hotel, agar lebih selektif dalam menerima tamu. Jumlah pengunjung juga dibatasi menjadi 40 persen dari kapasitas yang ada. Khusus untuk rumah makan, waktu kunjungan juga harus dibatasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/