alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Banyak Trotoar Beralih Fungsi

Biang Macet di Jalur Rambipuji

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJMBER.ID – Ruas jalan di Kecamatan Rambipuji ini memang tidak pernah sepi. Nyaris selalu ramai. Jalan yang juga menjadi jalur nasional ini memang banyak dilalui kendaraan besar dan angkutan antar provinsi. Namun, pada jam-jam tertentu kerap kali arus kendaraan tersendat. Penyebabnya, tak hanya jumlah kendaraan yang padat, tapi juga trotoar yang telah beralih fungsi hingga kendaraan barang yang bongkar muat di pinggir jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (14/4), di kanan kiri jalan aktivitas pasar dan para pedagang di pinggiran jalan raya cukup padat. Dari pagi hingga malam mereka melapak, bergantian. Pagi aktivitas di pasar, siang hingga sore di toko atau ruko. Dan malam harinya, aktivitas pedagang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Rambipuji. “Tidak ada sepinya di jalan ini. Paling tengah malam. Itu pun tetap ada bus yang lewat,” kata Suyitno, pemilik warung di sekitar jalan tersebut.

Padatnya aktivitas pedagang di lokasi itu juga turut menyumbang kemacetan. Biasanya, kemacetan terjadi saat jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya trotoar di jalan yang telah beralih fungsi menjadi lapak pedagang. “Lapak pedagang di sekitar RTH sudah disediakan. Jadi, tidak memakan jalan. Kalau yang di pinggir jalan itu kurang tahu,” tambah Rofik Mulyadi, pedagang di RTH Rambipuji.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain banyak trotoar yang beralih fungsi, kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya aktivitas bongkar muat barang di toko atau ruko sepanjang jalan Rambipuji. Hal itu kerap memperparah kemacetan. Tidak heran jika warga setempat menyebut jalan Rambipuji adalah jalur lambat. Karena memang banyak aktivitas warga di sekitar sini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJMBER.ID – Ruas jalan di Kecamatan Rambipuji ini memang tidak pernah sepi. Nyaris selalu ramai. Jalan yang juga menjadi jalur nasional ini memang banyak dilalui kendaraan besar dan angkutan antar provinsi. Namun, pada jam-jam tertentu kerap kali arus kendaraan tersendat. Penyebabnya, tak hanya jumlah kendaraan yang padat, tapi juga trotoar yang telah beralih fungsi hingga kendaraan barang yang bongkar muat di pinggir jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (14/4), di kanan kiri jalan aktivitas pasar dan para pedagang di pinggiran jalan raya cukup padat. Dari pagi hingga malam mereka melapak, bergantian. Pagi aktivitas di pasar, siang hingga sore di toko atau ruko. Dan malam harinya, aktivitas pedagang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Rambipuji. “Tidak ada sepinya di jalan ini. Paling tengah malam. Itu pun tetap ada bus yang lewat,” kata Suyitno, pemilik warung di sekitar jalan tersebut.

Padatnya aktivitas pedagang di lokasi itu juga turut menyumbang kemacetan. Biasanya, kemacetan terjadi saat jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya trotoar di jalan yang telah beralih fungsi menjadi lapak pedagang. “Lapak pedagang di sekitar RTH sudah disediakan. Jadi, tidak memakan jalan. Kalau yang di pinggir jalan itu kurang tahu,” tambah Rofik Mulyadi, pedagang di RTH Rambipuji.

Selain banyak trotoar yang beralih fungsi, kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya aktivitas bongkar muat barang di toko atau ruko sepanjang jalan Rambipuji. Hal itu kerap memperparah kemacetan. Tidak heran jika warga setempat menyebut jalan Rambipuji adalah jalur lambat. Karena memang banyak aktivitas warga di sekitar sini.

JEMBER, RADARJMBER.ID – Ruas jalan di Kecamatan Rambipuji ini memang tidak pernah sepi. Nyaris selalu ramai. Jalan yang juga menjadi jalur nasional ini memang banyak dilalui kendaraan besar dan angkutan antar provinsi. Namun, pada jam-jam tertentu kerap kali arus kendaraan tersendat. Penyebabnya, tak hanya jumlah kendaraan yang padat, tapi juga trotoar yang telah beralih fungsi hingga kendaraan barang yang bongkar muat di pinggir jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (14/4), di kanan kiri jalan aktivitas pasar dan para pedagang di pinggiran jalan raya cukup padat. Dari pagi hingga malam mereka melapak, bergantian. Pagi aktivitas di pasar, siang hingga sore di toko atau ruko. Dan malam harinya, aktivitas pedagang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Rambipuji. “Tidak ada sepinya di jalan ini. Paling tengah malam. Itu pun tetap ada bus yang lewat,” kata Suyitno, pemilik warung di sekitar jalan tersebut.

Padatnya aktivitas pedagang di lokasi itu juga turut menyumbang kemacetan. Biasanya, kemacetan terjadi saat jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya trotoar di jalan yang telah beralih fungsi menjadi lapak pedagang. “Lapak pedagang di sekitar RTH sudah disediakan. Jadi, tidak memakan jalan. Kalau yang di pinggir jalan itu kurang tahu,” tambah Rofik Mulyadi, pedagang di RTH Rambipuji.

Selain banyak trotoar yang beralih fungsi, kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya aktivitas bongkar muat barang di toko atau ruko sepanjang jalan Rambipuji. Hal itu kerap memperparah kemacetan. Tidak heran jika warga setempat menyebut jalan Rambipuji adalah jalur lambat. Karena memang banyak aktivitas warga di sekitar sini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/