alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Tak Kuorum, Paripurna Batal Digelar

Absen, Sebagian Dewan Pilih Agenda Partai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pemandangan tak biasa pada rapat paripurna di DPRD Jember, kemarin (14/4). Rapat dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember akhir tahun anggaran 2019 ini hanya dihadiri oleh 21 orang dari 50 anggota dewan. Karena tidak memenuhi kuorum, rapat akhirnya bubar tanpa menuai hasil apa pun. Termasuk belum adanya agenda lanjutan kapan rapat tersebut kembali digelar.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember dr Faida MMR. Sejumlah pejabat pemkab juga hadir, seperti Sekretaris Daerah Mirfano. Sementara itu, anggota dewan yang hadir yakni sejumlah pimpinan dan beberapa anggota saja.

Dedy, yang membuka acara, selanjutnya menghitung jumlah anggota dewan yang hadir di DPRD maupun yang menyatakan hadir melalui telekonferensi. Diketahui, hanya ada sembilan dewan yang hadir secara langsung. Semetara yang lewat jarak jauh hanya terpantau 12 orang. “Dengan jumlah anggota dewan yang hadir hanya 21 orang, maka rapat paripurna ditunda,” ucap Dedy, yang duduk di kursi pimpinan rapat paripurna bersama Bupati Faida.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penundaan rapat yang baru dibuka ini dilakukan setelah sekitar dua jam lamanya rapat molor dari jadwal yang ditetapkan. Penundaan pertama diberi waktu sepuluh menit, sedangkan penundaan kedua diberi waktu lima menit. Sekalipun sudah ditunda dua kali, anggota dewan yang mengikuti paripurna jumlahnya tetap, 21 orang.

Melihat kondisi yang disebut merupakan peristiwa perdana di DPRD Jember ini, salah satu anggota dewan sempat berharap agar paripurna bisa memenuhi kuorum. Akan tetapi, fakta berkata lain. Nur Hasan, salah seorang anggota dewan, mengusulkan agar rapat diagendakan kembali. “Sesuai dengan tata tertib, setelah ditunda dua kali tetap tidak kuorum, maka rapat paripurna ditunda paling lama tiga hari,” ucap Nur Hasan.

Dedy yang memegang palu sidang, kemudian memutuskan jadwal sidang lanjutan bakal dirapatkan melalui Badan Musyawarah DPRD. “Sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ ditunda sampai mendapat agenda dari Badan Musyawarah,” tegasnya, yang kemudian mengetuk palu sidang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pemandangan tak biasa pada rapat paripurna di DPRD Jember, kemarin (14/4). Rapat dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember akhir tahun anggaran 2019 ini hanya dihadiri oleh 21 orang dari 50 anggota dewan. Karena tidak memenuhi kuorum, rapat akhirnya bubar tanpa menuai hasil apa pun. Termasuk belum adanya agenda lanjutan kapan rapat tersebut kembali digelar.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember dr Faida MMR. Sejumlah pejabat pemkab juga hadir, seperti Sekretaris Daerah Mirfano. Sementara itu, anggota dewan yang hadir yakni sejumlah pimpinan dan beberapa anggota saja.

Dedy, yang membuka acara, selanjutnya menghitung jumlah anggota dewan yang hadir di DPRD maupun yang menyatakan hadir melalui telekonferensi. Diketahui, hanya ada sembilan dewan yang hadir secara langsung. Semetara yang lewat jarak jauh hanya terpantau 12 orang. “Dengan jumlah anggota dewan yang hadir hanya 21 orang, maka rapat paripurna ditunda,” ucap Dedy, yang duduk di kursi pimpinan rapat paripurna bersama Bupati Faida.

Penundaan rapat yang baru dibuka ini dilakukan setelah sekitar dua jam lamanya rapat molor dari jadwal yang ditetapkan. Penundaan pertama diberi waktu sepuluh menit, sedangkan penundaan kedua diberi waktu lima menit. Sekalipun sudah ditunda dua kali, anggota dewan yang mengikuti paripurna jumlahnya tetap, 21 orang.

Melihat kondisi yang disebut merupakan peristiwa perdana di DPRD Jember ini, salah satu anggota dewan sempat berharap agar paripurna bisa memenuhi kuorum. Akan tetapi, fakta berkata lain. Nur Hasan, salah seorang anggota dewan, mengusulkan agar rapat diagendakan kembali. “Sesuai dengan tata tertib, setelah ditunda dua kali tetap tidak kuorum, maka rapat paripurna ditunda paling lama tiga hari,” ucap Nur Hasan.

Dedy yang memegang palu sidang, kemudian memutuskan jadwal sidang lanjutan bakal dirapatkan melalui Badan Musyawarah DPRD. “Sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ ditunda sampai mendapat agenda dari Badan Musyawarah,” tegasnya, yang kemudian mengetuk palu sidang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pemandangan tak biasa pada rapat paripurna di DPRD Jember, kemarin (14/4). Rapat dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember akhir tahun anggaran 2019 ini hanya dihadiri oleh 21 orang dari 50 anggota dewan. Karena tidak memenuhi kuorum, rapat akhirnya bubar tanpa menuai hasil apa pun. Termasuk belum adanya agenda lanjutan kapan rapat tersebut kembali digelar.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember dr Faida MMR. Sejumlah pejabat pemkab juga hadir, seperti Sekretaris Daerah Mirfano. Sementara itu, anggota dewan yang hadir yakni sejumlah pimpinan dan beberapa anggota saja.

Dedy, yang membuka acara, selanjutnya menghitung jumlah anggota dewan yang hadir di DPRD maupun yang menyatakan hadir melalui telekonferensi. Diketahui, hanya ada sembilan dewan yang hadir secara langsung. Semetara yang lewat jarak jauh hanya terpantau 12 orang. “Dengan jumlah anggota dewan yang hadir hanya 21 orang, maka rapat paripurna ditunda,” ucap Dedy, yang duduk di kursi pimpinan rapat paripurna bersama Bupati Faida.

Penundaan rapat yang baru dibuka ini dilakukan setelah sekitar dua jam lamanya rapat molor dari jadwal yang ditetapkan. Penundaan pertama diberi waktu sepuluh menit, sedangkan penundaan kedua diberi waktu lima menit. Sekalipun sudah ditunda dua kali, anggota dewan yang mengikuti paripurna jumlahnya tetap, 21 orang.

Melihat kondisi yang disebut merupakan peristiwa perdana di DPRD Jember ini, salah satu anggota dewan sempat berharap agar paripurna bisa memenuhi kuorum. Akan tetapi, fakta berkata lain. Nur Hasan, salah seorang anggota dewan, mengusulkan agar rapat diagendakan kembali. “Sesuai dengan tata tertib, setelah ditunda dua kali tetap tidak kuorum, maka rapat paripurna ditunda paling lama tiga hari,” ucap Nur Hasan.

Dedy yang memegang palu sidang, kemudian memutuskan jadwal sidang lanjutan bakal dirapatkan melalui Badan Musyawarah DPRD. “Sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ ditunda sampai mendapat agenda dari Badan Musyawarah,” tegasnya, yang kemudian mengetuk palu sidang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/