23 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Penyebab Penghentian Penerbangan Diselidiki

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Buntut operasional pesawat carter Cessna Grand Caravan selama 41 hari di Bandara Notohadinegoro Jember rupanya menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH). Senin (14/3) kemarin, polisi rupanya menjadwalkan pemanggilan terhadap Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember, Wawan Budi Rachmanto, kaitan uang branding yang dipasang pihak bank ke badan pesawat senilai Rp 1 miliar.

Wawan sedianya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pidsus Satreskrim Polres Jember pada pukul 09.00. Namun, ia meminta perubahan waktu sekitar pukul 11.00, karena alasan terlebih dahulu ikut rapat bersama DPRD Jember. “Mungkin saya sebentar di sini, karena harus datang ke panggilan polisi,” kata, saat berpamitan ke anggota dewan dari forum hearing gabungan di Banmus DPRD Jember, Senin (13/3).

Selebihnya, ketika Wawan dikonfirmasi saat hendak beranjak ke Polres Jember, Wawan enggan mengutarakan lebih jauh. Ia lantas meninggalkan Gedung DPRD Jember menuju Polres Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di hari yang sama, dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan penyelidikan yang tengah dilakukannya. Menurut dia, penyelidikan itu untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam aktivitas penerbangan pesawat carter berpenumpang 12 orang tersebut. “Kami mintai dulu keterangan dari Kepala Bank Jatim Jember. Mengingat, dia selaku pihak yang memberikan uang Rp 1 miliar ke pihak yang menyewa pesawat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, uang Rp 1 miliar tersebut berasal dari Bank Jatim Cabang Jember yang diberikan kepada PT Amaya Alam Semesta (AAS), perusahaan yang penyewa pesawat carter jenis Grand New Caravan. Kepolisian sepertinya mengendus dugaan penyalahgunaan wewenang hingga dugaan rasuah di balik mandeknya penerbangan pesawat tersebut. Meski begitu, Dika belum mengungkapkan lebih jauh karena masih tahap awal penelusuran. “Tahapnya masih penyelidikan yang mana prosesnya harus terukur dan berjenjang. Nanti hasilnya seperti apa, tunggu saja,” kata Dika. (mau/c2/nur)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Buntut operasional pesawat carter Cessna Grand Caravan selama 41 hari di Bandara Notohadinegoro Jember rupanya menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH). Senin (14/3) kemarin, polisi rupanya menjadwalkan pemanggilan terhadap Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember, Wawan Budi Rachmanto, kaitan uang branding yang dipasang pihak bank ke badan pesawat senilai Rp 1 miliar.

Wawan sedianya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pidsus Satreskrim Polres Jember pada pukul 09.00. Namun, ia meminta perubahan waktu sekitar pukul 11.00, karena alasan terlebih dahulu ikut rapat bersama DPRD Jember. “Mungkin saya sebentar di sini, karena harus datang ke panggilan polisi,” kata, saat berpamitan ke anggota dewan dari forum hearing gabungan di Banmus DPRD Jember, Senin (13/3).

Selebihnya, ketika Wawan dikonfirmasi saat hendak beranjak ke Polres Jember, Wawan enggan mengutarakan lebih jauh. Ia lantas meninggalkan Gedung DPRD Jember menuju Polres Jember.

Di hari yang sama, dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan penyelidikan yang tengah dilakukannya. Menurut dia, penyelidikan itu untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam aktivitas penerbangan pesawat carter berpenumpang 12 orang tersebut. “Kami mintai dulu keterangan dari Kepala Bank Jatim Jember. Mengingat, dia selaku pihak yang memberikan uang Rp 1 miliar ke pihak yang menyewa pesawat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, uang Rp 1 miliar tersebut berasal dari Bank Jatim Cabang Jember yang diberikan kepada PT Amaya Alam Semesta (AAS), perusahaan yang penyewa pesawat carter jenis Grand New Caravan. Kepolisian sepertinya mengendus dugaan penyalahgunaan wewenang hingga dugaan rasuah di balik mandeknya penerbangan pesawat tersebut. Meski begitu, Dika belum mengungkapkan lebih jauh karena masih tahap awal penelusuran. “Tahapnya masih penyelidikan yang mana prosesnya harus terukur dan berjenjang. Nanti hasilnya seperti apa, tunggu saja,” kata Dika. (mau/c2/nur)

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Buntut operasional pesawat carter Cessna Grand Caravan selama 41 hari di Bandara Notohadinegoro Jember rupanya menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH). Senin (14/3) kemarin, polisi rupanya menjadwalkan pemanggilan terhadap Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember, Wawan Budi Rachmanto, kaitan uang branding yang dipasang pihak bank ke badan pesawat senilai Rp 1 miliar.

Wawan sedianya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pidsus Satreskrim Polres Jember pada pukul 09.00. Namun, ia meminta perubahan waktu sekitar pukul 11.00, karena alasan terlebih dahulu ikut rapat bersama DPRD Jember. “Mungkin saya sebentar di sini, karena harus datang ke panggilan polisi,” kata, saat berpamitan ke anggota dewan dari forum hearing gabungan di Banmus DPRD Jember, Senin (13/3).

Selebihnya, ketika Wawan dikonfirmasi saat hendak beranjak ke Polres Jember, Wawan enggan mengutarakan lebih jauh. Ia lantas meninggalkan Gedung DPRD Jember menuju Polres Jember.

Di hari yang sama, dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan penyelidikan yang tengah dilakukannya. Menurut dia, penyelidikan itu untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam aktivitas penerbangan pesawat carter berpenumpang 12 orang tersebut. “Kami mintai dulu keterangan dari Kepala Bank Jatim Jember. Mengingat, dia selaku pihak yang memberikan uang Rp 1 miliar ke pihak yang menyewa pesawat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, uang Rp 1 miliar tersebut berasal dari Bank Jatim Cabang Jember yang diberikan kepada PT Amaya Alam Semesta (AAS), perusahaan yang penyewa pesawat carter jenis Grand New Caravan. Kepolisian sepertinya mengendus dugaan penyalahgunaan wewenang hingga dugaan rasuah di balik mandeknya penerbangan pesawat tersebut. Meski begitu, Dika belum mengungkapkan lebih jauh karena masih tahap awal penelusuran. “Tahapnya masih penyelidikan yang mana prosesnya harus terukur dan berjenjang. Nanti hasilnya seperti apa, tunggu saja,” kata Dika. (mau/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca