alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Perlu Keselamatan Penyeberang Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurangnya fasilitas untuk masyarakat pejalan kaki masih menjadi topik yang perlu dibahas. Tidak hanya trotoar, fasilitas pendukung keselamatan penyeberangan juga masih rendah. Hal itu tampak di Jalan A Yani menuju Geladak Kembar.

Baca Juga : Hindari Jalan Rusak, Pemotor Asal Jember Meninggal Dunia Terlindas Truk

Jalan A Yani, khususnya dekat Geladak Kembar, Kepatihan, tersebut cukup padat dengan aktivitas masyarakat. Bila pagi, warga juga masih butuh untuk menyeberang dari dan ke Pasar Kepatihan. Jalan itu pun dipagar besi. Karena itu, pejalan kaki yang ingin menyeberang ada dua pilihan. Tepat di Pasar Kepatihan atau memutar ke segitiga koperasi. Terlebih lagi kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut lajunya cukup kencang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika ditanyakan apakah akan melakukan pemasangan jembatan penyeberangan orang (JPO), pihak Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku masih perlu kajian bila membangun JPO.  Kabid Lalin Dishub Jember Dian Eka mengatakan, sebelum melakukan pemasangan fasilitas keselamatan dan perlengkapan jalan harus dilakukan survei dan kajian terlebih dahulu. “Teknis bisa dilakukan kajian ulang melihat pada perkembangan tata guna lahan dan pertumbuhan volume lalu lintas,” paparnya.

Tak hanya itu, Dian juga menyampaikan, terkait masyarakat yang menyeberang tidak pada tempatnya, dirinya telah berkolaborasi dengan Satlantas Polres Jember untuk melakukan penertiban pada lokasi yang memang dinilai rawan pelanggaran. Serta setiap hari pihak Dishub melalui traffic voice selalu mengampanyekan keselamatan dan tertib lalu lintas. Selain itu, juga melalui media sosial. Pemantauan pelanggaran juga dilakukan melalui Mobil Incar Satlantas Polres Jember. “Ke depan Dishub juga akan melakukan inovasi untuk tertib lalu lintas,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurangnya fasilitas untuk masyarakat pejalan kaki masih menjadi topik yang perlu dibahas. Tidak hanya trotoar, fasilitas pendukung keselamatan penyeberangan juga masih rendah. Hal itu tampak di Jalan A Yani menuju Geladak Kembar.

Baca Juga : Hindari Jalan Rusak, Pemotor Asal Jember Meninggal Dunia Terlindas Truk

Jalan A Yani, khususnya dekat Geladak Kembar, Kepatihan, tersebut cukup padat dengan aktivitas masyarakat. Bila pagi, warga juga masih butuh untuk menyeberang dari dan ke Pasar Kepatihan. Jalan itu pun dipagar besi. Karena itu, pejalan kaki yang ingin menyeberang ada dua pilihan. Tepat di Pasar Kepatihan atau memutar ke segitiga koperasi. Terlebih lagi kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut lajunya cukup kencang.

Ketika ditanyakan apakah akan melakukan pemasangan jembatan penyeberangan orang (JPO), pihak Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku masih perlu kajian bila membangun JPO.  Kabid Lalin Dishub Jember Dian Eka mengatakan, sebelum melakukan pemasangan fasilitas keselamatan dan perlengkapan jalan harus dilakukan survei dan kajian terlebih dahulu. “Teknis bisa dilakukan kajian ulang melihat pada perkembangan tata guna lahan dan pertumbuhan volume lalu lintas,” paparnya.

Tak hanya itu, Dian juga menyampaikan, terkait masyarakat yang menyeberang tidak pada tempatnya, dirinya telah berkolaborasi dengan Satlantas Polres Jember untuk melakukan penertiban pada lokasi yang memang dinilai rawan pelanggaran. Serta setiap hari pihak Dishub melalui traffic voice selalu mengampanyekan keselamatan dan tertib lalu lintas. Selain itu, juga melalui media sosial. Pemantauan pelanggaran juga dilakukan melalui Mobil Incar Satlantas Polres Jember. “Ke depan Dishub juga akan melakukan inovasi untuk tertib lalu lintas,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurangnya fasilitas untuk masyarakat pejalan kaki masih menjadi topik yang perlu dibahas. Tidak hanya trotoar, fasilitas pendukung keselamatan penyeberangan juga masih rendah. Hal itu tampak di Jalan A Yani menuju Geladak Kembar.

Baca Juga : Hindari Jalan Rusak, Pemotor Asal Jember Meninggal Dunia Terlindas Truk

Jalan A Yani, khususnya dekat Geladak Kembar, Kepatihan, tersebut cukup padat dengan aktivitas masyarakat. Bila pagi, warga juga masih butuh untuk menyeberang dari dan ke Pasar Kepatihan. Jalan itu pun dipagar besi. Karena itu, pejalan kaki yang ingin menyeberang ada dua pilihan. Tepat di Pasar Kepatihan atau memutar ke segitiga koperasi. Terlebih lagi kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut lajunya cukup kencang.

Ketika ditanyakan apakah akan melakukan pemasangan jembatan penyeberangan orang (JPO), pihak Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku masih perlu kajian bila membangun JPO.  Kabid Lalin Dishub Jember Dian Eka mengatakan, sebelum melakukan pemasangan fasilitas keselamatan dan perlengkapan jalan harus dilakukan survei dan kajian terlebih dahulu. “Teknis bisa dilakukan kajian ulang melihat pada perkembangan tata guna lahan dan pertumbuhan volume lalu lintas,” paparnya.

Tak hanya itu, Dian juga menyampaikan, terkait masyarakat yang menyeberang tidak pada tempatnya, dirinya telah berkolaborasi dengan Satlantas Polres Jember untuk melakukan penertiban pada lokasi yang memang dinilai rawan pelanggaran. Serta setiap hari pihak Dishub melalui traffic voice selalu mengampanyekan keselamatan dan tertib lalu lintas. Selain itu, juga melalui media sosial. Pemantauan pelanggaran juga dilakukan melalui Mobil Incar Satlantas Polres Jember. “Ke depan Dishub juga akan melakukan inovasi untuk tertib lalu lintas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/