alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Cerita Asma’i, Bertahan Jadi Tukang Sol Sepatu

Jalan hidup tidak ada yang tahu. Pun demikian dengan pekerjaan orang. Ada yang terikat dengan waktu, ada pula yang bebas. Semua itu adalah pilihan, seperti Asma’i yang kembali menggeluti pekerjaan sebagai tukang sol sepatu.

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, di sela-sela pekerjaannya, Asma’i mengaku menjadi tukang sol sepatu hanya modal nekat. Awalnya dia hanya coba-coba, tetapi dia menjadi enjoy. Dia pun terus menjadi tukang sol sepatu.

Asma’i menyebut, penghasilan untuk menjadi tukang sol sepatu bisa ditebak. Hanya sebesar Rp 12 ribu untuk setiap pasang sepatu yang dia kerjakan. Jika sehari mampu mendapatkan sepuluh pasang sepatu, maka dirinya menerima upah Rp 120 ribu. Dari rezeki itu, dirinya bisa menjalani hidup bersama keluarga sejak 1998 silam.

Hal yang menurutnya sangat berharga adalah menghargai waktu. Dia nyaman dengan pekerjaan tersebut karena bisa setiap saat kumpul bersama keluarga. Baginya, uang besar memang menjadi kebutuhan bagi siapa saja. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menghargai keluarga yang terkadang membutuhkan secara mendadak. “Hasilnya memang tidak pasti, kadang bisa sampai sepuluh lebih. Kadang hanya lima sehari,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : mg5
Fotografer : mg5
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Sementara itu, di sela-sela pekerjaannya, Asma’i mengaku menjadi tukang sol sepatu hanya modal nekat. Awalnya dia hanya coba-coba, tetapi dia menjadi enjoy. Dia pun terus menjadi tukang sol sepatu.

Asma’i menyebut, penghasilan untuk menjadi tukang sol sepatu bisa ditebak. Hanya sebesar Rp 12 ribu untuk setiap pasang sepatu yang dia kerjakan. Jika sehari mampu mendapatkan sepuluh pasang sepatu, maka dirinya menerima upah Rp 120 ribu. Dari rezeki itu, dirinya bisa menjalani hidup bersama keluarga sejak 1998 silam.

Hal yang menurutnya sangat berharga adalah menghargai waktu. Dia nyaman dengan pekerjaan tersebut karena bisa setiap saat kumpul bersama keluarga. Baginya, uang besar memang menjadi kebutuhan bagi siapa saja. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menghargai keluarga yang terkadang membutuhkan secara mendadak. “Hasilnya memang tidak pasti, kadang bisa sampai sepuluh lebih. Kadang hanya lima sehari,” pungkasnya.

 

Jurnalis : mg5
Fotografer : mg5
Redaktur : Nur Hariri

Sementara itu, di sela-sela pekerjaannya, Asma’i mengaku menjadi tukang sol sepatu hanya modal nekat. Awalnya dia hanya coba-coba, tetapi dia menjadi enjoy. Dia pun terus menjadi tukang sol sepatu.

Asma’i menyebut, penghasilan untuk menjadi tukang sol sepatu bisa ditebak. Hanya sebesar Rp 12 ribu untuk setiap pasang sepatu yang dia kerjakan. Jika sehari mampu mendapatkan sepuluh pasang sepatu, maka dirinya menerima upah Rp 120 ribu. Dari rezeki itu, dirinya bisa menjalani hidup bersama keluarga sejak 1998 silam.

Hal yang menurutnya sangat berharga adalah menghargai waktu. Dia nyaman dengan pekerjaan tersebut karena bisa setiap saat kumpul bersama keluarga. Baginya, uang besar memang menjadi kebutuhan bagi siapa saja. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menghargai keluarga yang terkadang membutuhkan secara mendadak. “Hasilnya memang tidak pasti, kadang bisa sampai sepuluh lebih. Kadang hanya lima sehari,” pungkasnya.

 

Jurnalis : mg5
Fotografer : mg5
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/