alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Cerita Asma’i, Bertahan Jadi Tukang Sol Sepatu

Jalan hidup tidak ada yang tahu. Pun demikian dengan pekerjaan orang. Ada yang terikat dengan waktu, ada pula yang bebas. Semua itu adalah pilihan, seperti Asma’i yang kembali menggeluti pekerjaan sebagai tukang sol sepatu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era modern seperti sekarang, banyak lini pekerjaan yang terancam hilang. Salah satunya adalah tukang sol sepatu. Namun demikian, di Jember masih terdapat sejumlah warga yang bertahan pada pekerjaan tersebut.

Asma’i merupakan salah satu warga yang sempat berhenti menjadi tukang sol sepatu. Namun, dia kembali lagi menggelutinya. Siang itu, pria tersebut fokus menjahit sepatu milik warga.

Menurutnya, dia menjadi tukang sol sepatu sudah cukup lama. Sejak era Reformasi saat sepatu tidak melimpah seperti sekarang. “Sejak tahun 1998, pas Reformasi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah cukup lama menggeluti pekerjaan sol sepatu dan sandal, Asma’i mengaku sempat berhenti. Dia kemudian bekerja sebagai buruh di sebuah jasa penggilingan milik warga. Namun, pria yang tinggal di Lingkungan Sawahan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu mengaku tidak bisa meneruskan pekerjaan selep karena terbentur waktu. Tak lama setelah itu, dia pun memilih untuk berhenti dan menggeluti dunianya kembali, sebagai tukang sol sepatu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asma’i mengaku dirinya kembali pada pekerjaan awal karena lebih bebas dan tidak terikat jam kerja. Hal itulah yang meneguhkan dirinya bahwa dia ingin bekerja dengan jam bebas. Tidak terikat oleh waktu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era modern seperti sekarang, banyak lini pekerjaan yang terancam hilang. Salah satunya adalah tukang sol sepatu. Namun demikian, di Jember masih terdapat sejumlah warga yang bertahan pada pekerjaan tersebut.

Asma’i merupakan salah satu warga yang sempat berhenti menjadi tukang sol sepatu. Namun, dia kembali lagi menggelutinya. Siang itu, pria tersebut fokus menjahit sepatu milik warga.

Menurutnya, dia menjadi tukang sol sepatu sudah cukup lama. Sejak era Reformasi saat sepatu tidak melimpah seperti sekarang. “Sejak tahun 1998, pas Reformasi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah cukup lama menggeluti pekerjaan sol sepatu dan sandal, Asma’i mengaku sempat berhenti. Dia kemudian bekerja sebagai buruh di sebuah jasa penggilingan milik warga. Namun, pria yang tinggal di Lingkungan Sawahan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu mengaku tidak bisa meneruskan pekerjaan selep karena terbentur waktu. Tak lama setelah itu, dia pun memilih untuk berhenti dan menggeluti dunianya kembali, sebagai tukang sol sepatu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asma’i mengaku dirinya kembali pada pekerjaan awal karena lebih bebas dan tidak terikat jam kerja. Hal itulah yang meneguhkan dirinya bahwa dia ingin bekerja dengan jam bebas. Tidak terikat oleh waktu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era modern seperti sekarang, banyak lini pekerjaan yang terancam hilang. Salah satunya adalah tukang sol sepatu. Namun demikian, di Jember masih terdapat sejumlah warga yang bertahan pada pekerjaan tersebut.

Asma’i merupakan salah satu warga yang sempat berhenti menjadi tukang sol sepatu. Namun, dia kembali lagi menggelutinya. Siang itu, pria tersebut fokus menjahit sepatu milik warga.

Menurutnya, dia menjadi tukang sol sepatu sudah cukup lama. Sejak era Reformasi saat sepatu tidak melimpah seperti sekarang. “Sejak tahun 1998, pas Reformasi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah cukup lama menggeluti pekerjaan sol sepatu dan sandal, Asma’i mengaku sempat berhenti. Dia kemudian bekerja sebagai buruh di sebuah jasa penggilingan milik warga. Namun, pria yang tinggal di Lingkungan Sawahan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu mengaku tidak bisa meneruskan pekerjaan selep karena terbentur waktu. Tak lama setelah itu, dia pun memilih untuk berhenti dan menggeluti dunianya kembali, sebagai tukang sol sepatu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asma’i mengaku dirinya kembali pada pekerjaan awal karena lebih bebas dan tidak terikat jam kerja. Hal itulah yang meneguhkan dirinya bahwa dia ingin bekerja dengan jam bebas. Tidak terikat oleh waktu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/