alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Gagas Sekolah Tatap Muka Mulai 1 Maret

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) setidaknya sudah membuat sistem pendidikan berubah. Banyak anak terkesan malas belajar lantaran sistem pembelajaran dilakukan dengan daring. Mereka juga tidak kenal guru dan temannya. Bahkan, tidak sedikit tugas sekolah anak-anak yang justru dikerjakan oleh orang tuanya. Penilaian pun sulit diukur dan kejujuran dipertaruhkan.

Menyikapi sistem pembelajaran yang demikian, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Firjaun, yang akan dilantik 17 Februari nanti, mencanangkan sekolah sistem pertemuan tatap muka pada 1 Maret mendatang. “Kalau sekolah ini terus-terusan dilakukan secara daring, sangat berbahaya pada perkembangan anak-anak kita,” ucap Hendy.

Dikatakannya, sekolah dengan sistem daring memang tidak menutup anak-anak menjadi pintar. Akan tetapi, pintar saja tidak cukup, karena ada nilai-nilai moral yang harus dibangun agar tata krama, sopan santun, dan pendidikan karakter tetap bisa tersampaikan kepada anak.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau daring, anak memang bisa pintar. Tetapi, tanggung jawab guru untuk membangun karakter anak sulit dilakukan. Kasihan anak-anak. Ada akhlak yang harus tetap dibangun agar kehidupan anak-anak kita tetap beradab,” bebernya.

Untuk belajar, siapa pun bisa melakukannya meski melalui daring. Namun, membangun budi pekerti anak yang tetap patuh pada orang tua, hormat pada guru, membangun karakter yang baik, terancam hilang. Dengan demikian, Hendy-Firjaun akan memulai sekolah dengan sistem pertemuan tatap muka per 1 Maret 2021, bagi sekolah yang benar-benar siap melaksanakan protokol kesehatan.

Pada 1 Maret mendatang, Hendy-Firjaun akan menjadikan sejumlah sekolah sebagai percontohan. “Beberapa sekolah per 1 Maret akan menjadi pilot project, masuk sekolah dengan sistem tatap muka. Penerapan protokol kesehatan akan dimaksimalkan,” katanya.

Bagi sekolah yang siap menjadi pilot project tersebut, lanjut dia, akan menjadi bagian evaluasi untuk penyempurnaan penerapan sekolah tatap muka. Apakah nanti, siswa akan masuk separuh-separuh, tiga jam saja, atau ada sistem lain. “Kalau sehari siswa bisa masuk tiga jam, maka ini yang diterapkan dulu. Sistem pendidikan terus kita perbaiki agar anak benar-benar bisa sekolah,” tegas pria yang akrab dipanggil Haji Hendy tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) setidaknya sudah membuat sistem pendidikan berubah. Banyak anak terkesan malas belajar lantaran sistem pembelajaran dilakukan dengan daring. Mereka juga tidak kenal guru dan temannya. Bahkan, tidak sedikit tugas sekolah anak-anak yang justru dikerjakan oleh orang tuanya. Penilaian pun sulit diukur dan kejujuran dipertaruhkan.

Menyikapi sistem pembelajaran yang demikian, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Firjaun, yang akan dilantik 17 Februari nanti, mencanangkan sekolah sistem pertemuan tatap muka pada 1 Maret mendatang. “Kalau sekolah ini terus-terusan dilakukan secara daring, sangat berbahaya pada perkembangan anak-anak kita,” ucap Hendy.

Dikatakannya, sekolah dengan sistem daring memang tidak menutup anak-anak menjadi pintar. Akan tetapi, pintar saja tidak cukup, karena ada nilai-nilai moral yang harus dibangun agar tata krama, sopan santun, dan pendidikan karakter tetap bisa tersampaikan kepada anak.

“Kalau daring, anak memang bisa pintar. Tetapi, tanggung jawab guru untuk membangun karakter anak sulit dilakukan. Kasihan anak-anak. Ada akhlak yang harus tetap dibangun agar kehidupan anak-anak kita tetap beradab,” bebernya.

Untuk belajar, siapa pun bisa melakukannya meski melalui daring. Namun, membangun budi pekerti anak yang tetap patuh pada orang tua, hormat pada guru, membangun karakter yang baik, terancam hilang. Dengan demikian, Hendy-Firjaun akan memulai sekolah dengan sistem pertemuan tatap muka per 1 Maret 2021, bagi sekolah yang benar-benar siap melaksanakan protokol kesehatan.

Pada 1 Maret mendatang, Hendy-Firjaun akan menjadikan sejumlah sekolah sebagai percontohan. “Beberapa sekolah per 1 Maret akan menjadi pilot project, masuk sekolah dengan sistem tatap muka. Penerapan protokol kesehatan akan dimaksimalkan,” katanya.

Bagi sekolah yang siap menjadi pilot project tersebut, lanjut dia, akan menjadi bagian evaluasi untuk penyempurnaan penerapan sekolah tatap muka. Apakah nanti, siswa akan masuk separuh-separuh, tiga jam saja, atau ada sistem lain. “Kalau sehari siswa bisa masuk tiga jam, maka ini yang diterapkan dulu. Sistem pendidikan terus kita perbaiki agar anak benar-benar bisa sekolah,” tegas pria yang akrab dipanggil Haji Hendy tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) setidaknya sudah membuat sistem pendidikan berubah. Banyak anak terkesan malas belajar lantaran sistem pembelajaran dilakukan dengan daring. Mereka juga tidak kenal guru dan temannya. Bahkan, tidak sedikit tugas sekolah anak-anak yang justru dikerjakan oleh orang tuanya. Penilaian pun sulit diukur dan kejujuran dipertaruhkan.

Menyikapi sistem pembelajaran yang demikian, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Firjaun, yang akan dilantik 17 Februari nanti, mencanangkan sekolah sistem pertemuan tatap muka pada 1 Maret mendatang. “Kalau sekolah ini terus-terusan dilakukan secara daring, sangat berbahaya pada perkembangan anak-anak kita,” ucap Hendy.

Dikatakannya, sekolah dengan sistem daring memang tidak menutup anak-anak menjadi pintar. Akan tetapi, pintar saja tidak cukup, karena ada nilai-nilai moral yang harus dibangun agar tata krama, sopan santun, dan pendidikan karakter tetap bisa tersampaikan kepada anak.

“Kalau daring, anak memang bisa pintar. Tetapi, tanggung jawab guru untuk membangun karakter anak sulit dilakukan. Kasihan anak-anak. Ada akhlak yang harus tetap dibangun agar kehidupan anak-anak kita tetap beradab,” bebernya.

Untuk belajar, siapa pun bisa melakukannya meski melalui daring. Namun, membangun budi pekerti anak yang tetap patuh pada orang tua, hormat pada guru, membangun karakter yang baik, terancam hilang. Dengan demikian, Hendy-Firjaun akan memulai sekolah dengan sistem pertemuan tatap muka per 1 Maret 2021, bagi sekolah yang benar-benar siap melaksanakan protokol kesehatan.

Pada 1 Maret mendatang, Hendy-Firjaun akan menjadikan sejumlah sekolah sebagai percontohan. “Beberapa sekolah per 1 Maret akan menjadi pilot project, masuk sekolah dengan sistem tatap muka. Penerapan protokol kesehatan akan dimaksimalkan,” katanya.

Bagi sekolah yang siap menjadi pilot project tersebut, lanjut dia, akan menjadi bagian evaluasi untuk penyempurnaan penerapan sekolah tatap muka. Apakah nanti, siswa akan masuk separuh-separuh, tiga jam saja, atau ada sistem lain. “Kalau sehari siswa bisa masuk tiga jam, maka ini yang diterapkan dulu. Sistem pendidikan terus kita perbaiki agar anak benar-benar bisa sekolah,” tegas pria yang akrab dipanggil Haji Hendy tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/