alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Jember Tidak Serius Jelang Porprov: Besok Kompetisi,Sekarang Potong Rumput

Komisi D DPRD Jember Sentil Dispora

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari lima bulan lagi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim bakal digelar di sejumlah kabupaten. Salah satunya di Jember. Beberapa venue pertandingan juga tengah direnovasi dan dipersiapkan untuk pesta akbar olahraga se-Jawa Timur ini.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin pagi (12/1) di Stadion Notohadinegoro, tampak dari depan stadion di Lingkungan Kreongan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, tersebut sudah berubah. Ornamen kayu di dinding membuat stadion legendaris di Jember tersebut semakin manis.

Masuk ke dalam stadion, juga ada petugas yang tengah mendorong alat pemotong rumput. Rumput stadion saat ini sedang subur-suburnya, berwarna hijau. Tapi, ketinggiannya tidak merata. Diketahui, petugas melakukan pemotongan rumput tersebut karena Stadion Notohadinegoro akan dipakai kompetisi sepak bola anak-anak yang berlangsung Sabtu dan Minggu (15-16/1) ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal ini disayangkan oleh Komisi D DPRD Jember yang membidangi olahraga. Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo ingin perawatan venue olahraga dilakukan secara berkala dan intensif. Sebab, dia menilai perawatan venue olahraga masih kurang maksimal, hanya dirawat bila akan ada pertandingan.

Padahal, lanjut dia, saat ini Jember sudah harus fokus persiapan sebagai tuan rumah Porprov Jatim. Kondisi Jember ini berbeda dengan kabupaten lain yang juga menjadi tuan rumah, yakni Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Bondowoso. Hal yang membuat perbedaan adalah dalam anggaran dari pemerintah. “Kita sadari bahwa pada 2021 kemarin Jember tidak punya APBD,” paparnya.

Dia mengakui bahwa venue itu erat kaitannya dengan kesuksesan sebuah olahraga. Artinya, akan ada wadah para atlet untuk berlatih dan berkompetisi dengan venue yang memadai dan standar.

Bukan soal venue saja, tapi juga perawatan. Perawatan sarana olahraga rutin bisa dikatakan minim. Dia mencontohkan, rumput stadion yang seharusnya mendapat perawatan khusus, tidak sekadar ada petugas kebersihan. “Perawatan harus betul-betul dilakukan. Dispora sebagai leading sector harus mengalokasikan anggaran perawatan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari lima bulan lagi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim bakal digelar di sejumlah kabupaten. Salah satunya di Jember. Beberapa venue pertandingan juga tengah direnovasi dan dipersiapkan untuk pesta akbar olahraga se-Jawa Timur ini.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin pagi (12/1) di Stadion Notohadinegoro, tampak dari depan stadion di Lingkungan Kreongan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, tersebut sudah berubah. Ornamen kayu di dinding membuat stadion legendaris di Jember tersebut semakin manis.

Masuk ke dalam stadion, juga ada petugas yang tengah mendorong alat pemotong rumput. Rumput stadion saat ini sedang subur-suburnya, berwarna hijau. Tapi, ketinggiannya tidak merata. Diketahui, petugas melakukan pemotongan rumput tersebut karena Stadion Notohadinegoro akan dipakai kompetisi sepak bola anak-anak yang berlangsung Sabtu dan Minggu (15-16/1) ini.

Hal ini disayangkan oleh Komisi D DPRD Jember yang membidangi olahraga. Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo ingin perawatan venue olahraga dilakukan secara berkala dan intensif. Sebab, dia menilai perawatan venue olahraga masih kurang maksimal, hanya dirawat bila akan ada pertandingan.

Padahal, lanjut dia, saat ini Jember sudah harus fokus persiapan sebagai tuan rumah Porprov Jatim. Kondisi Jember ini berbeda dengan kabupaten lain yang juga menjadi tuan rumah, yakni Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Bondowoso. Hal yang membuat perbedaan adalah dalam anggaran dari pemerintah. “Kita sadari bahwa pada 2021 kemarin Jember tidak punya APBD,” paparnya.

Dia mengakui bahwa venue itu erat kaitannya dengan kesuksesan sebuah olahraga. Artinya, akan ada wadah para atlet untuk berlatih dan berkompetisi dengan venue yang memadai dan standar.

Bukan soal venue saja, tapi juga perawatan. Perawatan sarana olahraga rutin bisa dikatakan minim. Dia mencontohkan, rumput stadion yang seharusnya mendapat perawatan khusus, tidak sekadar ada petugas kebersihan. “Perawatan harus betul-betul dilakukan. Dispora sebagai leading sector harus mengalokasikan anggaran perawatan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari lima bulan lagi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim bakal digelar di sejumlah kabupaten. Salah satunya di Jember. Beberapa venue pertandingan juga tengah direnovasi dan dipersiapkan untuk pesta akbar olahraga se-Jawa Timur ini.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin pagi (12/1) di Stadion Notohadinegoro, tampak dari depan stadion di Lingkungan Kreongan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, tersebut sudah berubah. Ornamen kayu di dinding membuat stadion legendaris di Jember tersebut semakin manis.

Masuk ke dalam stadion, juga ada petugas yang tengah mendorong alat pemotong rumput. Rumput stadion saat ini sedang subur-suburnya, berwarna hijau. Tapi, ketinggiannya tidak merata. Diketahui, petugas melakukan pemotongan rumput tersebut karena Stadion Notohadinegoro akan dipakai kompetisi sepak bola anak-anak yang berlangsung Sabtu dan Minggu (15-16/1) ini.

Hal ini disayangkan oleh Komisi D DPRD Jember yang membidangi olahraga. Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo ingin perawatan venue olahraga dilakukan secara berkala dan intensif. Sebab, dia menilai perawatan venue olahraga masih kurang maksimal, hanya dirawat bila akan ada pertandingan.

Padahal, lanjut dia, saat ini Jember sudah harus fokus persiapan sebagai tuan rumah Porprov Jatim. Kondisi Jember ini berbeda dengan kabupaten lain yang juga menjadi tuan rumah, yakni Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Bondowoso. Hal yang membuat perbedaan adalah dalam anggaran dari pemerintah. “Kita sadari bahwa pada 2021 kemarin Jember tidak punya APBD,” paparnya.

Dia mengakui bahwa venue itu erat kaitannya dengan kesuksesan sebuah olahraga. Artinya, akan ada wadah para atlet untuk berlatih dan berkompetisi dengan venue yang memadai dan standar.

Bukan soal venue saja, tapi juga perawatan. Perawatan sarana olahraga rutin bisa dikatakan minim. Dia mencontohkan, rumput stadion yang seharusnya mendapat perawatan khusus, tidak sekadar ada petugas kebersihan. “Perawatan harus betul-betul dilakukan. Dispora sebagai leading sector harus mengalokasikan anggaran perawatan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca