alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Terancam Mandek Akibat Dualisme Jabatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme jabatan yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember menjadikan beragam proses pemerintahan lebih rumit, bahkan terancam mandek. Termasuk urusan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Nah, untuk mengecek perkembangan bantuan sosial, Jawa Pos Radar Jember coba mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember di Jalan PB Sudirman 38, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (14/1). Namun, kantor Dinsos tampak sepi. “Maaf, kepala dinas sedang tidak ada di tempat,” tutur salah seorang staf yang enggan disebut namanya.

Ditanya tentang siapa yang menjabat, dia menerangkan bahwa ada dua pimpinan. “Tidak ada siapa-siapa di ruangan. Selain itu, kepala dinasnya juga ada dua,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengenai perkembangan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Jember, staf tersebut juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada kegiatan maupun informasi. “Apa pun yang mencuat di pusat, belum ada pergerakan di daerah. Tapi, kalau mau tanya tentang PKH langsung ke kantornya saja,” paparnya.

Hal serupa juga terjadi di kantor PKH. Tak ada yang mau berkomentar. Justru Jawa Pos Radar Jember diminta menghubungi kepala dinas. “Kami takut salah memberi komentar,” terangnya. Ditanya harus menghubungi kepala dinas yang mana, mereka cuma tersenyum. “Kalau yang terakhir memberi tanda tangan ya Bu Wahyu (Plt Kepala Dinas Sosial Wahyu Setyo Handayani, Red),” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme jabatan yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember menjadikan beragam proses pemerintahan lebih rumit, bahkan terancam mandek. Termasuk urusan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Nah, untuk mengecek perkembangan bantuan sosial, Jawa Pos Radar Jember coba mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember di Jalan PB Sudirman 38, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (14/1). Namun, kantor Dinsos tampak sepi. “Maaf, kepala dinas sedang tidak ada di tempat,” tutur salah seorang staf yang enggan disebut namanya.

Ditanya tentang siapa yang menjabat, dia menerangkan bahwa ada dua pimpinan. “Tidak ada siapa-siapa di ruangan. Selain itu, kepala dinasnya juga ada dua,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Jember, staf tersebut juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada kegiatan maupun informasi. “Apa pun yang mencuat di pusat, belum ada pergerakan di daerah. Tapi, kalau mau tanya tentang PKH langsung ke kantornya saja,” paparnya.

Hal serupa juga terjadi di kantor PKH. Tak ada yang mau berkomentar. Justru Jawa Pos Radar Jember diminta menghubungi kepala dinas. “Kami takut salah memberi komentar,” terangnya. Ditanya harus menghubungi kepala dinas yang mana, mereka cuma tersenyum. “Kalau yang terakhir memberi tanda tangan ya Bu Wahyu (Plt Kepala Dinas Sosial Wahyu Setyo Handayani, Red),” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme jabatan yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember menjadikan beragam proses pemerintahan lebih rumit, bahkan terancam mandek. Termasuk urusan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Nah, untuk mengecek perkembangan bantuan sosial, Jawa Pos Radar Jember coba mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember di Jalan PB Sudirman 38, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (14/1). Namun, kantor Dinsos tampak sepi. “Maaf, kepala dinas sedang tidak ada di tempat,” tutur salah seorang staf yang enggan disebut namanya.

Ditanya tentang siapa yang menjabat, dia menerangkan bahwa ada dua pimpinan. “Tidak ada siapa-siapa di ruangan. Selain itu, kepala dinasnya juga ada dua,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Jember, staf tersebut juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada kegiatan maupun informasi. “Apa pun yang mencuat di pusat, belum ada pergerakan di daerah. Tapi, kalau mau tanya tentang PKH langsung ke kantornya saja,” paparnya.

Hal serupa juga terjadi di kantor PKH. Tak ada yang mau berkomentar. Justru Jawa Pos Radar Jember diminta menghubungi kepala dinas. “Kami takut salah memberi komentar,” terangnya. Ditanya harus menghubungi kepala dinas yang mana, mereka cuma tersenyum. “Kalau yang terakhir memberi tanda tangan ya Bu Wahyu (Plt Kepala Dinas Sosial Wahyu Setyo Handayani, Red),” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/