alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Sosialisasi untuk Ubah Stigma

Pentingnya Vaksinasi Demi Tuntaskan Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

Hal itu menunjukkan bahwa lengahnya penerapan protokol kesehatan menjadi pemicu meningkatnya kasus Covid-19. “Selain penerapan prokes, vaksinasi merupakan cara lain untuk menanggulangi persebaran Covid-19,” terangnya. Kalau masyarakat tidak percaya dengan vaksinasi, lebih baik hidup sendiri. “Iya, dia kuat, lalu bagaimana nasib orang lain,” tegasnya.

Pria yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN itu menegaskan, stigma tersebut harus dihilangkan dari masyarakat. Karena itu, pemerintah diharapkan gencar dalam menyuarakan vaksinasi kepada masyarakat. “Jika dibandingkan dengan sosialisasi prokes, saya yakin bahwa sosialisasi vaksinasi lebih mudah. Sebab, masyarakat hanya menerima tanpa melakukan kegiatan serumit penerapan protokol kesehatan,” paparnya.

Misalnya, dengan menyebar banner edukasi vaksinasi, bahaya jika tak mendapatkan vaksinasi, dampak setelah mendapatkan vaksinasi, serta siapa saja yang boleh dan tak boleh mendapatkan vaksinasi. “Saya yakin, masyarakat juga takut dan cemas dengan Covid-19, meski mulutnya menolak,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Guna mendapatkan penjelasan terkait dengan upaya yang bakal dilakukan pemerintah, Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini terkait upaya sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, tahap awal masih fokus untuk SDM kesehatan. “Untuk masyarakat masih menyusul,” lanjutnya.

- Advertisement -

Hal itu menunjukkan bahwa lengahnya penerapan protokol kesehatan menjadi pemicu meningkatnya kasus Covid-19. “Selain penerapan prokes, vaksinasi merupakan cara lain untuk menanggulangi persebaran Covid-19,” terangnya. Kalau masyarakat tidak percaya dengan vaksinasi, lebih baik hidup sendiri. “Iya, dia kuat, lalu bagaimana nasib orang lain,” tegasnya.

Pria yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN itu menegaskan, stigma tersebut harus dihilangkan dari masyarakat. Karena itu, pemerintah diharapkan gencar dalam menyuarakan vaksinasi kepada masyarakat. “Jika dibandingkan dengan sosialisasi prokes, saya yakin bahwa sosialisasi vaksinasi lebih mudah. Sebab, masyarakat hanya menerima tanpa melakukan kegiatan serumit penerapan protokol kesehatan,” paparnya.

Misalnya, dengan menyebar banner edukasi vaksinasi, bahaya jika tak mendapatkan vaksinasi, dampak setelah mendapatkan vaksinasi, serta siapa saja yang boleh dan tak boleh mendapatkan vaksinasi. “Saya yakin, masyarakat juga takut dan cemas dengan Covid-19, meski mulutnya menolak,” imbuhnya.

Guna mendapatkan penjelasan terkait dengan upaya yang bakal dilakukan pemerintah, Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini terkait upaya sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, tahap awal masih fokus untuk SDM kesehatan. “Untuk masyarakat masih menyusul,” lanjutnya.

Hal itu menunjukkan bahwa lengahnya penerapan protokol kesehatan menjadi pemicu meningkatnya kasus Covid-19. “Selain penerapan prokes, vaksinasi merupakan cara lain untuk menanggulangi persebaran Covid-19,” terangnya. Kalau masyarakat tidak percaya dengan vaksinasi, lebih baik hidup sendiri. “Iya, dia kuat, lalu bagaimana nasib orang lain,” tegasnya.

Pria yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN itu menegaskan, stigma tersebut harus dihilangkan dari masyarakat. Karena itu, pemerintah diharapkan gencar dalam menyuarakan vaksinasi kepada masyarakat. “Jika dibandingkan dengan sosialisasi prokes, saya yakin bahwa sosialisasi vaksinasi lebih mudah. Sebab, masyarakat hanya menerima tanpa melakukan kegiatan serumit penerapan protokol kesehatan,” paparnya.

Misalnya, dengan menyebar banner edukasi vaksinasi, bahaya jika tak mendapatkan vaksinasi, dampak setelah mendapatkan vaksinasi, serta siapa saja yang boleh dan tak boleh mendapatkan vaksinasi. “Saya yakin, masyarakat juga takut dan cemas dengan Covid-19, meski mulutnya menolak,” imbuhnya.

Guna mendapatkan penjelasan terkait dengan upaya yang bakal dilakukan pemerintah, Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini terkait upaya sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, tahap awal masih fokus untuk SDM kesehatan. “Untuk masyarakat masih menyusul,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/